Author Archive for Dwimayu Budinastiti

13
Jan
12

UGLY in FACEBOOK

Private photos, adalah salah satu menu pilihan di dalam facebook. Private? mengapa dipilih? Ada yang dpilih karena mereka tidak ingin kehidupan pribadinya dilihat orang lain, tetapi untuk saya

Image and video hosting by TinyPic

Dan ini hal yang saya tidak pivate di facebook

Image and video hosting by TinyPic

Hal ini saya lakukan karena teman saya di facebook, meliputi komunitas kampus, komunitas sma, yang menjadi komunitas paling mengenal saya dan lainnya adalah kelompok-kelompok orang yang hanya mengenal sekilas saja seperti komunitas kerja. Saya ingin menghadirkan image mayu yang mature dan dapat menangani dan bertanggung jawab akan pekerjaan. Foto pertama merupakan foto yang diambil saat saya ekskursi ke Alor, dapat dilihat ada rumah adat di bagian kiri. Secara fotografi foto pertama sangat bagus, diambil dengan kamera slr dengan tingkat fokus yang tepat dan tone colour yang menggambarkan suasana Alor, tetapi ekspresi saya yang sangat ekspresif memberi angle yang buruk pada muka saya, terlihat bulat, hidung besar, dan berkumis. Sedangkan melihat foto kedua yang menurut saya, adalah mayu yang sedang bekerja, dengan mengatur model dalam berpakaian, dan mengarahkan gaya. Walupun secara fotografi tidak terlihat muka saya, warna terlalu gelap dan sebagainya. Tetapi hal pertamalah yang ingin saya sampaikan pada teman facebook. Ketika mereka melihat foto pertama yang saya pikir mereka akan pikir adalah mayu yang immature dan sangat cuek dalam berpenampilan. Hal ini tidak ingin saya tampilkan sebagai image, bagaimana apabila rekan kerja atau klien saya melihat? Karena facebook lebih sekedar website biasa menurut saya, facebook adalah suatu marketing dimana saya menjual diri dan karya, sedangkan foto ugly ini menurut saya bukanlah sesuatu yang bisa dijual, bukan sesuatu yang membuat saya mendapatkan sebuah pekerjaan dan apresiasi. Sedangkan di foto kedua, lebih menjual diri saya, seakan saya kreatif dan bertanggung jawab. Tetapi yang menjadi pertanyaan, apakah dengan menampilkan foto pertama saya akan kehilangan pekerjaan? Atau justru menambah pekerjaan? Atau tidak merubah apapun? Foto pertama tentu tidak menjadi ugly apabila kegunaan facebook bagi saya adalah sarana mencari teman yang sejenis, serun dan humoris, sehingga menurut saya sesuatu yang ugly akan menjadi ugly apabila tidak sesuai dengan kontex, yang di mana dalam hal ini foto pertama Untuk saya hingga sekarang saya tetap menganggap ugly hal-hal yang tidak dapat menjual saya dan menutupnya untuk akses publik.. Thanks to facebook for private setting :D

13
Jan
12

Make Up

Pertama kali saya menggunakan make up adalah kelas 2 sma, tetapi memakai make up tidak menjadi sebuah rutinitas karena teman laki-laki (pada zaman itu) apabila melihat kami para wanita abg memakai make up, maka ejekan lah yang keluar dari mulut mereka, seperti tante-tante, pipi terlalu merah, dan sebagainya. Tetapi memakai make up mulai saat itu saya telah biasakan, dipakai saat pergi bersama teman wanita saja, rutinitas dilakukan sebelum pergi, berkumpul di rumah salah satu rumah, kemudian memakai make up bersama, saling menshare tips. Semakin kemari, kebiasaan make up semakin sering dilakukan, tidak hanya saat pergi sesama wanita, tetapi kami mulai berani apabila pergi bersama lelaki juga, tetapi ternyata tanggapan seperti hinaan dan sebagainya hanya datang ketika pertama dahulu saja, mereka sekarang menggap hal tersebut sudah lumrah dilakukan, melihat penggunaan makeup sekarang sudah mulai digunakan bahkan oleh abg-abg smp. Dengan kelumrahan tersebut, saya pun sekarang menjadi aneh apabila keluar, pergi bersama teman-teman kususnya komunitas teman sma, tidak menggunakan make up. Tetapi everyday telah berubah, dahulu sistem penggunaan makeup, seperti teman, dimana sebelum pergi ke tempat tujuan, berkumpul bersama saling memberi tips dan memakaikan. Sekarang sistem yang terjadi kami memakai makeup sendiri, belajar sendiri melalui tutorial di internet, kemudian mengaplikasikan sebelum datang ke acara dan telah tampil cantik ketika bertemu dengan teman-teman tersebut, dan saling membandingkan hasil makeup masing-masing memberi penilaian (sendiri) terhadap yang lain, seakan musuh, berlomba untuk menjadi yang lebih cantik. Hal tersebut menjadi bukti bahwa esensi memakai make up yang dahulu (pada komunitas kami) telah berubah, dahulu menjadi sebuah moment yang dilakukan dan dinikmati bersama dan sekarang menjadi sebuah moment yang dilakukan dan dinikmati sendiri. Tetapi hal yang tidak berubah, kami melakukan hal ini demi kepuasaan dan kebanggan kami sesama para kaum wanita, bukan untuk anda kaum laki-laki :p

 

02
Nov
11

Twitter as a …

Twitter adalah salah satu sosial media yang sedang in dalam komunitas masyarakat perkotaan besar sekarang ini. Secara fisik untuk penulis, kita dapat memaparkan wacana yang dibatasi 140 karakter saja dan dapat menyelipkan media gambar dan juga lokasi kita ketika men-’tweet‘. sedangkan untuk follower-nya (pembaca) kita dimudahkan dengan adanya pembatasan karakter untuk mengakses berbagai informasi dengan cepat dan secara singkat. Para pelaku bisnis melirik twitter sebagai media marketing yang menjajikan karena melihat Indonesia adalah negara terbesar ketiga yang memiliki account Twitter. Hal itu menjadi keuntungan tersendiri untuk dunia bisnis Indonesia, nama Indonesia mulai dikenal dengan mention dari bintang-bintang lawas internasional, seperti Oprah, dan Joy Madden, Justin Bibber, dan lainya.

Image and video hosting by TinyPic

Sehingga bagi mereka, memiliki account twitter menjadi hal utama yang harus dimiliki. Berbagai kemudahan kita dapatkan seperti melihat jadwal film, event-event yang berlangsung di kota, promo-promo diskon, dan sebagainya.

Image and video hosting by TinyPic

Bahkan informasi yang disampaikan melalui twitter account selebritas yang memiliki banyak follower, sebut saja Raditya Dika, Sherina Munaf, Pevita Pearce, Nicholas Saputra, akan lebih mudah dicerna dan menyebar luas dibanding dengan informasi yang disebarkan di baliho pinggir jalan.

Image and video hosting by TinyPic

Bahkan Bagian Promosi MRA Group (CosmoGIRL, Trax Magazine, AMICA, BAZAAR) mengatakan bahwa promosi di twitter akan lebih berharga tinggi dibandingkan dengan media cetak, bisa menyentuh angka dua puluh lima juta rupiah. Bayangkan, begitu besar pengaruhnya! Dari hal tersebut, muncul pertanyaan,  apakah twitter menjadi hal pendukung untuk promosi media cetak atau sekarang perannya justru twitter merupakan subjek utama dan media cetak menjadi hal pendukung, atau bahkan sudah bisa digantikan dan dihilangkan sama sekali dengan sosial media online lainnya? Dengan adanya twitter, informasi yang hanya datangnya sebulan sekali melalui mediak cetak, ternyata bisa didapatkan setiap hari dengan mudah dan minim biaya, apakah kita masih membutuhkan sebuah sistem media cetak untuk menyampaikan informasi? Justru dengan sesuatu hal yang terlihat dibatasi, ternyata kita malah mendapat informasi yang tak terbatas.

Image and video hosting by TinyPic

Pada account twitter mungkin sering kita mendengar istilah hashtag (#). salah satunya #livetweet di mana suatu event melakukan hashtag live tweet untuk melaporkan event secara langsung dengan twitter. Sehingga diharapkan follower (pembaca) mendapatkan informasi yang kurang lebih sama dengan yang hadir di tempat secara langsung. Tanpa kita sadari hal ini telah menggantikan peran siaran langsung di televisi, khususnya banyak digunakan untuk acara indie (independent) yang memiliki keterbatasan biaya sehingga kecil kemungkinan untuk mengajak stasiun televisi ataupun radio sebagai media partner, dan twitter menjadi solusi agar acara tersebut eksis dan dapat dinikmati oleh follower secara lisan, tidak memakan biaya dan mudah diakses dimanapun. hal ini membuat berbagai event yang pada awalnya mencari media partner hanya sebatas tv, radio, dan media cetak, kemudian mencari pemilik account twitter yang memiliki ribuan follower sebagai salah satu partner untuk promosi.

Image and video hosting by TinyPic

Sebagian orang menganggap dengan adanya twitter membuat kita menjadi apatis dengan keadaan sekitar, atau biasa dikenal autis dengan gadget. Tetapi hal tersebut muncul karena adanya sistem sosial yang telah berlangsung di mana dalam society kultur kita dalam suatu komunitas di mana kita berada di dalamnya, hal untuk berbasa-basi menjadi penting dari segi etis, yang di mana hal tersebut seringkali hilang dengan kebiasaan ‘baru’ kita sibuk dengan gadget (yang dalam hal ini melihat timeline twitter). Tetapi tanpa kita sadari twitter ternyata memberikan sistem baru atau dapat juga dikatakan, justru mengembalikan sistem lama kita, budaya membaca dan menulis, siapa orang yang banyak membaca, ia akan dapat menghasilkan tulisan yang menarik dan informatif, sehingga nantinya berdampak pada bertambahnya jumlah follower. Dengan adanya media baru, twitter, untuk menulis tidak menutup kemungkinan nantinya akan lahir pen-tweet yang mahir akan melahirkan calon penulis.

Image and video hosting by TinyPic

Bagaimana Anda melihat Twitter? Sejauh apa Twitter telah merubah perilaku Anda? Sistem apa lagi yang telah tergantikan perannya oleh kehadiran Twitter?

Regards,

Dwimayu




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 36 other followers