Author Archive for Yolanda Sembiring

16
Jan
12

ugly is something you hide

menurut oxford dictionary, ugly diartikan sebagai unpleasant to look at. dan saya sangat setuju dengan definisi ini.

saya pernah menonton sebuah drama serial Jepang berjudul Hotaru no Hikari. Drama ini bercerita tentang Hotaru, seorang desainer interior yang cantik, terkenal cekatan dan sangat telaten dalam bekerja. Namun dimata teman-teman sekantornya, Hotaru adalah seseorang yang misterius, karena jarang sekali ikut kumpul-kumpul di akhir pekan bersama teman-temannya, dan tidak pernah mengajak teman-temannya mengunjungi rumahnya.

ternyata, hotaru yang cantik, cekatan dan telaten, di rumah adalah seorang yang….

Photobucket

bandingkan tampilan di kantor dan di rumah seorang hotaru…

Photobucket

di rumah, hotaru jauh dari kata rapi. memakai baju seenaknya, tabrak warna, dengan barang berantakan di sekitarnya, tidur-tiduran dengan posisi yang juga seenaknya di teras rumahnya. sungguh jauh dari sosok hotaru yang biasa terlihat di kantor.

kondisi hotaru di rumah adalah ugly? saya yakin sebagian besar akan menjawab, ya. mengapa? karena kita melihat pemandangan yang tidak menyenangkan untuk dinikmati. benda-benda berserakan dan kombinasi warna baju yang sama-sama terang sehingga terlalu mencolok. belum lagi rambut yang berantakan dan tidak terikat dengan rapi.

tapi adakah yang tahu? tidak ada. karena hotaru selalu tampil 180 derajat ketika di kantor, memakai baju yang rapi dan serasi serta rambut yang disisir rapi dan tidak pernah berniat mengundang teman-teman kantornya ke rumah. so, no one knows, she hides that…

di kamar kosan, saya mempunyai sebuah desk tempat saya menaruh banyak barang, khususnya asesoris dan benda-benda yang saya pakai sehari-hari. setiap hari saya menghabiskan waktu cukup lama (sekitar 15-20 menit) di depan desk tersebut ketika bersiap-siap hendak pergi ke kampus, ataupun berpergian (apalagi berpergian bisa lebih lama). jadi desk tersebut dapat dikatakan salah satu yang dapat menunjang saya berpenampilan lebih baik.

namun ironisnya, kondisi desk tersebut adalah….

Photobucket

sangat tidak rapi, botol-botol terguling, bahkan dapat ditemukan sampah. namun, saya justru berusaha menghasilkan penampilan yang rapi setiap harinya, padahal ‘sumber’nya adalah sesuatu yang jauh dari kata rapi. ugly? ya. berantakan, sampah berceceran, tidak teratur. tapi desk tersebut tidak ada yang tahu *kecuali teman-teman dekat yang memang cukup sering ke kamar saya*, tidak pernah ditunjukkan, bahkan output yang berasal dari kegiatan berlama-lama di depan desk tersebut setiap harinya 180 derajat berbeda.

ugly, menurut saya adalah sesuatu yang tidak enak dipandang mata, maka dari itu seringkali disembunyikan atau dibuang. maka dari itu kita rela membeli tempat sampah agar sampah memiliki tempatnya sendiri sehingga tidak dapat terlihat langsung, dan posisi TPA biasanya jauh dari jangkauan kebanyakan orang. seperti contohnya TPA di fakultas teknik yang terletak di belakang laptek sehingga jauh dari pandangan mata.

01
Nov
11

you can enter this only if you have the same clothes with us?

sewaktu saya SMA, saya bersekolah di sebuah sekolah negri, yang pengaruh Islam nya kuat di lingkungan sekolah. setiap hari jumat seragamnya adalah seragam melayu lengan panjang dan bawahan panjang, dimana bagi yang beragama Islam, cewek harus mengenakan jilbab, dan cowok mengenakan kopiah. saya, sebagai seorang non muslim, tidak mengenakan jilbab. memakai pakaian panjang dan jilbab/kopiah, tidak hanya berlaku ketika hari jumat saja, namun juga selama bulan puasa.

setiap hari sebelum pelajaran di mulai, diadakan tadarus selama 15 menit. ketika tadarus dilakukan, para cewek yang sehari-harinya tidak memakai jilbab, menggunakan mukena untuk menutupi auratnya. lagi-lagi, sebagai non muslim saya tidak memakainya dan tidak melakukan tadarus. jadi, akan langsung terlihat bedanya mana yang akan tadarus dan mana yang tidak. selama kegiatan tadarus berlangsung, sebenarnya saya diperkenankan tetap berada di dalam kelas, ataupun mengikuti doa pagi bersama yang diadakan komunitas kristiani di sekolah saya. terus terang, masa-masa SMA merupakan masa dimana sedang ‘bandel-bandelnya’ dan saya sangat malas mengikuti doa bersama. namun, untuk tetap berada di dalam, terus terang saya merasa aneh sendiri, dan akhirnya memutuskan keluar dan duduk di sekitar koridor. padahal yang membedakan hanya cara berpakaian.

setiap hari jumat, diadakan ceramah agama bagi siswa siswi beragama Islam di lapangan sekolah, dan ada siraman rohani bagi non muslim di salah satu kelas. guru-guru akan merazia sekolah dan menangkap anak-anak yang tidak mengikuti ceramah/siraman rohani dan menggiring ke tempat ceramah/ siraman rohani diadakan sehingga para siswa mau tidak mau bergabung dengan acara tersebut, sehingga secara logika tidak mungkin kabur dari acara tersebut.

namun ternyata, saya mendapati, adanya aturan berseragam dimana aturan tersebut menjadi penjelas mana siswa muslim yang akan mengikuti ceramah dan mana non muslim yang akan mengikuti siraman rohani dan menentukan tempat di mana seharusnya siswa tersebut berada saat jumat pagi, malah menjadi cara untuk ‘kabur’ tanpa ketahuan. mengapa?

saya tidak tahu apakah ada yang pernah melakukan hal ini atau tidak, tetapi saya pernah (oke, sebenarnya ini memalukan). karena ingin kabur dari siraman rohani, namun bersembunyi bukanlah ide yang tepat karena adanya razia, setiap hari jumat saya selalu membawa pashmina (sejenis selendang panjang) yang akan saya sampirkan ke kepala kalau-kalau saya malas ikut siraman rohani. menyampirkan pashmina tersebut di atas kepala, walau tidak menutupi rambut dan leher saya secara sempurna, namun berada di kerumunan orang akan menyamarkan hal tersebut. memang, saya cuma bisa kabur ke area ceramah. namun bagi anak SMA, hal tersebut sudah cukup, apalagi toh di tempat ceramah banyak teman yang bisa diajak ngobrol diam-diam.

well, saya berpendapat sebuah tempat bisa di defenisikan fungsinya atau dibuat ketat pengaturannya dengan mengandalkan pakaian, yang dapat menyaring siapa saja yang boleh masuk. namun justru menjadi cara menyeleksi yang lemah, karena pakaian adalah hal yang gampang untuk ditiru. saya jadi teringat film Sex and The CIty 2, dimana Carry dan teman-temannya dapat kabur dari kejaran polisi (atau pedagan, saya lupa) di Dubai dengan cara memakai abaya dan cadar, sehingga tidak ada yang dapat mengenali mereka karena semua wanita mengenakan abaya dan cadar.

 

01
Nov
11

aturan dan sistem di dalam rumah

saya mempunyai orang tua yang mempunyai aturan-aturan yang ketat, terutama masalah jam pulang. sampai kelas 2 sma, aturan yang berlaku adalah jam 6 sudah ada di rumah. baru ketika saya kelas 3 sma, sesekali saya diperbolehkan hingga jam 8 atau 9 malam. sekarang, ketika kuliah pun, setelat-telatnya saya sudah harus ada di rumah jam 10 malam. lewat dari jam yang telah ditentukan, saya pasti dimarahi.

walaupun saya disuruh membawa kunci ketika pergi, ketika sampai di rumah orang rumah sudah tidur semua dan saya membuka pintu sendiri, tetap akan ketahuan jika saya pulang melewati batas jam malam yang telah ditentukan. mengapa?

pintu depan rumah saya yang langsung tersambung ke ruang tamu, hanya dipergunakan jika sedang ada tamu saja. kalaupun berpergian membawa kunci, kunci pintu ruang tamu tidak pernah dibawa. penghuni rumah harus masuk lewat pintu belakang jika akan masuk ke rumah, dimana untuk mencapai pintu belakang tersebut selain harus membuka gerbang dulu, kemudian harus membuka pintu garasi yang kuncinya ada dua, dan ketika sampai di depan pintu belakang pun, pintu yang harus dibuka ada 2, yaitu pintu teralis, baru kemudian pintu kayu.

mengapa rumah saya memiliki begitu banyak pintu dan kunci (setiap pintu yang berfungsi sebagai akses masuk ke rumah pasti terdiri dari 2 pintu, yaitu pintu teralis dan pintu kayu) adalah karena dulu ketika awal-awal menempati rumah ini, lingkungannya tidak aman. beberapa kali rumah saya menjadi korban pencurian. maka dari itu setiap pintu sebagai akses masuk dibuat 2 lapis. selain itu, gerbang saya terbuat dari besi yang menggunakan sistem dorong, dimana ketika di dorong akan menimbulkan bunyi yang kuat dan tidak enak di dengar. sengaja tidak diberi minyak untuk memperhalus suaranya karena suara yang tidak enak tersebut justru dapat menjadi tanda jika ada orang yang masuk.

ketika sudah berhasil membuka pintu belakang, saya memang sudah berhasil masuk ke dalam rumah. namun, hanya sampai sebatas ruang makan. untuk masuk ke area ruang keluarga dan kemudian menuju kamar saya, ada satu pintu lagi yang harus dibuka, dan pintu tersebut persis di sebelah kamar orang tua saya.

jadi, dengan sebanyak itu pintu yang harus saya buka, dan gerbang yang mengeluarkan bunyi tidak enak ketika di dorong, orang rumah pasti bangun ketika ada yang datang karena terganggu oleh suara berisik. dan mereka akan angsung tahu apakah saya pulang tepat waktu atau tidak.

dan karena alasan keamanan tersebut, ketika siang hari pintu garasi pun dikunci, dimana pintu garasi merupakan satu-satunya akses masuk ke dalam rumah. jadi ketika jam pulang saya adalah jam 6, saya juga akan langsung ketahuan jika pulang terlambat, karena selain saya tidak akan diberikan kunci sebab orang rumah pasti belum tidur, ketika pulang saya terpaksa berteriak memanggil-manggil penghuni rumah untuk dibukakan pintu.




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 36 other followers