Archive for the 'rethinking aesthetics' Category

16
Jan
12

ugly is something you hide

menurut oxford dictionary, ugly diartikan sebagai unpleasant to look at. dan saya sangat setuju dengan definisi ini.

saya pernah menonton sebuah drama serial Jepang berjudul Hotaru no Hikari. Drama ini bercerita tentang Hotaru, seorang desainer interior yang cantik, terkenal cekatan dan sangat telaten dalam bekerja. Namun dimata teman-teman sekantornya, Hotaru adalah seseorang yang misterius, karena jarang sekali ikut kumpul-kumpul di akhir pekan bersama teman-temannya, dan tidak pernah mengajak teman-temannya mengunjungi rumahnya.

ternyata, hotaru yang cantik, cekatan dan telaten, di rumah adalah seorang yang….

Photobucket

bandingkan tampilan di kantor dan di rumah seorang hotaru…

Photobucket

di rumah, hotaru jauh dari kata rapi. memakai baju seenaknya, tabrak warna, dengan barang berantakan di sekitarnya, tidur-tiduran dengan posisi yang juga seenaknya di teras rumahnya. sungguh jauh dari sosok hotaru yang biasa terlihat di kantor.

kondisi hotaru di rumah adalah ugly? saya yakin sebagian besar akan menjawab, ya. mengapa? karena kita melihat pemandangan yang tidak menyenangkan untuk dinikmati. benda-benda berserakan dan kombinasi warna baju yang sama-sama terang sehingga terlalu mencolok. belum lagi rambut yang berantakan dan tidak terikat dengan rapi.

tapi adakah yang tahu? tidak ada. karena hotaru selalu tampil 180 derajat ketika di kantor, memakai baju yang rapi dan serasi serta rambut yang disisir rapi dan tidak pernah berniat mengundang teman-teman kantornya ke rumah. so, no one knows, she hides that…

di kamar kosan, saya mempunyai sebuah desk tempat saya menaruh banyak barang, khususnya asesoris dan benda-benda yang saya pakai sehari-hari. setiap hari saya menghabiskan waktu cukup lama (sekitar 15-20 menit) di depan desk tersebut ketika bersiap-siap hendak pergi ke kampus, ataupun berpergian (apalagi berpergian bisa lebih lama). jadi desk tersebut dapat dikatakan salah satu yang dapat menunjang saya berpenampilan lebih baik.

namun ironisnya, kondisi desk tersebut adalah….

Photobucket

sangat tidak rapi, botol-botol terguling, bahkan dapat ditemukan sampah. namun, saya justru berusaha menghasilkan penampilan yang rapi setiap harinya, padahal ‘sumber’nya adalah sesuatu yang jauh dari kata rapi. ugly? ya. berantakan, sampah berceceran, tidak teratur. tapi desk tersebut tidak ada yang tahu *kecuali teman-teman dekat yang memang cukup sering ke kamar saya*, tidak pernah ditunjukkan, bahkan output yang berasal dari kegiatan berlama-lama di depan desk tersebut setiap harinya 180 derajat berbeda.

ugly, menurut saya adalah sesuatu yang tidak enak dipandang mata, maka dari itu seringkali disembunyikan atau dibuang. maka dari itu kita rela membeli tempat sampah agar sampah memiliki tempatnya sendiri sehingga tidak dapat terlihat langsung, dan posisi TPA biasanya jauh dari jangkauan kebanyakan orang. seperti contohnya TPA di fakultas teknik yang terletak di belakang laptek sehingga jauh dari pandangan mata.

13
Jan
12

The Ugly

Image and video hosting by TinyPic

Ugly atau jelek, buruk. Sebenarnya apa ang dimaksud oleh ugly, bagaimana sebuah benda disebut jelek. Banyak pendapat, yaitu kotor, tidak sesuai konteks, dan lain-lain. Botol penyek di ataslah yang saya lihat menjadi ugly, alasannya adalah karena bentuknya tidak sesuai lg seperti sedia kala, lalu botol ini juga tidak berfungsi dengan baik, karea tidak dapat menampung air sebagai mana mestinya karena remuk dan bocor lalu benda ini juga tidak dapat dipegang secara sempurna, karena unsure ergonomisnya telah hilang. Benda ini ugly dan akhirnya hanya akan menjadi sampah pada saat ini dan konteks serta waktu ini. Mungkin benda ini akan berbeda terlihat ketika ada seorang seniman menggunakannya sebagai sebua seni instalasi sesuatu. Kesimpulanny adalahs ebuah benda ugly dinilai secara objektif oleh orang yang melihatnya pada saat tertentu.

13
Jan
12

UGLY in FACEBOOK

Private photos, adalah salah satu menu pilihan di dalam facebook. Private? mengapa dipilih? Ada yang dpilih karena mereka tidak ingin kehidupan pribadinya dilihat orang lain, tetapi untuk saya

Image and video hosting by TinyPic

Dan ini hal yang saya tidak pivate di facebook

Image and video hosting by TinyPic

Hal ini saya lakukan karena teman saya di facebook, meliputi komunitas kampus, komunitas sma, yang menjadi komunitas paling mengenal saya dan lainnya adalah kelompok-kelompok orang yang hanya mengenal sekilas saja seperti komunitas kerja. Saya ingin menghadirkan image mayu yang mature dan dapat menangani dan bertanggung jawab akan pekerjaan. Foto pertama merupakan foto yang diambil saat saya ekskursi ke Alor, dapat dilihat ada rumah adat di bagian kiri. Secara fotografi foto pertama sangat bagus, diambil dengan kamera slr dengan tingkat fokus yang tepat dan tone colour yang menggambarkan suasana Alor, tetapi ekspresi saya yang sangat ekspresif memberi angle yang buruk pada muka saya, terlihat bulat, hidung besar, dan berkumis. Sedangkan melihat foto kedua yang menurut saya, adalah mayu yang sedang bekerja, dengan mengatur model dalam berpakaian, dan mengarahkan gaya. Walupun secara fotografi tidak terlihat muka saya, warna terlalu gelap dan sebagainya. Tetapi hal pertamalah yang ingin saya sampaikan pada teman facebook. Ketika mereka melihat foto pertama yang saya pikir mereka akan pikir adalah mayu yang immature dan sangat cuek dalam berpenampilan. Hal ini tidak ingin saya tampilkan sebagai image, bagaimana apabila rekan kerja atau klien saya melihat? Karena facebook lebih sekedar website biasa menurut saya, facebook adalah suatu marketing dimana saya menjual diri dan karya, sedangkan foto ugly ini menurut saya bukanlah sesuatu yang bisa dijual, bukan sesuatu yang membuat saya mendapatkan sebuah pekerjaan dan apresiasi. Sedangkan di foto kedua, lebih menjual diri saya, seakan saya kreatif dan bertanggung jawab. Tetapi yang menjadi pertanyaan, apakah dengan menampilkan foto pertama saya akan kehilangan pekerjaan? Atau justru menambah pekerjaan? Atau tidak merubah apapun? Foto pertama tentu tidak menjadi ugly apabila kegunaan facebook bagi saya adalah sarana mencari teman yang sejenis, serun dan humoris, sehingga menurut saya sesuatu yang ugly akan menjadi ugly apabila tidak sesuai dengan kontex, yang di mana dalam hal ini foto pertama Untuk saya hingga sekarang saya tetap menganggap ugly hal-hal yang tidak dapat menjual saya dan menutupnya untuk akses publik.. Thanks to facebook for private setting :D

13
Jan
12

Ugly: Pengamen oh Pengamen

Percaya atau tidak, saat sedang mengerjakan PA beberapa hari lalu menjelang eksternal di kosan salah seorang kawan, sudah yang keempat kalinya kami dikunjungi oleh pengamen. Entah berasal dari mana, tiba-tiba mereka muncul begitu saja. Saat itu di siang bolong seorang pengamen muncul di depan pintu kos teman saya. Itu merupakan pengamen yang keempat. Mungkin karena posisi dari kosan teman saya yang juga agak mendekati jalan utama kawasan Kutek sehingga begitu mudah untuk didatangi para pengamen tersebut… Di satu sisi sepertinya itu baik, karena memberi kami kesempatan untuk  berbuat baik terhadap sesama. Namun di sisi lain sepertinya itu merupakan sesuatu yang ‘kurang baik’…ugly thing…menurut Anda?  Bagaimana tidak… Seolah kawasan Kutek ini menjadi sasaran empuk para pengamen untuk mencari nafkah, sementara yang mereka lakukan terkadang kurang seimbang dengan apa yang mereka dapatkan…  Mereka mengamen, seolah terkesan ingin menghibur, namun yang ada beberapa dari kami malah merasa terganggu oleh kehadirannya saat sedang mengerjakan tugas… Bahkan… mereka pergi begitu saja setelah beberapa rupiah diberikan saat mereka sedang ‘show’ bernyanyi… Lantas, apa yang menyebabkan ‘pola’ seperti ini bisa terjadi dalam kehidupan bermasyarakat… tak bisa disalahkan keberadaan mereka itu, mengapa bisa terjadi… mungkin ada sesuatu yang perlu diperbaiki… Lalu, bagaimana agar para mahasiswa yang berada di Kutek itu tetap merasa nyaman dan tidak terganggu dengan keberadaan mereka…? Yuk mahasiswa arsitektur (interior juga boleh), jadikan ini sebagai tantangan untuk mendisain…

12
Jan
12

Beauty and The Ugliness

Menjadi ugly menurut kamus Webster  adalah cenderung menolak atau tidak menarik secara aestetik. Seperti antonimnya beauty, ugliness memiliki penilaian subjektif.
Menurut Wikipedia, sebagai antonimnya, kata beauty sebagai pengaruhnya untuk masyarakat menciptakan standar perbandingan dengan ‘ideal beauty’ yang merupakan suatu wujud  yang terdiri dari banyak fitur yang membentuk beauty dan salah satu standar menuju kesempurnaan. Sehingga menjadikan apapun yang paling sedikit memiliki fitur ini menjadi ugly. Standar ini menjadi penting karena banyak orang atau hasil karya seni juga harus mendapatkan cap ‘beauty’ untuk dapat diterima kemudian menjadi terkenal, berpengaruh dan menjadi contoh bagi orang dan penciptaan karya seni selanjutnya dan membentuk persepsi beauty untuk masa mendatang. Sehingga apa yang kita nilai beauty itu sebagian besar  juga hasil provokasi media.
Saat sebelum masa click –> post –> famous ada, persepsi tentang beauty (yang diprovokasikan media yang saat itu masih di control oleh sebagian kecil dari masyarakat itu sendiri) lebih sempit sehingga apapun yang tidak sesuai standar beauty tersebut dengan gampang tidak diterima dan dapat diklasifikasikan ‘ugly’ dan menjadi terabaikan.
Namun sekarang saat kontrol media ada di tangan setiap orang yang dapat mengakses media iu sendiri, persepsi masyarakat tentang beauty melebar seiring dengan banyaknya contributor dalam standarisasi beauty itu. Sesuatu yang dahulu mutlak ugly, sekarang dapat dipertimbangkan kembali dengan persepsi orang lain yang mengatakan bahwa sesuatu tersebut memilik beauty dari sisi lain. Dengan persepsi beauty yang makin meluas tersebut, masih adakah yang hal yang tidak dapat dikategorikan beauty dan masuk kategori ugly?

12
Jan
12

ugly?

Sebagaimana yang kita tahu, pada umumnya  tanaman yang sengaja ditanam  di pinggir jalan memiliki fungsi selain menjadi penghijauan dalam menyerap udara kotor kota yang keluar dari asap kendaraan bermotor  juga berfungsi menjadi penghias jalan. Keberadaan taman di pinggir jalan bisa membuat jalan menjadi lebih indah apalagi jika ditata dengan baik dan cantik tentu orang yang  berjalan di sekitarnyapun akan merasa nyaman.

Lalu bagaimana jika ada suatu yang tidak biasa terlihat di tempat yang seharusnya dapat menjadi taman-taman yang cantik dipinggiran jalan raya?  Dapatkah kita membayangkan jika ada benda-benda sanitair, yang seharusnya berada di kamar mandi berada di pinggir jalan raya?

Suatu hari, ketika saya sedang survey PA, saya menemukan “suatu hal yang tidak biasa” tersebut di sebuah pinggiran jalan raya di kawasan Palmerah.  Di sana saya melihat tanaman-tanaman  berada tidak pada sebuah pot dimana biasanya tanaman ditempatkan, melainkan berada di dalam wastafel, bak mandi, bahkan toilet-toilet yang sudah tidak terpakai lagi.

Benda-benda tersebut merupakan benda yang biasa kita lihat di dalam kamar mandi, dan menjadi tidak pada tempatnya jika benda tersebut menjadi sebuah wadah tanaman yang menghiasi pinggir jalan. Inipun menjadi ugly jika dikaitkan dengan salah satu pengertiannya yang mengarah pada sesuatu yang tidak pada tempatnya, “the ugly object is an object which is in the wrong place and something that should not be there “. Lalu apakah sesuatu yang tidak pada tempatnya itu akan selalu dikatakan ugly? Bagi saya sendiri, ‘sesuatu yang tidak pada tempatnya’ atau ‘sesuatu yang tidak biasa’ tersebut bisa menjadi sesuatu yang unik, karena dalam proses terbentuknya bisa jadi ada suatu pemikiran-pemikiran kreatif yang ‘gk biasa’ yang membuat hal tersebut berbeda dari yang lain dan memiliki ciri khas tersendiri. Dalam kasus benda-benda sanitair ini, yang membuat saya mengatakan hal tersebut unik adalah karena orang yang menjadikan benda tersebut akhirnya berfungsi sebagai pot tanaman di pinggir jalan raya berani berpikir out of the box, tidak biasa. Mungkin bagi sebagian orang berpendapat hal itu akan merusak pemandangan. Tetapi dia bisa merubah sampah menjadi sesuatu yang berguna bagi mahluk hidup lainnya.

11
Jan
12

ugly : Tempat bedak

Image and video hosting by TinyPic
Sebuah benda yang sebenarnya menjadi simbol atau benda yang sangat terkait dengan kecantikan seorang wanita. Tempat bedak yang disertai kaca ini pasti hampir dimiliki oleh setiap wanita. Dimana benda ini berfungsi untuk memepersiapkn diri atau menlihat wajah bagi wanita apakh wajahnya sudah ‘cantik’ atau minimal sudah enak dilihat atau belum. Kehadiran bedak khusus wanita pada benda ini juga sangat penting bagi para wanita. Karena terbukti setelah bedak ini habis, benda ini menjadi jarang difungsikan atau bahakn sama sekali tidak dipakai oleh wanita yang memilikinya. Cermin yang berada didalamnya menjadi tidak berguna lagi dikarenakan tidak adanya bedak didalamnya
Benda ini kemudian menjadi sebuah ‘ugly thing’ disaat bedak didalamnya sudah habis. Sebbuah benda yang sudah tidak berfungsi sesuai fungsinya dan sudah tidak digunakan pada tempatnya. Content atau bagian dari benda ini yang sudah hilang atau habis juga membuatnya menjadi tidak difungsikan kembali.

11
Jan
12

Ugly = dirt / minority?

Dalam tugas “Ugly Object” ini saya akan membahas benda yang sehari-hari yaitu gelas plastik. Ketika dilihat bersama gelas plastik lain, gelas ini terlihat kotor sehingga terlihat jelek. Namun jika dilihat sebagai gelas plastik itu sendiri tanpa dijejerkan bersama dengan gelas bersih lain gelas ini tidak lagi terlihat ugly. Dirt/kotoran yang ada pada gelas tersebut menjadi suatu motif tersendiri pada gelas. Dan bahkan jika dilihat dengan persepsi tertentu gelas ini terlihat lebih menarik.

Hal ini membuat saya berpikir apakah Ugly merupakan ketidaksempurnaan (imperfection) saja. Atau hal itu memiliki ketergantungan terhadap konteks juga. Suatu benda terlihat kotor ketika dilihat bersama benda yang lebih bersih. Namun tidak hanya itu, benda yang bersih itu harus lebih banyak jumlahnya dibandingkan benda yang kotor untuk membuat benda yang kotor itu terlihat kotor.

Coba bandingkan jika hanya ada 2 gelas. Yang bersih dan yang kotor. Tentunya tidak semua orang menganggap yang kotor adalah yang ugly. Bisa jadi yang kotor terlihat lebih menarik

Hal ini membuat saya berpikir lagi bahwa unsur minoritas juga berpengaruh pada faktor ugly. Karena dia tidak sama seperti yang lainnya, Karena dia sendirian/alone, maka dia terlihat ugly.

Dalam persepsi kita terhadap kecantikan juga demikian. Kita terlalu banyak diracuni media bahwa wajah yang cantik itu adalah wajah yang kaukasian. Dan negeri barat memang cukup mendominasi beradaban berikut ilmu pengetahuan. Maka persepsi kita terhadap kecantikan pun demikian. Secara tidak langsung orang barat membuat kita berpikir bahwa wajah yang selain kaukasian adalah ugly. Jadi, agaknya dominasi dan mayoritas/minoritas juga mempengaruhi persepsi kita terhadap ugly.

Lalu apa itu ugly menurut anda?

11
Jan
12

ugly book

dalam oxforddictionaries.com, ugly didefinisikan sebagai : unpleasant or repulsive, especially in appearance. saya menyimpulkan bahwa sebuah objek ugly berhubungan dengan penampilan visualnya yang dilihat mata.

sekarang, lihat foto di bawah ini :

Image and video hosting by TinyPic

foto di atas adalah foto komik doraemon yang sampulnya lecek, robek-robek dan terlipat, lapisan plastiknya sudah terbuka, warnanya sudah pudar, ada coretan pulpen, dan beberapa halamannya, seperti yang terlihat di foto sudah terlipat juga di ujungnya.

menurut saya, berdasarkan definisi dari oxforddictionaries di atas, buku ini adalah sebuah objek yang ugly.

meskipun begitu, saya tetap dapat membaca buku ini. halaman-halaman di dalam buku ini masih utuh dan ceritanya masih bisa dinikmati untuk mengisi waktu senggang jika tidak ada bacaan lain.

buku ini ugly, secara visual, tapi saya tidak merasa terlalu terganggu selama saya masih bisa menikmati isi dari buku ini. jadi ternyata, tidak semua benda yang tampak ugly, sesuai dengan definisi dari oxford, lalu dijauhi oleh setiap orang. penampilan ugly dari suatu benda bisa jadi sama sekali tidak mempengaruhi orang yang melihat dan memakainya.

11
Jan
12

men’jelek’an komposisi

Ugly dapat diartikan sebagai sesuatu hal yang tidak nyaman dipandang mata. Penilaian akan ugly sangatlah subjektif karena hal tersebut tergantung akan mata siapa yang melihatnya. Dan siapa nya itu ialah orang yang berbeda-beda baik perbedaan akan kesukaan, jenis kelamin, latar belakang budaya, pengalaman, & banyak hal lainnya. Karena perbedaan itulah yang membuat definisi ugly tak pernah sama di semua orang. Biasanya sesuatu hal dikatakan ugly dikarenakan tampilan fisiknya (visual karakteristik).
Pada kali ini, saya akan mencoba untuk membuat suatu benda yang nantinya digunakan untuk memahami makna ugly lebih lanjut.

Foto Satu

Pertama-tama saya membuat bentuk lingkaran dari kertas. Kenapa kertas? Karena teknik yang digunakan ialah menggunting & menggunting lengkung lebih sulit daripada menggunting lurus. Agar menghasilkan lingkaran sempurna digunakan jangka. Setelah terbentuk garis lingkaran, lalu kertas tersebut saya gunting mengikuti garis. Jadilah lingkaran kertas.

Foto Dua

Sama seperti membuat Foto Satu, hanya saja ada satu kertas yang diganti dengan bentuk lingkaran kurang sempurna. Lingkaran tersebut dibuat tanpa bantuan jangka & diguntingnya pun cukup asal-asalan.

Memang bila dibandingkan Foto Satu & Dua, Foto Satulah yang lebih baik & lebih indah dipandang mata. Pada Foto Satu terlihat beberapa lingkaran kertas dengan bentuk & ukuran sama tersusun rapi. Sedangkan pada Foto Dua, ada satu bentuk yang mengganggu lingkaran lainnya. Si bentuk ini terlihat men’jelek’kan komposisi dari lingkaran kertas.

Kenapa bentuk tersebut dapat dikatakan ugly?
Bentuk tersebut tidak sesuai dengan bentuk lingkaran yang ada di sekitarnya. Ia menjadi suatu hal yang minoritas yang kalah dengan dominasi lingkaran. Bentuk tersebut dianggap ugly karena pengalaman atau kebiasaan manusia yang sering membanding-bandingkan. Dalam hal ini bentuk tersebut dibandingkan dengan lingkaran di sekitarnya, yang memang dalam jumlah bentuk tersebut kalah. Sehingga bentuk tersebut terlihat men’jelek’an lingkaran lainnya. Hal itu dikarenakan kebiasaan manusia akan mengumpulkan bentuk-bentuk yang sama dalam satu komposisi, bila ada satu yang berbeda, hal itu membuat komposisi menjadi terganggu atau jelek (law of similarity).
Ada hal lain yang saya pelajari ketika membuat ini yaitu ketika membuat sesuatu yang indah dibutuhkan tahapan & waktu pengerjaan yang lebih lama. Sementara untuk membuat bentuk satunya sangatlah cepat, hanya menggunting asal-asalan, yang penting mirip lingkaran.
Menurut saya, antara ugly & unik (menjadi sesuatu yang berbeda) itu hampir mirip. Pada Foto Dua, walaupun ada bentuk yang membuat komposisi menjadi jelek, ada sisi lain yaitu bentuk yang berbeda tersebut menjadi menonjol diantara bentuk lingkaran lainnya yang serupa. Seolah-olah si bentuk tersebut menjadi aksen pada komposisi tersebut. Menjadikannya suatu hal yang menarik & unik.


11
Jan
12

my ugly object

Ugly menurut oxford dictionary adalah “unpleasant to look at” yang apabila diindonesiakan berarti tidak enak untuk dilihat. Dalam thesaurus, kata-kata yang bersinonim dengan ugly adalah unappealing, unpleasant, hideous, unlovely, unprepossessing, unsightly, horrible, frightful, awful, ghastly, vile, revolting, repellent, repulsive, repugnant;grotesque, disgusting, monstrous, reptilian, misshapen, deformed, disfigured, plug-ugly, butt-ugly; homely, plain, not much to look at. Apabila dilihat dari oxford dictionary dan thesaurus, sudah terlihat bahwa ugly adalah sesuatu yang dianggap tidak indah, buruk, jelek, dan tidak sesuai di mata manusia yang melihatnya.

Ugly di mata orang-orangpun berbeda-beda pula, tergantung dari siapa yang melihat dan pengalaman pribadinya. Mengapa saya mengatakan pengalaman pribadi adalah karena menurut saya pandangan dan pengertian seseorang akan ugly sangat berkaitan dengan pengalaman pribadi yang sudah dialami seumur hidupnya. Karena itu masing-masing orang akan mempunyai pandangan dan pengertian ugly yang berbeda-beda tergantung dari pengalaman pribadi yang dialaminya. Tapi satu hal yang biasanya dialami (dan dilakukan) oleh semua orang sampai hari ini adalah tentang kebersihan. Kebersihan yang saya maksud adalah tentang bagaimana ada sebuah keteraturan dalam posisi berbagai macam barang, sehingga tercipta sebuah keadaan bersih dan sempurna dimana masing-masing benda berada pada tempat yang “seharusnya”.

Kebersihan ini sudah ditanamkan dari sejak kecil di keluarga masing-masing (termasuk saya), sehingga saya sudah mempunyai kebiasaan dan pemikiran yang “bersih” dimana segala macam benda harus berada pada posisi yang “seharusnya” dan apabila ada sesuatu yang tidak sesuai/ tidak pada tempatnya, maka harus dibersihkan. Sampai sekarangpun hal ini sering saya temui dan saya juga lakukan di rumah.

Beberapa waktu yang lalu, saya terkena penyakit flu yang cukup berat, sehingga saya menggunakan cukup banyak tisu untuk membuang ingus dan membersihkan hidung saya. Waktu itu karena sedang ada tugas, sehingga saya mengerjakan tugas di lantai di depan laptop, walaupun sedang sakit, dengan sebuah kotak tisu di samping saya. Sambil saya mengerjakan tugas, saya juga mengambil tisu terus dari kotak tisu dan terus-menerus membuang ingus dan membersihkan hidung. Karena saya jauh dari tong sampah, saya langsung saja membuang tisu yang sudah saya pakai(yang berisi ingus) di lantai, di sebelah saya duduk, karena saya malas jalan, dan malas membuang waktu untuk membuang tisu-tisu tersebut ke tempat sampah, dan juga dikarenakan tugas saya belum selesai, sehingga saya mau mengerjakannya sampai selesai dahulu.

foto tisu
foto tisu

Seiring berjalannya waktu, tisu yang saya buang di sebelah saya duduk semakin menumpuk, dan orang-orang rumah yang lewat di dekat saya semua mengatakan yang sama yaitu “Dek , knapa gak dibuang aja sih, jorok ah…” dan “Buang lah dek, itu kotor ditaruh di situ”.  Akhirnya setelah saya menyelesaikan tugas saya, saya langsung membuang tisu-tisu tersebut ke tempat sampah, karena orang-orang rumah sudah merasa jorok dan jijik melihat tisu-tisu bekas ingus saya bersebaran di lantai

Ugly yang saya ingin coba tunjukkan adalah bagaimana sesuatu hal yang tidak sesuai dengan tempatnya, dan sudah selesai dipakai (sudah habis nilai pakainya) dilihat kebanyakan orang sebagai ugly, dalam hal ini bekas tisu yang penuh dengan ingus dan tersebar di lantai. Bagi orang-orang, tisu yang sudah dipakai umumnya akan dibuang karena sudah tidak mempunyai nilai pakai lagi (tidak bisa dipakai lagi). Jadi ketidaksesuaian tempat dan habisnya nilai pakai sesuatu benda bisa dianggap sebagai “ugly” oleh kebanyakan orang.

11
Jan
12

Tempat shalat studio lantai 4 EC..

Bagi penghuni studio lantai 4 EC (baca: mahasiswa PA 3) yang beragama Islam pilihan tempat shalat sebenarnya sangat beragam. Bisa di mushalla di lantai 1 EC, di mushalla teknik, di lantai 3 gedung EC di dekat pantry tempat riset, dan juga di studio itu sendiri. Ketiga pilihan pertama merupakan tempat yang memang disediakan untuk kegiatan ibadah shalat. Tempat tersebut bersih, menyediakan peralatan shalat, dan dekat dengan tempat untuk berwudhu. Namun, sebagian besar mahasiswa pengguna studio lantai 4 EC dan juga lantai 5 (program internasional) cenderung memilih shalat di studio lantai 4.

Terdapat dua spot favorit yang digunakan untuk shalat: di ruangan kecil yang menghadap ke kantek dan di samping ruang tersebut, yaitu space kosong menghadap tangga. Di tempat kedua biasanya terdapat karpet yang digunakan sebagai sajadah oleh para mahasiswa. Dilihat dari segi kebersihan, kedua tempat ini jelas-jelas tidaklah suci. Walaupun kedua tempat ini tidak berada dekat dengan pusat keramaian di studio, namun tetap saja tempat ini tidak memenuhi dalam standar kesunyian untuk menciptakan kekhusyukan dalam shalat. Selain itu, tempat ini juga jauh dari sumber air. Mahasiswa yang ingin berwudhu akan pergi ke toilet dan menggunakan wastafel atau handheld bidet. Aktivitas ini sebenarnya tidaklah diperuntukkan untuk dilakukan di toilet. Genangan air di toilet dan licinnya lantai juga sering disebabkan oleh aktivitas ini. Untuk berwudhu biasanya penghuni studio lantai 4 EC menggunakan sandal. Demi mempermudah berwudhu, ada mahasiswa yang sampai meninggalkan sandalnya di studio agar bisa digunakan langsung ketika dibutuhkan.

Karena kedua tempat ini bukanlah merupakan tempat shalat yang sebenarnya, maka tentu saja tidak ada peralatan shalat yang memadai. Mahasiswa studio lantai 4 EC yang kreatif ini biasanya menggunakan apapun yang bersih dan lebar untuk dijadikan alas, seperti kertas roti. Namun, entah karena rasa penghematan yang tinggi atau memang hanya malas, kertas roti yang sudah digunakan berminggu-minggu itu pun jarang diganti. Penggantian terjadi hanya bila alas tersebut menghilang.

Menurut saya, fenomena ini terjadi karena alasan penghematan waktu dan tenaga. Sehari-hari menghabiskan waktu di studio dan sering dikejar deadline, tidak jarang kami tidak ingin meninggalkan studio. Bahkan di waktu-waktu yang longgar sekalipun. Tempat-tempat yang memiliki sedikit kriteria untuk shalat pun dijadikan tempat shalat karena alasan yang saya sebutkan di atas. Namun, dari sisi negatif, hal ini bisa dikategorikan ke tindakan malas. Malas untuk mencari tempat ibadah yang benar-benar memenuhi prasyarat. Nah, menurut Anda, apakah perilaku ini dapat diubah?

11
Jan
12

ugly, art, atau ?

media kita belakangan sering memberitakan kerusuhan dan kejahatan yg makin marak di Indonesia, mungkin ya… kita masih ingat video pembantaian  warga Mesuji lampung terkait sengketa lahan, digambarkan banyak manusia yang menjadi korban, dan (maaf) darah berceceran di mana-mana, saya sempat melihat video ini di tayangkan di salah satu tv swasta, yang tentu saja beberapa bagian video dikaburkan untuk menjaga kenyamanan penontonnya, terutama tampilan-tampilan kekerasan dan salah satunya juga genangan darah

seperti halnya sampah, seringkali kita menganggap darah sebagai sesuatu yang menjijikan dan beberapa orang justru takut dengan darah, sampah seringkali walaupun dianggap jorok dapat diolah dan digunakan lagi untuk sesuatu yang merubah “status”" sampah itu menjadi nilai seni, tapi bagaimana dengan darah????


atau coba simak video ini ??? apakah bagi anda (karena sifat ugly yang subjektif) apa yang dilakukan orang dalam video tersebut sudah mengubah status ‘”ugly” darah menjadi seni? atau????

11
Jan
12

Ugly Object: Ini Boneka Voodoo?

Apa pendapat kalian saat melihat benda ini?

Photobucket

Ini boneka voodoo ya, Rin?

Rata-rata orang selalu menyakan hal itu pada saya saat melihat benda ini. Bahkan saat boneka ini dijejerkan di depan kelas saat kuliah Everyday, seorang mahasiswa melihat boneka ini dan menyeletuk ‘Ada boneka voodoo’. Saya sebenarnya bingung kenapa banyak yang mengasumsikan boneka ini dengan boeka voodoo. Apa karena banyak jarum ditancapkan ke tubuhnya?

Jadi sebenarnya ini benda apa, Rin?

Boneka ini bukan boneka voodoo. Boneka ini adalah boneka bantalan jarum. Hal itu yang menyebabkan kenapa banyak jarum tertancap di tubuhnya. Boneka ini saya buat sewaktu saya masih SD sebagai latihan untuk membuat boneka sederhana untuk pelajaran kerajinan tangan. Saya harus mengakui kalau boneka ini gagal untuk lulus standar boneka yang ditentukan oleh guru saya, maka dari itu saya membuat boneka yang jauh lebih bagus dari boneka ini. Pada akhirnya, boneka gagal yang malang ini dijadikan bantalan jarum oleh ibu saya yang memang hobi menjahit.

Seperti yang saya tulis sebelumnya, boneka ini tidak lulus standar yang ditentukan oleh guru saya. Jelek, jika harus dikatakan secara jujur. Kenapa jelek? Karena dia tidak ideal. Seperti kata Aristotle, beauty object itu mempunyai stuktur yang ideal ada totality, ada kesempurnaan. Bagaimana dengan boneka ini?

Photobucket
Isi kapas dalam badannya tidak penuh sehingga bentuknya tidak bulat penuh. Jahitan yang menghubungkan antara badan dan kepala tidak rapi. Jahitan matanya berantakan. Alih-alih terlihat lucu dengan penambahan mata berwarna kuning, yang terjadi boneka ini malah terlihat seram. Ada beberapa tambalan di tubuhnya yang membuatnya makin terlihat tidak lucu (ok, seingat saya itu ulah kakak saya, dia memotong kain badannya lalu menambalnya agar terlihat lebih ‘macho’ dengan bekas luka). Dan sekarang, adanya peniti, jarum, dan jarum pentul membuatnya terlihat seram. Mungkin ini yang membuat orang mengira ini boneka voodoo.

Meski tergolong ‘jelek’ dan tidak bagus, saya tidak membuang boneka ini. Boneka ini sangat berguna untuk ibu saya dalam menjahit. Meski pun jelek, boneka ini masih memiliki nilai guna. Jadi, jangan asal menilai sesuatu karena jelek, siapa tahu masih ada potensi tersimpan di dalamnya.

11
Jan
12

Ugly Object

Ugly dalam kamus besar oxford didefinisikan sebagai sesuatu yang unpleasant. Bagi saya sesuatu yang ugly adalah sesuatu yang secara indera manusia memiliki citra yang tidak enak baik itu dari mata, telinga, peraba, bau dan juga perasa. Suatu benda baru bisa disebut ugly apabila menimbulkan cibiran, perasaan tidak senang, kilasan memori tidak menyenangkan, atau aneh dan tidak normal.

Pertama-tama saya mencoba menggambarkan ugly menurut saya. Yaitu sesuatu yang bila dipegang membuat jijik, bila dicium berbau tidak sedap, bila dipandang hanya menimbulkan eyesore, dan tentu saja tidak enak untuk dirasakan. Saya pun mencoba menemukan benda yang memenuhi kriteria ini namun diketahui secara universal oleh tiap orang.

Akhirnya saya pun menemukan satu benda yang memenuhi kriteria diatas yaitu tinja atau kotoran. Secara harafiah, kotoran merupakan suatu buangan atau keluaran makhluk hidup yang sudah tidak berguna lagi bagi tubuh. Dari penjelasan ini saja dapat disimpulkan bahwa eksistensi si kotoran sendiri sudah tidak diterima oleh tubuh secara tidak sadar. Secara sadar, manusia bahkan binatang seringkali sebisa mungkin menyembunyikan keberadaan si kotoran ini apabila mereka telah mengeluarkannya. Manusia dengan menyiram kloset dan hewan seperti kucing dengan menguburnya di dalam pasir.

Secara fungsional, kotoran merupakan bekas makanan yang sudah tidak memiliki kegunaan nyata bagi tubuh secara fungsi. Sari-sari makanannya telah habis dan telah membusuk sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. Berbeda dengan makanan yang pada awalnya masuk ke dalam tubuh. Memang beberapa prakter menggunakan kotoran hewan sebagai pupuk. Namun nyatanya si kotoran ini tidak berguna bagi hewan itu sendiri secara langsung namun berguna bagi tumbuhan yang mungkin mereka makan.

Secara estetika, tentu saja kotoran merupakan sesuatu yang tidak bisa ditolerir dengan mata. Baik itu kotoran manusia atau kotoran hewan, tentu menimbulkan eyesore apabila dilihat. Beberapa orang bahkan akan langsung meluap atau muntah hanya dengan melihatnya saja. Pada umumnya, warna coklat kehitaman atau kekuningan yang ada disana terlihat begitu menjijikan bahkan tanpa kita mencium baunya atau mengetahui kepadatan si benda tersebut.

Sampai saat ini saya belum menemukan orang yang mengatakan kotoran itu sesuatu yang indah. Hal ini lah yang membuat saya berpikir bahwa kotoran ini merupakan suatu benda yang dapat dikatakan ugly secara universal. Saya pun mengangkatnya dalam tugas ugly object ini. Tentunya saya tidak ingin dan tidak mungkin menampilkan kotoran sebenarnya kesini, namun saya pun membuat sesuatu yang merupakan replika yang terinspirasi darinya.

ugly object

Benda ini saya buat menggunakan bubur kertas dengan kertas yang saya rendam di air selama sehari, kemudian saya campurkan lem dan saya gumpal sehingga agak membulat. Dari sini akan terlihat tekstur yang tidak merata dan ber’benjol’ mirip seperti otak. Lalu gumpalan yang masih basah ini saya cat dengan cat air berwarna cokelat kekuningan dan hitam secara berantakan. Setelah melakukan ini, dapat terlihat hasil yang sedikit mirip dengan kotoran aslinya dan melihatnya saja saya sudah merasa sedikit jijik. Selain itu bubur kertas juga menimbulkan efek objek menjadi kenyal dan agak basah. Padahal berbeda dengan yang asli, ini sama sekali tidak mengeluarkan bau.

Setelah itu saya mencoba melakukan riset kecil dengan memfoto benda ini dan menunjukannya kepada beberapa teman saya. Reaksi yang mereka keluarkan selalu serupa. Dimulai dengan kata,”hiii jijiiiik” hingga tidak mau melihatnya. Bahkan beberapa yang melihatnya secara langsung, segera menyarankan saya untuk membuang si objek ini. Padahal mereka tidak mencium bau yang tidak sedap dari objek ini namun sudah tersugesti oleh kotoran yang biasa mereka lihat. Reaksi yang sependapat dengan saya ini menurut saya merupakan sebuah bukti kecil bahwa kotoran merupakan sesuatu yang ugly.

11
Jan
12

ugly object: kasur yang berubah fungsi

Post ini merupakan perbaikan dari http://everydayarchitecture.wordpress.com/2012/01/02/ugly-object/ dimana terjadi kesalahan sehingga, post yg belum selesai itu tanpa sengaja tersubmit.

Arti Ugly menurut dictionary.com untuk sebuah objek adalah

“1. of unpleasant or unsightly appearance

dan berdasarkan asal usul katanya adalah

“mid-13c., uglike ”frightful or horrible in appearance,” from O.N.uggligr ”dreadful, fearful,” from uggr ”fear, apprehension, dread”(perhaps related to agg ”strife, hate”) + -ligr ”-like.” Meaningsoftened to ”very unpleasant to look at””

Menurut arti katanya bisa kita lihat bahwa ugly itu selalu berhubungan dengan penampilan yang mengerikan, dan tidak enak dilihat. Namun siapakah yang menentukan apakah sesuatu mengerikan atau tidak nyaman untuk dilihat? seniman? kritikus keindahan?

Memang pada dasarnya ilmu seni memiliki teori-teori yang menilai keindahan suatu hal. Namun dalam dunia praktikal, tidak selalu teori itu berlaku, karena pada dasarnya seni itu sangat bersifat personal, dan berbeda-beda definisi dari “enak dilihat” ataupun tidak.

Jadi kembali ke pertanyaan awal siapakah yang menentukan sebuah objek itu “ugly” atau “beauty”. Bukan seniman ataupun kritikus, melainkan semua orang yang melihatnya, semua orang yang terkena pengaruh yang dikeluarkan objek itu, dan semua orang yang berada di sekitarnya, yang kemudian di simpannya dalam pikirannya sendiri. Sehingga sebuah objek yang sama bisa menerima berbagai macam pandangan dari orang sekitarnya dari “very ugly”, “neutral”, “so so”, “beautiful”. Sehingga bisa kita sebut bahwa “ugly” bukanlah sebuah penampilan fisik yang dilihat oleh mata saja melainkan sebuah kualitas yang memberikan efek dan kesan yang berbeda-beda pada setiap orang.

Salah satu contoh “ugly object” yang saya buat adalah:

Di gambar tersebut apakah yang bisa kita lihat? board, kertas karton, dan styrofoam. Barang-barang itu sangatlah berguna dalam kehidupan kita sehari-hari, lalu paa yang menjadikannya ugly? Tempat diletakkannya itu lah yang membuat keadaan dan kondisi ini menjadi ugly. Barang-barang yang berguna itu diletakkan di atas kasur, sesuatu yang seharusnya digunakan sebagai tempat untuk tidur dan beristirahat.

Dengan keberadaan board, styrofoam, dan kertas karton itu, mereka menutupi kasur tersebut, mereka membuat kotor kasur tersebut, membuat kasur menjadi tidak dapat digunakan lagi sebagai mana mestinya. Kualitas empuk, nyaman yang biasanya diberikan kasur, diubah ke arah negatif, terutama terhadap orang yang akan tidur di sana, sehingga membuat orang yang melihatnya menjadi merasa tidak nyaman dan tidak mau menggunakan kasur itu sampai barang-barang itu dibereskan. Menurut saya, barang yang memberikan kesan buruk diakibatkan barang-barang yang menempatinya, dan menjadikannya tidak berguna inilah merupakan salah satu bentuk ugly.

11
Jan
12

UGLY ?

Ini adalah pengalaman ketika saya mengikuti sayembara revitalisasi taman museum fatahillah bersama salah seorang teman saya.

taman museum fatahillah

Apa yang anda pikirkan saat melihat gambar di atas?

Mungkin sebagian besar dari anda akan menganggap pemandangan tersebut sebagai sesuatu yang tidak teratur. Namun mungkin ada  juga sebagian dari anda yang akan menganggap pemandangan tersebut sebagai sesuatu yang menarik, taman sebagai suatu area yang hidup.

Lalu sebenarnya mengapa bisa muncul kedua anggapan  yang berbeda tersebut? Mengapa kita bisa memiliki anggapan yang berbeda terhadap obyek yang sama atau bahkan mungkin kita sendiri memiliki dua anggapan tersebut karena melihat dari perspektif yang berbeda.

Saat mengikuti sayembara tersebut, saya melihat taman tersebut sebagai “lively area”, saya melihat proses revitalisasi itu sebagai proses menghidupkan taman. Saya melihat taman tersebut memiliki potensi sebagai sebuah pusat kegiatan yang berada di daerah di sekitarnya. Karena hal itulah, proses revitalisasi di sini saya artikan sebagai pen-zoning-an semua kegiatan yang mungkin terjadi di daerah sekitar daerah tersebut yang akhirnya di-“peta” kan di satu titik, yaitu taman tersebut.

Saya menganggap keramaian yang ada, orang-orang yang berjualan di sekitar taman tersebut, orang-orang yang beraktivitas di sekitar taman tersebut sebagai suatu yang “seharusnya”. Sebuah taman yang juga berfungsi sebagai plaza seharusnya demikian. Begitulah pikiran saya saat itu.

Akan tetapi ternyata tidak semua orang berpikiran seperti itu. Dari para juri sayembara tersebut, saya melihat pandangan yang berbeda, konsep yang berbeda tentang revitalisasi itu sendiri.

Melihat museum fatahillah sebagai sebuah museum peninggalan bersejarah, plaza dianggap juga sebagai sesuatu yang “sakral”. Yang harus dilakukan dalam proses revitalisasi harusnya tidak demikian, akan tetapi bagaimana mengembalikan fungsi taman tersebut sebagai “ruang penghantar” sebelum menuju museum fatahillah. Taman tersebut seharusnya bebas dari orang yang berjualan, teratur, dan banyak pendapat lain yang bertentangan dengan anggapan saya saat itu.

Dari perbedaan pandangan tersebut, saya bisa melihat konsep ugly-ugliness. Banyaknya orang yang berjualan di area tersebut membentuk sebuah ketidakteraturan. Sedangkan, ketidakteraturan  sendiri dianggap sesuatu yang ugly di satu sisi, yang di sisi lain dianggap sebagai bukti adanya kehidupan dan kegiatan.

11
Jan
12

ugly box

Image

Salah satu pengertian ugly adalah sesuatu yang tidak sesuai (tidak pas, tidak sempurna, tidak memenuhi). Ugly ini ada akibat perbandingan dengan apa yang kita lihat atau rasakan sebelumnya. Pada umumnya, ugly lebih sering digunakan untuk sesuatu yang bersifat visual. Sistem dari sesuatu juga dapat menggunakan ugly untuk mendeskripsikannya. Bagaimana cara kita menentukan ugly adalah dengan  perbandingan. Bila sebelumnya kita belum pernah, merasakannya, maka kita susah untuk menentukan apakah itu ugly atau tidak. Ugly bagi setiap orang berbeda-beda, subjektif. Hal ini berpengaruh dari pengalaman dan selera penilaian masing-masing.

Box, gabungan dari keenam persegi. Persegi tersebut datar, tidak mempunyai kontur. Ukuran sisi-sisinya sama. Sisi persegi tersambung dengan baik sampai menyatu, sehingga terlihat rapi. Terdapat ruang di tengah-tengah box, dimana volumenya bisa dihitung dengan mudah menggunakan rumus kubus.

Box pada gambar ini, sisinya tidak datar, keriput dan bergelombang. Box ini tebuat dari kertas. Kertas sendiri bukanlah bahan yang kuat. Kertas mudah dibentuk, walaupun hasil bentuk yang dihasilkan cenderung kaku. Bila tidak hati-hati, maka akan menghasilkan bentuk-bentuk yang lain. Antara satu bidang dengan bidang lainnya tidak tersambung dengan sempurna. Panjang sisinya tidak sama sehingga bila dipaksa untuk dilekatkan menjadi gelombang. Box ini terlihat tidak sempurna. Dari bentuknya ini, terlihat box ini tidak dapat digunakan untuk keperluan apapun. Bila ingin menyimpan sesuatu, dikhawatirkan box ini rusak atau robek, bukan karena bahannya dari kertas.Kalupun dipajang, box ini tidak asyik dipandang oleh mata. Tekturnya terlihat kasar dan bentuknya tidak beraturan.Box ini dapat  dikatakan ugly karena tidak sesuai dengan box pada umumnya. Tidak sempurna atau tidak rapi.

11
Jan
12

ugly

Image

berdasarkan pada salah satu definisi ugly saat kuliah beberapa minggu yang lalu, ugly adalah sesuatu yang incomplete, tidak memiliki form of totality, atau tidak berguna. Dari ketiga hal tersebutlah akhirnya saya membuat benda di atas. Bentuk kertas tersebut seharusnya kertas a4, setelah itu diremas sehingga akhirnya kehilangan form of totality-nya dan menjadi tidak lengkap/utuh.

Pada umumnya juga kertas-kertas yang tidak terpakai lagi atau mengalami kesalahan saat digunakan akan langsung diremas dan dibuang seperti bentuk yang saya buat tersebut. Jadi dari banyak sudut pandang benda ini bisa dikatakan sebagai sesuatu yang “ugly”.

11
Jan
12

ugly : Tissue Bernoda

Benda yang saya pilih dalam kategori “ugly thing” adalah sebuah tissue dengan noda di atasnya. Mengapa? Pada dasarnya tissue adalah sebuah benda yang masuk ke dalam kategori benda bersih. Benda bersih seperti di sini dapat memiliki arti benda steril, benda yang berfungsi untuk membersihkan kotoran, dan benda yang setiap orang percaya dan bersugesti bahwa benda tersebut tidak ‘jorok’. Tissue dipercaya oleh keluarga saya menjadi benda paling bersih dibandingkan alat pembersih lainnya seperti kain pel, lap meja dan handuk sekalipun. Mungkin selain karena warna tissue yang putih bersih, penggunaan tissue juga hanya sekali pakai sehingga terasa lebih bersih dibanding yang lain.

Namun  akan menjadi ‘salah’ dan tidak pada tempatnya apabila tissue yang merupakan benda bersih ternodai oleh sebuah benda kotor di atasnya. Sehingga pengkategorian tissue yang tadinya merupakan benda bersih mendadak berubah menjadi benda kotor. ‘Ugly thing’ di sini memiliki makna tidak pada tempatnya, seperti noda yang terdapat pada tissue di atas. Oleh sebab itulah benda tersebut masuk ke dalam kategori  ‘ugly thing’




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 36 other followers