Robert Venturi, “a valid order accomodates the circumstantial contradictions of a complex reality….When circumstances defy order, order should bend or break: anomalies and uncertainties give validity to architecture.” Complexity and Contradiction in Architecture, pp 46-47.)
Pedagang kaki lima seringkali dianggap suatu disorder, sebuah nuisance diantara bangunan atau jalan yang tertata rapi . Tapi mengapa mereka tetap ada? Ternyata kehadiran mereka dibutuhkan . antara lain oleh orang kantor untuk makan siang dan bagi orang-orang hal tersebut tidak menganggu malah dibutuhkan .Hanya saja setelah dilihat lebih dalam mereka memiliki jam-jam tersendiri dalam beroperasi , misalnya ada yang buka saat jam 6 malam dan mereka berjualan pada tempat- tempat yang sama. Ada pola-pola yang tetap dibaliknya. Di balik sebuah sesuatu yang telihat berantakan , ternyata tercipta sebuah pola yang teratur. Apa yang sebenarnya disebut disorder? Apakah sesuatu yang terlihat berantakan dan tidak teratur? Atau order adalah sesuatu yang tertata rapi? Pada saat survey ke site, kita mengamati dan melihat keadaan yang terlihat complicated dan semerawut, tetapi ternyata ditemukan suatu pola yang teratur seperti adanya jadwal kegiatan , tempat-tempat berkumpul . Jadi sebenarnya mereka menciptakan sebuah keteraturan dalam lingkungan mereka yang kadang bagi orang luar telihat tidak teratur. untuk membereskan sesuatu,kita tidak sekedar menumpuk barang-barang lalu dibuat seteratur mungkin tetapi lebih mengembalikan sesuatu ketempatnya. Tanpa sadar saat membuat sesuatu menjadi order, kita mencari disorder yang terlihat di permukaannya saja tanpa memperhatikan lebih dalam mengapa ada disorder tersebut. Kadang-kadang karena ingin buru-buru membereskan disorder , seperti pada penggusuran pedagang kaki lima yang memunculkan disorder-disorder lainnya. Untuk itulah kita harus mengetahui bagaimana disorder itu muncul dan memperhatikan bagaimana ia bekerja sehinnga dapat memunculkan suatu order yang baru.
comments