ini adalah sebuah pemikiran yang sering menghampiri pikiran saya.. ketika berbicara tentang keseharian dalam arsitektur, di benak saya selalu muncul pemikiran tentang bagaimana seseorang memaknai ruang sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.. pemaknaan ruang yang setiap individu lakukan tentu saja akan berbeda-beda.. pemaknaan yang dilakukan biasanya seolah-olah ‘menyalahi’ fungsi yang ditujukan.. saya contohnya.. di kamar, saya memiliki meja belajar yaitu ruang dan benda yang seharusnya saya gunakan untuk belajar..namun, saya tidak pernah menggunakan ruang dan benda tersebut untuk belajar..saya tidak begitu nyaman dengan ruang yang benda itu berikan untuk saya belajar.. saya lebih nyaman untuk belajar diatas tempat tidur saya yang dapat memberikan ruang yang lebih fleksibel untuk saya memilih posisi belajar.. jika dilihat dari kasus sederhana ini, ruang belajar yang benar adalah di meja belajar itu.. meja belajar pun telah dirancang untuk dapat memberikan posisi yang baik saat belajar..tapi ternyata untuk saya pribadi posisi yang beragam yang bisa saya dapatkan di tempat tidur lebih nyaman untuk belajar..disini terlihat keseharian atau kebiasaan saya berkegiatan dalam suatu ruang tidak lah baik, tapi membuat saya nyaman.. Jadi, yang manakah sebenarnya yang harus diikuti, yang nyaman atau yang baik? apakah yang baik itu selalu tidak nyaman?
Posts Tagged ‘function
mulai mengerti fungsi arsitektur
beberapa saat yang lalu saya mengunjungi suatu tempat di daerah sunda kelapa, dan tiba waktu zuhur, akhirnya saya dan teman-teman saya memutuskan untuk melaksanakan kewajiban solat zuhur dulu. kami menemukan sebuah masjid. awalnya saya tidak merasakan ada kejanggalan namun ketika ingin buang air kecil saya bingung mengapa di depan toilet wanita ada bilik-bilik, dan ternyata ini adalah tempat pria membung air kecil. bisa dibayangkan bagaimana sirkulasi orang di spot ini, saat ada wanita yang akan menuju ke toilet maka dia akan mengarah ke bagian bilik-bilik tersebut. dan terasa suatu ketidaknyamanan. disini dapat dilihat kasus bahwa arsitektur bukan hanya mengenai sebuah keindahan dan estetika namun masalah kenyamanan serta rasa saat kita menggunakan atau mengadakan suatu interaksi dengan bangunan. hal ini sering kita temui dalam keseharian arsitektur dimana suatu bangunan kadang perletakan ruang-ruangnya mempersulit penggunanya sendiri, maka disinilah dipahami fungsi keberadaan arsiektur.
comments