Keseharian suatu komunitas ataupun individu dapat dipengaruhi oleh berbagai hal. Selain terpengaruh, keseharian juga dapat diintervensi oleh berbagai pihak. Salah satunya adalah pihak pemerintah. Studi mengenai intervensi yang dilakukan pemerintah, saya ambil adalah kebiasaan masyarakat India mengenai sanitasi dan bagaimana pemerintah India mempengaruhi keseharian mereka.
Masyarakat India memiliki keseharian mengenai sanitasi yang sangat buruk. Salah satu penyebab terbesarnya adalah karena pengadaan toilet dan kebiasaan buang air besar sembarangan. Karena tingginya tingkat kematian akibat diare di India, pemerintah India akhirnya mulai menyadari akan pentingnya mengambil langkah dalam penyadaran akan pentingnya kebersihan. Langkah-langkah yang diambil pemerintah dapat berupa sosialisasi atau berbentuk reward kepada warga.
Sosialisasi dilakukan dengan memperkenalkan slogan “na byahun beti us ghar mein jismein na ho shauchalaya” yang dalam bahasa Inggris “won’t get my daughter married into a household which doesn’t have a toilet”. Pemerintah India melakukan pendekatan secara tidak langsung dengan membuat warganya merasa malu jika tidak memiliki toilet pribadi.
Selain sosialisasi, pemerintah India juga memberi reward kepada warganya yang berkeinginan untuk membangun toilet pribadi di rumah masing-masing. Berbeda dengan usaha pemerintah yang pertama, usaha kedua ini lebih bersifat langsung dengan memberikan reward. Usaha ini berbeda dengan yang pertama karena usaha pertama diharapkan menimbulkan kesadaran warga, sedangkan usaha kedua belum tentu menimbulkan kesadaran. Namun, kesadaran dapat hadir setelah pembuatan toilet pribadi dimana warga merasa nyaman dan bersih setelah memiliki toilet pribadi.
Kedua buah hal tersebut di atas menghasilkan perkembangan yang cukup besar. Dari data oleh the times India yang diambil sejak tahun 2005 hingga Januari 2010, telah dibangun total 1,417 juta unit toilet oleh keluarga di seluruh India. Dimana 947 ribu unit toilet dibangun oleh keluarga menengah ke atas, sedangkan sisanya sebesar 470 ribu unit toilet dibangun oleh keluarga menengah ke bawah.
Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemerintah dalam keseharian masyarakatnya cukup besar. Namun, tidak seperti aktivis, local group, atau bahkan arsitek, pengaruhnya terlihat lebih pasif. Aktivis, local group dan arsitek melakukan intervensi secara langsung, seperti melakukan workshop, seminar, dan pembangunan fisik sehingga hasilnya dapat dilihat secara langsung. Berbeda dengan peran pemerintah, hasilnya baru dapat terlihat dalam jangka waktu yang cukup panjang.
comments