“the everyday has a certain strangeness that doesn’t surface, or whose surface is only its upper limit, outlining itself against the visible” (De Certeau, p.93)
Ungkapan di atas menjelaskan bahwa dalam everyday terdapat dua hal yang saling mendukung yaitu sesuatu yang strangeness dan sesuatu yang visible. Sesuatu yang strangeness memiliki sifat yang berlawanan dengan sesuatu yang visible. Strangeness merupakan suatu sistem yang sifatnya berantakan dan tidak indah, sehingga tidak boleh terlihat oleh orang lain. Sedangkan sesuatu yang visible merupakan sesuatu yang indah, ideal, dan tertata dengan baik. Seringkali keduanya dipisahkan, padahal tanpa adanya strangeness maka sesuatu yang ideal tidak akan ada. Bagaimana jika stangeness ditunjukkan ke orang banyak? Apakah kehadiran strangeness di ruang publik tidak diterima oleh orang banyak?
Isu mengenai strangeness dan ideal mengingatkan saya pada suatu kegiatan memasak yang dilakukan masyarakat di bantaran sungai Ciliwung di daerah Kali Pasir, Cikini. Kegiatan memasak yang dilakukan masyarakat memiliki suatu keunikan. Dalam kegiatan yang ideal, memasak merupakan suatu kegiatan yang tidak boleh dilihat orang banyak. Namun, masyarakat Kali Pasir yang tergolong memiliki tingkat ekonomi menegah ke bawah menunjukkan kegiatan memasaknya di ruang publik, yaitu di jalan. Tidak hanya memasak, kegiatan yang biasanya dilakukan di dapur, semuanya dilakukan di jalan.
Pada awalnya, masyarakat meletakkan peralatan memasak, seperti kompor, meja, panci, kuali, piring di tepi jalan. Kemudian, mendirikan penutup berupa tenda untuk melindungi peralatan mereka dari hujan. Sampai saat ini, kegiatan memasak ini masih berlangsung di jalan. Alasan masyarakat memasak di jalan, karena rumah tidak memiliki ruang yang cukup untuk memasak. Masyarakat yang menggunakan jalan tidak merasa terganggu dengan kegiatan memasak. Kegiatan memasak dan mencuci piring yang dilakukan di jalan menjadi kegiatan everyday bagi masyarakat Kali Pasir. Kebiasaan unik masyarakat di Kali Pasir ini ternyata dipandang sebagai sesuatu yang positif oleh masyarakat sekitar yang biasa melintasi jalan. Keberadaan dapur di jalan ini menjadi tempat berkumpul bagi masyarakat. Jika dipandang dari sisi ideal, keberadaan dapur membuat pemandangan di sekitar jalan menjadi tidak indah, berantakan, dan seolah tidak bersih. Namun, sesuatu yang ideal bagi masyarakat Kali Pasir tidak hanya dipandang sebagai sesuatu yang indah saja tetapi sesuatu yang bermanfaat dan digunakan dalam kehidupan kesehariannya.
Keseharian masyarakat Kali Pasir memberikan gambaran sesuatu yang strangeness diletakkan dalam ruang publik. Meletakkan peralatan memasak di jalan merupakan suatu intervensi masyarakat dalam kehidupan kesehariannya. Intervensi yang membuat strangeness menjadi sesuatu yang berlawanan dari pandangan ideal, dan menjadi sesuatu yang bermakna dan menarik dalam kehidupan keseharian. Menunjukkan sesuatu yang tidak indah, berantakan, kotor (strangeness) kepada orang banyak dalam keseharian membuat konsep ideal tidak lagi diterapkan dalam kehidupan keseharian masyarakat. Sesuatu yang strangeness tidak lagi disembunyikan, tetapi menjadi suatu proses yang menarik untuk ditunjukkan. Cerita dibalik sesuatu yang ideal (strangeness) akan lebih menarik dibandingkan gambaran akhir mengenai sesuatu yang ideal. Kehadiran strangeness dalam ruang publik menentang konsep ideal dalam keseharian. Sesuatu yang bersifat everyday tidak selalu berhubungan dengan sesuatu yang indah dan ideal, tetapi sesuatu yang tidak indah, berantakan, dan kotor menjadikan everyday unik.
comments