Di keluarga saya, sebenarnya ada 4 TV, satu di ruang keluarga, dan 3 yang lainnya ada di kamar tidur tiap anak di rumah saya, termasuk di kamar saya. Mungkin terdengar pemborosan, tapi percayalah, karena TV-TV ini, ruang keluarga menjadi nomaden dan tidak membosankan. Salah satu acara favorit keluarga saya adalah Golden Way Mario Teguh di Metro TV, karena kualitas gambar Metro TV di TV ruang keluarga tidak terlalu bagus, maka semua akan pindah ke kamar saya, yang kualitas gambar Metro TV lebih bagus, untuk menonton acara Golden Way. Lain lagi kalau acara sepak bola, apalagi AFF yang belakangan ini sedang marak diperbincangkan, maka TV ruang keluarga lah yang ukurannya lebih besar menjadi incaran. Kalau ada DVD baru, maka kami sekeluarga akan menonton di kamar kakak saya yang pertama, karena DVD player ada di sana. Yang terakhir adalah TV di kamar kakak saya yang kedua, TV ini memang paling jarang digunakan bersama, tapi TV ini paling sering digunakan saat bulan puasa, alasannya karena letak kamar kakak saya yang berada di lantai 2, dimana letak ruang shalat berada di sebelah kamar kakak saya, jadi setelah shalat maghrib berjamaah, semua anggota keluarga akan menonton acara TV di kamar kakak saya yang kedua ini sambil menunggu waktu shalat tarawih. Namun, sayangnya si TV-TV ini menjadi masalah, ketika semua anggota keluarga sedang sibuk dengan TV nya masing-masing. Maka, terkadang si pemiliki kamar-kamar ber TV ini malas beranjak keluar kamar bila ada tamu yang datang. Alhasil, ampuhnya TV menyulap kamar pribadi menjadi ruang keluarga dan menjadi tempat persembunyian yang lengkap dengan fasilitas hiburan.
Posts Tagged ‘technology
AMPUHNYA TV!
Perkembangan teknologi kian hari semakin maju berkembang. Teknologi hadir ke dalam kehidupan manusia sebagai sarana untuk mempermudah kegiatan manusia. Teknologi hadir akibat dari keadaan susah manusia atau keadaan tidak nyaman manusia. Sebelum mengenal teknologi manusia bekerja dengan teknik dan keterampilan yang dimilikinya. Dengan keterampilan dan teknik terhadap apa yang ia kerjakan,manusia jauh lebih sadar terhadap apa yang ia kerjakan.
Saat ini, sebagian besar orang telah memilki ketergantungan terhadap teknologi. Antara lain:handphone,mp3,internet dan lain-lain. Handphone, hampir setiap orang memilikinya. Handphone mempermudah kegiatan kita dalam berkomunikasi. Tanpa kita sadari, keberadaan handhone menjadi sangat penting. Terkadang kita merasa gelisah apabila handphone kita tidak berada di samping kita. Dengan handphone, kita merasa dekat dengan seseorang padahal orang tersebut tidak berada di dekat kita dan apabila handphone tersebut hilang kita pun merasa kehilangan seakan-akan kita menjadi jauh dengan orang yang biasa kita ajak komunikasi. Handphone menjadi seperti candu ketika kita terbiasa menggunakannya. Dan ketika handphone tersebut menjadi barang yang tak bisa dihilangkan dari kehidupan kita maka keasikan kita dan handphone seakan-akan seperti dunia hanya antara kita(pemilik handphone dan handphone). Sering kali ketika kita sedang asik dengan handphone kita tidak mempedulikan orang lain yang ada di sekitar kita.
Mp3 hadir di kehidupan kita adalah sebagai sarana untuk mempermudah mendengarkan musik. Musik yang dulu dapat kita dengarkan hanya di dalam rumah sekarang dapat di nikmati dimanapun. Dengan adanya musik tersebut dimanapun kita merasa bosan kita bisa mendengarkan musik. Mp3 pun dapat menjadi candu ketika kita terbiasa mendengarkan musik dimanapun kita berada dan dikegiatan apapun yang menyertai kita dan ketika kita kehilangan mp3 tersebut seakan-akan dunia hampa. Pernah kita dengar kasus beberapa bulan lalu yang merenggut nyawa seorang mahasiswa FMIPA UI. Usut punya usut kejadian itu disebabkan ia tidak dengar ketika orang memberikan peringatan ada kreta karena ia sedang mendengarkan mp3. Selain itu sering kita temui ketika kita naik kreta, orang-orang yang mendengarkan dan menikmati sendiri music di mp3 dan cenderung tidak memperdulikan orang yang ada di sekitarnya, hanya mp3 dan orang tersebut.
Dari dua contoh tersebut, terkadang apa yang membuat kita nyaman dan memberikan suatu kebiasaan baru dan menghilangkan rasa alamiah kita sebagai manusia yaitu rasa peduli terhadap oranglain. Keberadaan teknologi menjadikan suatu ruang privat yaitu antara seseorang dengan teknologi tersebut dan kepedulian terhadap orang disekitarnya menjadi berkurang. Dan kita menjadi kurang sadar terhadap apa yang kita kerjakan akibat dari space yang kita ciptakan dengan teknologi tersebut.Padahal dengan kita peduli terhadap orang yang ada di dekat kita maka orang pun akan peduli terhadap kita dan apabila kita sadar terhadap apa yang kita kerjakan maka kita akan lebih teliti terhadap apa yang ada disekitar kita. seperti halnya berkarya dalam arsitektur apabila kita terbiasa menggunakan teknologi maka naluri dan kesadaran kita terhadap apa yang kita kerjakan lebih berkurang dari pada yang menggunakan sketsa tangan sendiri.
Modernkah?
Beberapa bangunan “kotak” dengan atap datar, dan minim-bahkan sangat minim- ventilasi muncul di negara tropis kita. Dengan paparan matahari yang cukup banyak dan suhu harian yang cukup panas, bangunan “kotak” itu sebenarnya tak relevan. Alhasil, dibutuhkanlah teknologi tambahan semacam: air conditioning untuk membuat penghuninya nyaman.
Benar, seperti yang tertulis dalam chapter 6 dari solar geometry , bahwa perkembangan akan ilmu pengetahuan dan technology membuat kita percaya bahwa semua masalah dapat dipecahkan sehingga kita tidak butuh lagi untuk hidup harmonis dengan alam, dengan contoh lain yang ditulis dalam chapter 6 tersebut…
“…in the desert of buildings with very large areas of glazing, which can be kept habitable only by means of huge energy guzzling air conditioning plants”
Tipis bedanya bahwa itu adalah sebuah kejeniusan dalam ber-arsitektur, atau sebaliknya.
Sedangkan Le Corbusier berujar “It is the mission of modern architecture to concern itself with the sun”
Berarti sesuai parameter Le Corbusier akan arsitektur modern, bangunan-bangunan ini –yang tak bersesuaian dengan keadaan matahari- bukanlah termasuk arsitektur modern?
comments