02
Nov
08

Architecture of the everyday in social context

Everyday Architecture bukan hanya hadir dalam kehidupan kita sebagai seorang individu saja, justru ia mempunyai keberadaan yang sangat besar di tengah-tengah kehidupan kita sebagai mahkluk sosial. Untuk lebih menyadari keberadaannya, mungkin kita dapat melihat everyday architecture dalam konteks kehidupan sosial yaitu sebuah komunitas besar. Menurut saya Everyday architecture adalah arsitektur yang jujur. Ia merepresentasikan manusia yang membuatnya hadir, juga nilai-nilai serta intensi sosial yang ada.

Contohnya, ketika kita menjunjung adanya pendidikan, maka kita membangun sekolah. Ketika kita beranggapan bahwa kesehatan adalah harta paling berharga, maka kita membangun klinik, rumah sakit dan balai kesehatan lain. Ketika Kita hidup sebagai mahkluk ekonomi permodalan, maka kita memerlukan ‘kantor’ atau tempat ‘belanja’. Juga ketika kita hidup sebagai kesatuan yang demokratis, maka munculah civic architecture. Everyday Architecture ini akan digunakan oleh semua orang dalam sebuah kesatuan sosial.

Tidak hanya sampai di situ, pertanyaan-pertanyaan seperti: apakah arsitektur bagi penididikan telah berhasil mendukung proses belajar? apakah arsitektur bagi kesehatan telah berhasil mendukung penyehatan / penyembuhan? apakah arsitektur bagi kehidupan ekonomi masih menghargai lingkungan? dan apakah civic architecture sudah dapat mewakili kepentingan warganya? akan terus menjadi bagian dari everyday architecture. Ia akan menjadi refleksi dari kehidupan sosial saat ini dan merepresentasikan kesejahteraan sosial masyarakat.

Everyday architecture haruslah merepresentsikan isu-isu keseharian yang terjadi di masyarakat dan pada saat itu pula lah everyday architecture akan berada diantara dialog-dialog sosial dan beragam proses untuk mencapai kualitas sarana pendidikan dan kesehatan yang lebih baik, kehidupan yang lebih adaptif, tidak konsumtif, hingga ia menjadi inklusif, menjadi sebuah hak, hak bagi seluruh masyarakat.

Pada akhirnya everyday architecture akan meningkatkan kualitas dialog sosial dan menciptakan arsitektur yang inklusif yang akan membuat kita bersama-sama mencapai intensi kita. Disini kita akan menjadi lebih jujur dalam bermasyarakat. Dan saat itu terjadi, Everyday architecture bukan hanya menjadi sebuah hasil cipta dari sebuah ilusi dan bayangan, namun hasil cipta dari realita sosial di masyarakat sekitar.


2 Responses to “Architecture of the everyday in social context”


  1. 1 Reni Megawati
    November 17, 2008 at 1:10 pm

    di akhir paragraf saya menangkap everyday architecture dapat terjadi ketika telah tercapai intensi masyarakat yang membuat masyarakat lebih jujur dalam berasitektur. Apakah menurut anda, bangunan seperti mall, kantor, sekolah, dan sebagainya yang telah dirancang merupakan everday architecture? Dan apakah everyday architecture berpengaruh terhadap tingkatan masyarakat tertentu? Dan apakah sejauh mana kejujuran dalam bermasyarakat yang dimaksudkan?

  2. 2 nikeveryday
    December 30, 2008 at 11:54 am

    Setuju bahwa everyday architecture adalah arsitektur yang jujur. Namun apakah everyday hanya melulu ‘membangun’ klinik atau kantor? Yang menarik justru pertanyaan apakah arsitektur mendukung proses belajar bagi pendidikan? Saya yakin jawabannya tidak hanya sekedar membangun (dalam konteks ini membangun sebuah bangunan).


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: