02
Nov
08

hijacking in architecture

The architectural everyday is the spatial practice dwellers, and raises the idea that cities might be produced by those who inhabit them” (Miles, 2000)

Pemaknaan space yang berbeda oleh dweller didalamnya seringkali mengakibatkan adanya tindakan hijacking pada space itu. Hijacking ini tidak bisa dikatakan sebagai sesuatu yang salah atau benar, karena mungkin tindakan hijacking inilah yang merupakan architectural everyday pada tempat itu. Karena seringkali everyday membuat sesuatu yang order menjadi disorder seperti terjadinya perubahan fungsi atau posisi.

Tindakan hijacking yang baru-baru ini saya lihat dan menurut saya cukup menarik yaitu terjadi di area site PA3 yaitu di tebet dimana, penduduk di daerah itu meng-hijack gang depan rumahnya untuk kumpul-kumpul dengan penduduk yang rumahnya ada di depan dia. Apabila dikaitkan dengan kutipan diatas yang mengatakan bahwa architectural everyday terjadi ketika dwellers melakukan spatial practice di tempat itu, maka tindakan menghijack warga ini bisa dikatakan sebagai tindakan everyday bagi warga ini.

Namun adanya hal ini membuat terjadinya benturan kepentingan antara penduduk tetap dengan pendatang. Ketika penduduk tetap ini melakukan kegiatan kumpul-kumpul di gang itu, mereka menganggap bahwa mereka berhak untuk memblok tempat itu. Karena gang itu mereka anggap seperti teras bersama mereka dengan tetangga depannya. Namun ketika pendatang melewati gang itu (yang sebenarnya akses public), pendatang akan merasa risih karena seperti memasuki area private dari suatu komunitas.

Namun adanya hal ini membuat terjadinya benturan kepentingan antara penduduk tetap dengan pendatang. Ketika penduduk tetap ini melakukan kegiatan kumpul-kumpul di gang itu, mereka menganggap bahwa mereka berhak untuk memblok tempat itu. Karena gang itu mereka anggap seperti teras bersama mereka dengan tetangga depannya. Namun ketika pendatang melewati gang itu (yang sebenarnya akses public), pendatang akan merasa risih karena seperti memasuki area private dari suatu komunitas.

Dan sekarang yang saya pertanyakan adalah kepentingan siapakah yang menjadi lebih penting, apakah kepentingan warga sekitar yang menggunakan gang itu sebagai area private komunitas mereka ataukah kepentingan pendatang yang sebenarnya memang berhak untuk melewati gang itu karena gang itu sebenarnya adalah akses public. Dari hal ini maka timbul pertanyaan mungkinkah everday dari sekelompok orang bisa menimbulkan intervensi pada kelompok yang lain? Apabila pertanyaan kepentingan siapakah yang lebih penting, dijawab dengan kutipan diatas maka jawabannya adalah kepentingan dweller setempat lebih penting karena merekalah yang melakukan tindakan everyday di tempat itu, bukan si pendatang yang hanya sekedar lewat.

Intervensi yang terjadi sangat bisa dirasakan ketika ada motor melewati gang ini, pengemudi motor ketika melewati tempat ini akan selalu merasa was-was karena takut menabrak anak-anak yang sedang bermain di gang ini.

Pemaknaan affordance warga pada gang itu membuat fungsi gang itu yang sebenarnya menjadi blur. Ada kemungkinan mungkin alasan urban planner ketika membuat gang ini tidak terlalu lebar (1m), adalah memang untuk kumpul-kumpul, sedangkan fungsinya sebagai akses hanya sebagai fungsi tambahan. Atau sebenarnya fungsi utamanya adalah akses, dan kegiatan kumpul-kumpul itu terjadi secara accidental karena persepsi warga pada gang itu adalah tidak hanya untuk akses namun untuk kumpul-kumpul.

Namun perubahan fungsi yang terjadi pada jalan ini membuat jalan ini mempunyai peran yang penting bagi warga ini. Dimana apabila gang ini diperlebar atau ditiadakan maka siklus everyday mereka akan berubah dan akan terasa ada yang missing pada aktivitas mereka. Kualitas ruang gang itu menjadi sangat intim bagi mereka, dimana mereka bisa bertemu,bertegur sapa, dan berkumpul dengan tetangganya hanya dengan keluar dari pintu rumah tanpa perlu berjalan jauh. Dan experience yang mereka rasakan ini lebih permanen dibandingkan experience pendatang yang hanya sekedar lewat. Lalu apa jangka waktu experience ini bisa dijadikan jawaban bahwa warga setempat lebih berhak untuk mengaplikasikan persepsi mereka pada tempat itu dibandingkan dengan persepsi pendatang yang hanya sementara?


3 Responses to “hijacking in architecture”


  1. 1 nikeveryday
    November 2, 2008 at 3:51 pm

    “…maka jawabannya adalah kepentingan dweller setempat lebih penting karena merekalah yang melakukan tindakan everyday di tempat itu, bukan si pendatang yang hanya sekedar lewat.” Bukankah sekedar lewat juga merupakan bentuk ‘dwell’ karena pendatang sering melewati jalan itu untuk menuju atau meninggalkan tempat tinggal mereka?
    “Ada kemungkinan mungkin alasan urban planner ketika membuat gang ini tidak terlalu lebar (1m), adalah memang untuk kumpul-kumpul, sedangkan fungsinya sebagai akses hanya sebagai fungsi tambahan. Atau sebenarnya fungsi utamanya adalah akses, dan kegiatan kumpul-kumpul itu terjadi secara accidental karena persepsi warga pada gang itu adalah tidak hanya untuk akses namun untuk kumpul-kumpul.”
    Saya lebih condong pada pilihan kedua, karena jika memang didesain untuk kumpul-kumpul, mengapa ia tidak memperhatikan motor-motor yang lewat yang justru membahayakan acara kumpul-kumpul itu? Penggubahan fungsi jalan yang semula berupa akses, menjadi tempat kumpul-kumpul adalah karena masyarakat tidak memiliki lahan lain yang bisa di-hijack menjadi tempat kumpul-kumpul. Namun saya ragu, jika benar-benar disediakan tempat berkumpul mungkin tidak akan terjadi hubungan yang seintim hubungan yang terjadi sekarang.

  2. 2 dikaudaya
    November 2, 2008 at 4:36 pm

    “The architectural everyday is the spatial practice dwellers, and raises the idea that cities might be produced by those who inhabit them” (Miles, 2000). jika dipandang dalam cakupan yang lebih luas, bukankan orang yang hanya melintas atau pendatang itu juga bisa dikatakan sebagai ‘those who inhabit’ tempat tersebut? kalau begitu, berarti jawabannya adalah kedua-duanya, warga setempat maupun pendatang sama-sama berhak atas jalan tersebut, namun yang berbeda disini adalah, warga setempat memperlakukan jalan tersebut sesuai dengan affordance-nya menurut mereka, sementara pendatang memperlakukan jalan itu sebagaimana fungsi seharusnya. affordance dari para warga dapat diwujudkan karena intensitas waktu keberadaan mereka di tempat tersebut memang tinggi. namun demikian, mereka memang menjadi orang yang ‘lebih banyak’ merasakan ‘berada di tempat’ itu. sementara itu, pendatang memang hanya ‘melintas’, namun demikian, mereka melintas di tempat yang memang berfungsi sebagai tempat perlintasan, berarti mereka pun tidak dapat disalahkan ataupun ditiadakan. jadi, yang perlu dipikirkan bukanlah siapa yang lebih berhak, tetapi bagaimana agar kedua hal ini tetap dapat terjadi tetapi antar keduanya bisa saling mendukung.

  3. 3 sesiliamona
    November 3, 2008 at 3:00 pm

    Kebetulan apa yang ditulis oleh r1ss disini memiliki sedikit kesamaan dengan tulisan saya yang berkaitan dengan everydayness dan disorder. Menurut saya jalanan tersebut memang pada awalnya dibuat sebagai akses. Jika melihat pada keadaan yang seharusnya terjadi adalah memang sebagai jalur pergerakan orang ataupun kendaraan. Jalanan sebagai akses dimana di dalamnya terdapat sesuatu yang bergerak. Namun ketika jalanan tersebut menjadi suatu ruang publik, maka akan terjadi kepentingan yang saling berbentur, karena terjadi privatisasi kepentingan di dalamnya (dijadikan suatu tempat berkumpul yang mengganggu pergerakan orang yang melintasinya) yang menciptakan suatu kondisi yang tidak sesuai order. Sebenarnya pertanyaannya bukanlah siapa yang perlu diutamakan kepentingannya. Tetapi bagaimana berbagai kepentingan tersebut dapat saling berkolaborasi hingga membentuk suatu kesatuan everyday yang memiliki cerita tertentu. Kita tidak tahu apakah ada cerita tertentu selain adanya keintiman yg terjadi di jalanan tersebut. Ataukah ada cerita lain yang tercipta ketika beberapa kepentingan tersebut saling bertemu?


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: