02
Nov
08

IF ARCHITECTURE IS A NEST, SO WHO IS THE ARCHITECT?

Arsitektur tidak perlu arsitek. Siapa yang butuh arsitek ketika seseorang bisa membuat rumahnya sendiri, suatu komunitas bisa membuat kampungnya sendiri, suatu society bisa membuat kotanya sendiri tanpa perlu menjawab siapa pembuatnya. Yang mana akan merujuk pada satu nama, satu identitas seseorang. Pada awalnya manusia membuat hunian karena kebutuhan akan tempat berlindung dari dinginnya malam, teriknya siang, dan hujan. Bukan… pada awalnya manusia tidak membuat tetapi menumpang, mencoba beradaptasi dengan alam seperti bersembunyi di gua dan tidur di atas pohon. Semakin lama kebutuhan manusia bertambah dan mereka menyadari, sehingga timbulah keinginan membuat suatu perlindungan, place to stay, membuat suatu “koma” dalam kehidupan mereka yang nomaden. Kemudian setelah hidup menetap, mereka membuat hunian, place to life, mengubah “koma” mejadi “titik”.

Cara dan teknik yang mereka temukan adalah sebuah proses trial and error yang sebelumnya tidak mereka dapatkan melalui bangku pendidikan tetapi naluri dan akal. Dimana kemudian mereka turunkan kepada anak cucu mereka. Inilah yang dikatakan unconsciousness architect. Ya mereka adalah arsitek bagi hunian mereka sendiri. Rumah saya pun tidak dirancang oleh seorang arsitek. Rumah saya tidak memiliki blue print. Rumah saya dibuat oleh beberapa tukang bangunan dimana denah dan ukurannya disketsa oleh orang tua saya. Dan adanya diskusi dan kerja sama antara ayah saya dan para tukang bangunan tersebut. Dan berdirilah rumah saya hingga sekarang. Jadi sebenarnya siapakah para arsitek itu? Apakah hanya orang-orang yang melalui jalur resmi seperti jalur pendidikan dan bersertifikat saja yang boleh disebut sebagai arsitek?

Arsitektur dalam keseharian seperti sebuah sarang yang dirancang dan dibangun tidak oleh seseorang saja tetapi sekelompok. Tidak hanya arsitek yang bersertifikat saja yang bisa tetapi juga arsitek yang bukan arsitek. Saya jadi teringat sejarah arsitektur Indonesia setelah Indonesia diproklamasikan. Bangunan-bangunan yang ada di Indonesia pada awalnya dirancang oleh arsitek belanda dan dikerjakan oleh orang-orang Indonesia yang berlatar belakang sekolah kejuruan. Ya.. bahasa kasarnya orang Indonesia sebagai kulinya. ketika Indonesia baru merdeka dan para arsitek belanda kembali ke Negara nya, bangsa Indonesia menyadari kurangnya jumlah arsitek negeri sendiri, maka mereka yang tadinya hanya menjabat sebagai asisten, tukang gambar, dan kuli bangunan berubah “panggilan” menjadi seorang arsitek. Kenapa harus menganggap sinis? Karena pada kenyataannya merekalah yang tahu bagaimana membangun dan merancang, tidak hanya arsitek sebelumnya. Mereka mendapatkan ilmu melalui pengalaman dan itu tidak salah. Mereka hanya tidak punya sertifikat bukan? Dan tidak jarang ilmu dan pengalaman yang tersimpan pada diri arsitek buan arsitek tersebut lebih hebat dibandingkan seorang arsitek. Jadi siapakah sebenarnya arsitek itu? Yang punya sertifikat atau ilmu? Bukan… pertannyaannya ditukar menjadi siapakah yanga anda pilih untuk membuat rumah anda, seorang expert yang berlatar belakang pendidikan atau pengalaman?


1 Response to “IF ARCHITECTURE IS A NEST, SO WHO IS THE ARCHITECT?”


  1. 1 yun1t4
    November 3, 2008 at 4:23 am

    Semua orang bisa menjadi arsitek bagi tempat tinggalnya sendiri. Hal ini dikarenakan setiap orang memiliki konsep berpikir yang berbeda-beda mengenai tempat tinggal mereka. Konsep itu bisa dalam bentuk tekstur, warna, arah, kebutuhan, dsb.
    Hal ini bisa terjadi di tempat yang ada di dalam rumah…misalnya kamar tidur…tanpa kita sadari kamar tidur kita akan berubah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kita…perubahan yang terjadi di kamar tidur tidak mengikuti aturan yang umum ada….
    misalnya kita tidak menggunakan meja untuk menaruh lap top, tetapi kita menggunakan tempat tidur untuk menaruh laptop….hal ini dipicu oleh kebiasaan untuk mengerjakan tugas di tempat tidur….


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: