29
Nov
08

Is it architecture?

Belakangan ini cukup banyak pembangunan-pembangunan town house, residence atau sejenisnya, dan hal ini membuat saya bertanya apakah town house dan residence ini termasuk ke dalam sebuah karya arsitektur? Karena jika saya perhatikan hunian-hunian yang berada di town house semacam itu jika dibandingkan dengan town house yang lainnya menurut saya hampir sama saja bentuk dan tampilan rumahnya atau bisa dikatakan bertipe minimalis yang sekarang ini sedang menjadi trend. Dan menurut saya town house dan residence ini seperti hanya mengadopsi bentuk-bentuk hunian tertentu kemudian diproduksi secara massal, lalu para developernya ‘membubuhi’ image dari town house tersebut dengan suatu merk seperti ‘mediteranian residence’ sehingga orang yang melihatnya menjadi terpengaruh. Padahal menurut saya itu hanyalah suatu strategi mereka untuk menarik minat orang-orang dan pada kenyataannya hunian mereka sama saja dengan residence lain yang mungkin mengangkat tema  berbeda.

Lalu kembali lagi pada pertanyaan saya apakah ini termasuk arsitektur? Jika memang arsitektur, berarti arsitektur itu dapat diproduksi secara massal sehingga keunikan yang seharusnya ada di dalamnya menjadi tidak terlihat lagi. Dan dengan kehadiran mereka menurut saya menjadikan para arsitek seperti tidak terlalu dibutuhkan lagi karena masyarakat tinggal datang ke residence tersebut lalu menempatinya, walaupun mungkin beberapa residence tersebut adalah rancangan arsitek.

Apakah sebenarnya yang mendorong semakin banyaknya bermunculan residence dan town house? dan apakah ketika merancang hunian pada suatu town house atau residence sama saja seperti halnya seorang arsitek merancang hunian untuk seseorang secara khusus? Bukankah penyama-rataan hunian-hunian pada residence atau town house akan mengurangi ekspresi dari orang yang tinggal di dalamnya, sehingga mereka tinggal atas dasar kebutuhan saja tetapi  hunian yang bagaimana yang sebenarnya mereka inginkan mungkin tidak di dapat di dalamnya.

Inikah yang termasuk ke dalam arsitektur?


3 Responses to “Is it architecture?”


  1. 1 ayushekar
    November 29, 2008 at 3:04 pm

    Pada awalnya di dataran eropa suatu rumah memiliki ciri sehingga dapat dibedakan antara rumah yang satu dengan yang lainnya melalui elemen dekoratif atau ornament. Suatu bangunan yang diberikan unsur ornament juga dapat memberitahukan status social penghuninya. Karena itu ada suatu pergerakan “ornament is crime” yang digagas oleh adolf loos. Ia menyatakan bahwa keindahan suatu bangunan bukan lah dilihat dari atribut dekorasi dan ornamentnya melainkan melaui “kemurnian” bangunan itu sendiri, dalam hal ini menbangun suatu bangunan yang polos. Tetapi tetap dapat membedakan identitas antara rumah yang satu dengan yang lainnnya.

    Namun ketika revolusi industry meledak maka segala Sesutu yang dapat dikerjakan oleh tangan kini dapat dikerjakan oleh mesin dan dapat memproduksi dalam jumlah missal dan sama. Hal inilah yang membuat banyaknya hunian serupa terbangun, karena bahan bakunya mudah didapat, murah dan jumlahnya banyak. Sehingga fenomena kesama-rataan terjadi dan berkembang hingga sekarang.

    Meskipun pada dasanya para pembuat residence tersebut menyediakan bentuk rumah dan façade yang sama, tetapi keinginansetiap penghuni untuk meng-identitaskan diri melalui rumah mereka tetap ada, misalnya melalui pemilihan cat, atau bahkan landscape halaman mereka.
    Jadi apakah mereka arsitektur? Ya. Bukankah arsitektur tidak hanya dilihat melaui rupa bangunan saja, tetapi juga aktivitas manusia yang terjadi, pengalaman ruang, utilitas bangunan, dan lainnya

  2. 2 r1ss
    December 7, 2008 at 12:14 pm

    Menurut saya, walaupun perumahan ini seperti menganut gaya-gaya Eropa, namun sebenarnya itu tidaklah seperti memindahkan bangunan yang sama persis yang ada di Eropa untuk diletakkan di Indonesia.Karena ketika developer ini menentukan tema seperti Mediteranian, maka tugas arsiteknya adalah bagaimana gaya itu bisa disesuaikan dengan Indonesia, baik dengan iklim maupun kondisi sekitar baik kondisi sosial maupun alam.Sehingga muncullah mediteranian ala arsitek Indonesia yang cocok untuk daerah Indonesia. Dan menurut saya arsitektur dalam hal ini juga cukup menarik. Karena arsitektur menurut saya mempunyai cakupan yang sangat luas. Dan itu tidaklah harus hanya membangun bangunan-bangunan yang unik. Karena arsitektur berkaitan dengan manusia di sekelilingnya. Sehingga yang harus lebih dipertanyakan dari gaya bangunan Eropa itu, menurut saya bukanlah keunikan arsitekturalnya namun adalah bagaimana gaya Eropa itu bisa menyesuaikan apa yang ada di Indonesia.

  3. 3 notjusthenny
    December 8, 2008 at 8:39 pm

    Sebenarnya ini kembali lagi ke pengertian kita terhadap arsitektur.
    Apa arsitektur itu hanya mengenai bentuk? Apa keunikan sebuah arsitektur hanya dilihat dan dinilai berdasarkan bentuk fisiknya saja?
    Saya yakin kita sama-sama berpendapat bahwa arsitektur tidaklah sesempit itu. Arsitektur tidak hanya berbicara mengenai bentuk bangunan secara fisik. Itu hanya salah satu bagian kecil dari lingkup arsitektur. Arsitektur juga berbicara mengenai ruang, bagaimana manusia menggunakan ruang, bagaimana ruang mewadahi kehidupan manusia. Jadi selama suatu, katakanlah, bangunan dapat mewadahi manusia dalam berkegiatan dan berkehidupan, itu sudah merupakan suatu arsitektur.
    Mengenai generalisasi yang menjadi objek di atas, bukan berarti penyamaan bentuk dan (mungkin) progran arsitektur membuat arsitektur tersebut menjadi tidak unik. Karena arsitektur tidak hanya sebatas ketika suatu bangunan selesai dirancang, tetapi berlanjut hingga bangunan tersebut didiami (occupied) oleh penghuninya. Dalam kasus townhouse dan residence yang memiliki kesamaan bentuk fisik, keunikannya menurut saya muncul justru setelah bangunan tersebut didiami. Hal ini terjadi karena perlakuan penghuni yang satu mungkin berbeda dengan perlakuan penghuni yang lain terhadap hunian yang sama tadi.
    Hal ini kemudian yang menyebabkan terjadinya identifikasi terhadap hunian-hunian pada townhouse/residence yang sering kita lihat terjadi, di mana setiap orang membuat sesuatu pada huniannya agar terlihat berbeda dari hunian-hunian tetangganya.
    Bukankah ini menunjukkan bagaimana ekspresi masing-masing penghuni terhadap huniannya?
    Berarti generalisasi bukan berarti meniadakan ekspresi personal penghuninya, kan? Bukankah dari sini sudah muncul keunikan dari tiap-tiap hunian yang awalnya berbentuk sama itu?
    Bukankah ini juga merupakan suatu bentuk tanggapan manusia terhadap ruang yang mewadahinya?
    Dengan demikian, bukankah townhouse dan residence sebagai hasil dari generalisasi juga merupakan suatu produk arsitektur?


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: