02
Dec
08

“Arsitek Sejati”

Belajar sebagai mahasiswa arsitektur membuat saya banyak dipertemukan dengan banyak hal yang sifatnya sangat konseptual dan filosofis seputar dunia arsitektur itu sendiri. Pertanyaan-pertanyaan seperti:

WHAT: apa itu arsitektur? apa yang dilakukan seorang arsitek? apa itu ruang? apa itu keindahan?

WHO: siapa itu arsitek? siapa yang memerlukan arsitektur?

WHEN: kapan arsitektur itu hadir? kapan seseorang disebut sebagai seorang arsitek? kapan ruang itu hadir?

WHY: mengapa ada arsitektur? mengapa keindahan hadir dalam arsitektur?

HOW: bagaimana arsitektur bekerja?  bagaimana ruang itu hadir dalam arsitektur? bagaimana keindahan itu diimplementasikan dalam arsitektur?

adalah sebagian dari banyak pertanyaan yang cukup mendasar untuk diketahui jawabannya terlebih bila kita menjadi bagian di dalam dunia arsitektur itu sendiri.

Dalam kuliah, beberapa mata kuliah seperti metode perancangan arsitektur dan studio perancangan arsitektur menjadi mata kuliah yang sangat dominan di kampus. Mata kuliah ini sepertinya juga menjadi mata kuliah dominan di semua jurusan arsitektur yang saya ketahui.  Sehari-hari, kata-kata seperti ‘merancang,‘perancangan’, dan ‘desain’ sepertinya menjadi kata kerja yang cukup dominan dalam komunikasi kami antar mahasiswa maupun dengan dosen. Kata kerja yang juga mungkin dapat menggambarkan pekerjaan utama seorang arsitek.

Namun, apa yang sebenarnya dilakukan oleh arsitek dalam hidupnya, yang membuatnya menjadi seorang ‘arsitek sejati’,..

Apakah Hidup untuk merancang ???

Ataukah Merancang untuk hidup ???

Apa mungkin Merancang untuk hidup merancang ???

Atau mungkin juga Hidup untuk merancang hidup ???


7 Responses to ““Arsitek Sejati””


  1. 1 yun1t4
    December 5, 2008 at 10:58 am

    Seseorang bisa disebut sebagai seorang arsitek sejati adalah orang yang memiliki kemauan dan keinginan untuk mengembangkan kemampuannya dalam perancangan. Kemampuan yang dikembangkan itu bukan diperuntukan untuk diri sendiri tetapi diaplikasikan juga untuk masyarakat. Mungkin hal ini terdengar klise. Sebagai seorang arsitek, kita akan lebih puas kalau karya yang kita buat berguna bukan hanya untuk seseorang atau komunitas kecil tapi juga digunakan untuk komunitas yang lebih besar.
    Seorang arsitek juga harus bersedia untuk menerima berbagai tantangan dalam perancangan, menerima masukan , dan menerima kritik yang datang sehingga karya yang kita buat memiliki kualitas yang bagus.
    Arsitektur itu bisa hadir tanpa melalui tangan seorang arsitektur. Orang biasa yang tidak mempelajari arsitektur itu apa juga bisa menghadirkan ruang. Misalnya orang-orang yang menyukai grafiti mencoret-coret grafiti mereka di bagian bawah jalan tol ( bagian struktur penyangga ). Pada awalnya bagian itu hanya berfungsi sebagai penyangga tetapi dengan hadirnya grafiti di bagian dindingnya maka terciptalah ruang yang memamerkan kreativitas komunitas tertentu.

  2. 2 r1ss
    December 7, 2008 at 12:39 pm

    Seorang arsitek sejati adalah seseorang yang bisa menciptakan kehidupan didalamnya dan berdampak positif untuk kehidupan di sekelilingnya. Seringkali ketika merancang seorang arsitek mengaplikasikan ego perancang mereka untuk membuat sesuatu yang indah dan futuristik, dan ego inilah yang biasanya mengalahkan apa yang sebenarnya dibutuhkan di tempat itu. Ketika ego ini bisa dikendalikan dan disesuaikan dengan kebutuhan yang sebenarnya maka arsitek itu bisa dikatakan dapat menyeimbangkan antara “needs” dengan “wants”. Dan ketika kesimbangan ini bisa dicapai oleh arsitek maka ia bisa dikatakan sebagai arsitek sejati.
    Sehingga ketika antara “needs” dan “wants” ini bisa diseimbangkan maka menurut saya akan muncul keunikan dalam designnya namun keunikan itu juga yang sangat sesuai untuk memenuhi isu yang ada di tempat itu.

  3. 3 notjusthenny
    December 8, 2008 at 9:16 pm

    Hmm…wacana yang menarik…
    Jika keempat pertanyaan terakhir adalah option yang harus dipilih, maka saya pikir saya akan memilih pernyataan yang terakhir. ‘Arsitek sejati hidup untuk merancang hidup’.
    Dalam profesinya sebagai seorang perancang, arsitek tidak hanya sebatas merancang bangunan atau tempat tertentu, tapi juga merancang ruang untuk manusia berkegiatan di dalamnya. Rancangan ini, ketika sudah digunakan dan didiami oleh manusia, kemudian akan mempengaruhi bagaimana manusia yang ada dan diam di dalamnya hidup dan berkegiatan sehari-hari.
    Oleh karena itu, ketika merancang, sang arsitek harus benar-benar mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi terhadap hasil rancangannya nanti, terkait dengan perilaku manusia yang akan mendiaminya. Sang arsitek harus dapat memprediksi apa yang terjadi jika ia membuat suatu ruang tertentu, bagaimana manusia akan merespon ruang tersebut, apakah kemudian ruang yang didisainnya menimbulkan efek positif atau negatif terhadap manusia yang mendiaminya dan terhadap konteks lingkungan sekitarnya, atau ruang yang didisainnya malah memunculkan kemungkinan-kemungkinan perilaku spasial yang diluar perkiraannya sebelumnya sehingga keseluruhan rancangan bukannya membawa hasil yang baik namun menimbulkan dampak negatif (seperti pada kasus Pruitt Igoe). Jadi bagaimana kehidupan manusia yang akan berlangsung di dalam suatu ruang tergantung pada bagaimana arsitek merancang ruang itu, kan? Dan arsitek sejati adalah arsitek yang mendedikasikan hidupnya agar ruang yang dirancangnya benar-benar dapat mewadahi kehidupan manusia dengan baik dan optimal, tanpa mengutamakan ego personal arsitek yang menomorduakan kebutuhan calon occupant ruang yang didisainnya.

  4. 4 def1
    December 14, 2008 at 11:00 am

    Menurut saya arsitek sejati itu adalah apabila dalam hidupnya ia dapat selalu peka dengan apa yang terjadi di sekitarnya, baik itu yang terlihat secara fisik maupun tak terlihat (sehingga perlu suatu kepekaan yang lebih dalam lagi) dan ia mampu memberi solusi terhadap permasalahan tersebut kemudian menyelesaikannya dengan salah satunya adalah merancang. Bukankah selama ini kita merancang didasarkan atas suatu masalah atau katakanlah kita mencari sebuah isu yang muncul kemudian dari situ isu tersebut kita olah dan kita cari penyelesaiannya. Namun penyelesaian yang ia berikan tentunya tidaklah terlepas dari aspek manusia.

  5. 5 arwn
    December 26, 2008 at 10:07 pm

    menurut saya seorang arsitek sejati akan dapat terlihat dari perilaku kesehariannya, karena dari perilaku kesehariannya itu tercermin pola pikirnya. Maka dari itu seorang arsitektur sejati tidak dapat dilihat melulu melalui ‘hasil rangcangannya’. Seorang arsitek menurut saya adalah orang yang selalu membuka ‘jalan nya’ sendiri, menentukan arah tujuannya sendiri, dari maka itu ia harus mempunyai prinsip dasar yang kuat. Tapi di samping itu seorang arsitek juga sudah harus mempunyai pikiran terbuka dalam menerima masukan dari lingkungannya.
    Ada juga yang mengatakan jika arsitek itu harus pandai beragumentasi, tapi menurut saya hal ini tidak bisa dijadikan patokan utama seorang dikatakan arsitek sejati. Apa gunanya bila arsitek itu pandai beragumentasi dan mengeluarkan teori-teori, tetapi pada kehidupan keseharian itu senua hanyalah KEBOHONGAN dari dirinya. Hal ini sama saja menjerumuskan orang-orang disekitarnya.
    Jadi Menurut saya seorang arsitek sejati itu pertama-tama harus JUJUR, sehingga karya-karya nya juga mencerminkan kejujuran itu dan tidak menjerumuskan orang disekitarnya.

  6. 6 kie
    January 9, 2009 at 9:50 am

    kata orang ah teori…tar di lapangan banyak hal yang harus dipelajari lebih banyak
    hal yang tidak pernah kita kira dan rasakan di bangku kuliah..
    semua ada baik buruknya..
    ambil hikmah dari setiap kejadian…

    sukses selalu de…

  7. April 2, 2009 at 4:03 am

    Menurut tetangga saya..
    arsitek sejati adalah orang yang mampu menjawab dan mengatasi masalah
    melalui rancangan dan karya nyata.. sekecil apapun solusinya..


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: