26
Dec
08

Arsitek dan Publik

Kegiatan workshop Education Care Unit yang berlangsung pada tanggal 18 Desember 2008 dilakukan di salah satu SD yang terletak di daerah Srengseng Sawah. Kegiatan kali ini bertemakan “Rumah Sehat” dan sebagai sasarannya adalah para murid kelas empat. Mereka dibagi menjadi 6 kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari sekitar 6 anak. Mereka dibimbing oleh satu sampai dua orang fasilitator. Dimana fasilitator ini membimbing mereka untuk nantinya memahami apa dan bagaimana yang dimaksud dengan rumah sehat tersebut.

Kegiatan ini dibagi menjadi dua bagian yakni  pertama mereka diberi pertanyaan terlebih dahulu mengenai rumah mereka masing-masing dan bagian kedua mereka diminta untuk membuat model dengan mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh dibagian pertama. Pada bagian pertama ini merupakan sebuah pengantar bagi mereka untuk memahami rumah sehat mulai dari lingkungan terdekat mereka. Mereka diminta untuk dapat mengenal lingkungan rumah mereka sendiri sekaligus menilai sejauh mana rumah mereka mampu memberikan kenyamanan bagi mereka yang tinggal di dalamnya. Terkadang kita merasakan sesuatu tetapi kita tidak pernah menyadari atau mungkin tidak peduli mengapa kita dapat merasakan sesuatu tersebut, apa yang sebenarnya membuat kita dapat merasakan demikian. Hal inilah yang menjadi pembahasan pada kegiatan workshop ini. Pertanyaan yang diberikan kepada para murid mencoba untuk menjadikan mereka berpikir kembali mengenai apa yang ada disekitar mereka yang paling dekat namun seringkali diabaikan.

Disini kami sebagai mahasiswa arsitektur mencoba untuk berpartisipasi dan terjun langsung ke dalam masyarakat yang dimulai dari sekelompok kecil dalam sebuah komunitas yaitu murid-murid sekolah dasar. Memberikan pengarahan dan pemahaman kepada mereka mengenai sebuah syarat bagi seseorang untuk dapat hidup dan tinggal dalam lingkungan yang sehat. Karena ketika seseorang memilih untuk berdiam/tinggal di suatu tempat, hal pertama yang mereka pertimbangkan adalah bagaimana tempat tersebut mampu mendukung dan memenuhi keberlangsungan hidup mereka dalam arti memberikan hidup yang sehat bagi mereka.

Untuk dapat mengerti dan memahami suatu rumah sehat, mereka sebelumnya harus mengetahui apa yang membentuk rumah sehat, unsur-unsur apa yang harus ada. Maka disini sebagaimana peran seorang arsitek mereka tidak hanya merancang sesuatu begitu saja tetapi bagaimana sesuatu itu nantinya mampu mendukung dan memberi manfaat bagi orang yang menggunakannya. Karena peran arsitek itu tidaklah terlepas dari manusia dan atau masyarakat, mereka akan selalu berhubungan dengannya. Oleh karena itu pada workshop ini, kami mencoba untuk memberi pemahaman apa saja yang diperlukan oleh mereka dalam kehidupan sehari-harinya demi kenyamanan  mereka tinggal. Apa yang mereka rasa nyaman, yang tidak nyaman dan mengapa demikian. Kami mencoba untuk membuka pikiran mereka, membiarkan mereka berpikir dari diri mereka sendiri. Dan dari situ kemudian mereka akan mulai memahami apa yang sebenarnya mereka perlukan dan bahwasanya secara tidak sadar apa yang mereka rasakan pada lingkungan rumah mereka adalah merupakan hasil dari proses merancang yang melibatkan diri mereka.

Berbekal dari pengetahuan yang mereka dapat, dimana pengetahuan tersebut mereka perolah berdasarkan pengalaman mereka sendiri, mereka kemudian diminta untuk mengaplikasikannya kedalam sebuah model rumah sehat. Dalam proses merancang bagi seorang arsitek, mereka memegang standar-standar tertentu yang terkait dengan kenyamanan bagi manusia yang tinggal di dalamnya, tanpa pengetahuan yang mereka miliki mungkin mereka dapat saja merancang semau mereka tanpa memperhatikan aspek manusia dari sudut pandang orang lain.

Maka dari itu sebagai seorang arsitek peran mereka akan selalu terkait dengan manusia didalamnya, arsitek sebagai orang yang memfasilitasi kehidupan mereka. Dan mereka perlu melibatkan masyarakat tersebut dalam proses merancang, memperhatikan seluruh aspek tidak hanya menurut cara pandang dan pikir mereka sendiri tetapi dari sudut pandang masyarakat (pengguna) nya sendiri.


0 Responses to “Arsitek dan Publik”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: