26
Dec
08

Kolaborasi arsitek dan masyarakat dalam proses desain

Dalam kegiatan workshop bersama Education Care Unit saya mempelajari bahwa seorang arsitek tidak dapat menghasilkan sesuatu bagi masyarakat hanya berdasarkan apa yang dimiliki ataupun kemauan dari si arsitek itu sendiri. Workshop yang diadakan dengan sekelompok anak SD ini merupakan gambaran kecil tentang bagaimana arsitek dengan masyarakat berkolaborasi dalam sebuah proses desain untuk menghasilkan sesuatu. Pada sebuah proses desain, keterlibatan masyarakat menurut saya menjadi hal yang sangat penting selain arsitek yang merancang itu sendiri. Mengapa demikian? Karena disini, masyarakat sebagai user lah yang nantinya lebih akan merasakan apa yang dibuat itu. Dilain pihak, apa yang dibuat itu juga seharusnya merupakan apa yang mereka butuhkan. Dengan dilibatkannya masyarakat dalam sebuah proses desain, arsitek akan memahami apa saja yang terjadi pada masyarakat pengguna, bagaimana pola pikir mereka, juga apa yang mereka inginkan sehingga pada akhirnya apa yang dibuat itu tidak menjadi sesuatu yang tidak dikenal atau bahkan tidak dibutuhkan oleh masyarakatnya. Sementara itu, dengan dilibatkannya masyarakat dalam sebuah proses desain, mereka akan lebih memahami apa yang menjadi dasar pembuatan sesuatu. Adanya arsitek yang ikut berpartisipasi didalamnya juga membantu masyarakat untuk memahami hal-hal yang sebenarnya cukup penting untuk ada dalam suatu hasil desain tapi mungkin selama ini tidak disadari oleh masyarakat sehingga akhirnya dapat juga memberikan pemahaman baru bagi masyarakatnya. Partisipasi masyarakat dalam proses desain pada akhirnya juga membuat masyarakatnya memiliki keterikatan lebih terhadap produk desain yang dihasilkan karena terdapat sumbangan pemikiran mereka didalamnya.

Dalam workshop ini, saya yang bertugas sebagai fasilitator yang memimpin diskusi dengan sekelompok anak tentang rumah sehat. Diawal diskusi saya memancing mereka untuk berpikir tentang bagaimana kriteria sebuah rumah yang dikatakan sehat. Cukup beragam jawaban yang muncul dari pertanyaan-pertanyaan yang diberikan selama diskusi ini. Pada proses diskusi ini juga saya meluruskan pengertian-pengertian salah yang selama ini dianut beberapa dari mereka. Selain itu dengan bekal materi yang diberikan mereka juga dituntun untuk memahami hal-hal baru tentang rumah sehat yang selama ini belum dimengerti, disadari dan dipahami. Inilah yang saya maksud dengan peranan arsitek terhadap masyarakat dalam proses desain. Berdasarkan pemahaman yang didapat, masyarakat dan arsitek bersama-sama dapat menyadari permasalahan yang ada dan kemudian juga mencari solusi untuk permasalahan yang dihadapi itu. Arsitek dan masyarakat dapat saling bertukar pemikiran untuk mencari solusi bagi masalah yang ada itu.

Pada tahap berikutnya setelah diskusi, peserta workshop diajak untuk membuat maket rumah sehat rancangan mereka sendiri dengan berbekal pengetahuan dan solusi yang sebelumnya dibicarakan dalam diskusi. Proses ini sebenarnya merupakan semacam simulasi dari proses pembangunan rumah sehat. Namun yang menarik dari proses ini adalah disini selain membuat rumah sehat sesuai kriteria yang dibicarakan sebelumnya, disini anak-anak juga dibebaskan untuk membuat dan menghias rumahnya sesuai dengan keinginan mereka masing-masing. Karena pembuatan rumah-rumah yang pada dasarnya menjawab keinginan mereka masing-masing, akhirnya saya melihat mereka sangat puas dan bangga dengan rumah-rumah rancangan mereka sendiri itu. Akibatnya rasa kepemilikan terhadap karya mereka sendiri pun tampak lebih tinggi. Hal ini dapat saya lihat perbandingannya pada anak yang benar-benar membuat sendiri rumahnya sesuai dengan keinginannya dengan seorang anak yang cenderung kurang aktif sehingga akhirnya rumah yang dibuat dibantu oleh teman-temannya. Anak yang kurang aktif itu tampak lebih tidak sebangga dan terikat dengan rumahnya itu dibandingkan dengan anak yang aktif ketika rumah-rumah buatan mereka itu dipamerkan.

Pada akhirnya, menurut saya proses ini akan berhasil bila tidak hanya arsitek, tetapi dari masyarakatnya sendiri juga berperan aktif sejak awal proses diskusi karena menurut saya proses diskusi ini merupakan proses yang sangat penting pengaruhnya karena disinilah tukar pikiran antara arsitek dan masyarakan sebagai ‘calon pengguna’ terjadi.


0 Responses to “Kolaborasi arsitek dan masyarakat dalam proses desain”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: