26
Dec
08

Should they think imaginatively or realistically?

Sebagai mahasiswa arsitektur kita belajar bagaiamana mendesain atau merancang sesuatu dan hal ini selalu terkait erat dengan manusia. Tetapi ketika merancang ini terkadang kita seringkali menggunakan imajinasi kita, keinginan untuk membuat sesuatu yang ‘menakjubkan’. Namun terkadang imajinasi kita tidak seluruhnya dapat diwujudkan

Dalam hal ini sebenarnya saya mempertanyakan ketika masih dalam proses pembelajaran, sebenarnya yang diperlukan adalah kekreativitasan kita dalam merancang atau berpikir secara realistik. Karena terkadang jika kita berpikir realistik kita merasa terbatasi dan  menjadikan kita takut untuk berpikir lebih luas. Akan banyak sekali mungkin hal yang tidak  dapat dengan mudahnya terwujudkan. Dan akan banyak hal yang harus kita pertimbangkan mulai dari struktur, utilitas, dll. Tetapi sebenarnya jika yang saya lihat justru selama saya sebagai mahasiswa arsitektur yang dituntut kepada kami adalah kami mampu merancang sesuatu yang terlihat unik, yang berbeda dan seringkali istilah kita harus ‘out of the box’, dan ketika saya pikirkan kembali ya seorang arsitek memang harus demikian. Selain itu konsep dari merancang tersebut dapat dikatakan haruslah kuat. Sehingga terkadang yang terjadi adalah kuat di konsep tetapi dilihat dari desain biasa saja. Atau kita mencoba merancang sesuatu yang unik tetapi jika dipikirkan kembali rasanya tidak realistik.

Padahal jika kita masuk ke dunia kerja, semuanya adalah realistik, segala imajinasi kita selama kuliah mungkin tidak dapat dengan mudahnya kita aplikasikan. Jadi sebenarnya sebagai seorang arsitek sejauh mana kita dapat menggunakan imajinasi kita dan seberapa besar kita harus berpikir secara realistik. Atau sebenarnya ketika saya berbicara antara imajinasi dan kreativitas adalah merupakan 2 hal yang berbeda?

Jadi jika saya mencoba untuk berpikir kembali mengenai hal di atas menurut saya bagi seorang arsitek dalam proses merancang ada beberapa hal yang terkandung didalamnya antara lain manusia / masyarakat, imajinasi / kreativitas dan kemudian dikaitkan dengan perwujudannya di lapangan (apakah realistik atau justru menjadi tidak kontekstual). Namun seperti yang telah dikatakan jika harus mengkaitkan antara imajinasi dan sesuatu yang realistik, imajinasi tersebut menjadi terbatas.


0 Responses to “Should they think imaginatively or realistically?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: