31
Dec
08

Partisipasi Masyarakat dalam Kehidupan Majemuk

Indonesia sebagai masyarakat yang majemuk, masyarakat yang memiliki berbagai macam latar belakang dan kebudayaan. Dengan berbagai kebudayaan ini mampukah tiap masyarakat untuk berpartisipasi, bagaimana ketika kemajemukan ini dipertemukan dengan suatu kepentingan pengembangan tertentu? Kemajemukan adalah identitas bangsa kita, dan itu adalah sesuatu yang harus dibanggakan selain sekedar dipertahankan saja. Karena itu partisipasi menjadi penting untuk hadir dalam masyarakat yang majemuk agar setiap masyarakat mendapat porsi yang sama, tanpa suatu generalisasi yang akhirnya mengikis kemajemukan dan identitas kita sendiri.

Saya teringat akan adanya tingkatan dalam partisipasi, yang terendah adalah masyarakat hanya diberitahu tanpa adanya suatu kerjasama. Dan inilah gambaran masyarakat kita, pemberitahuan tanpa suatu penjelasan, tanpa adanya kesempatan untuk suatu timbal balik. Dan bahaya dari hanya memberi-tahu ini adalah suatu tindakan mengambil keputusan yang diperoleh hanya dari suatu pihak tanpa menyadari bahwa keputusannya itu punya akibat bagi masyarakat yang lain, sebagai akibat dari kehidupan masyarakat yang mejemuk. Suatu keputusan yang diambil sendiri hanya mampu memenuhi keperluan suatu pihak saja, menyederhanakan masalah, mengenerlisasi kemajemukan kita sendiri. Bahayanya adalah lama-kelamaan kemajemukan kita akan hilang karena suatu tindakan penyederhanan masalah.

Namun pertanyaan selanjutnya adalah seberapa siapkah masyarakat kita untuk berpartisipasi? Ketika partisipasi itu hadir dalam kemajemukan, maka berbagai kepentingan dan pengetahuan akan saling beradu. Partisipasi membutuhkan suatu modal, perlu ada value yang mereka punya dan mereka bisa bawa ke dalam masyarakat. Salah satu modal ini adalah pendidikan. Namun membicarakan fakta pendidikan Indonesia mungkin saya tidak bisa berkata banyak selain perlu banyak peningkatan disana-sini. Hal inilah yang dilihat oleh ECU (education care unit).

Pengetahuan adalah value yang bisa kita bawa dalam partisipasi. Sehingga partisipasi itu dapat berkembang dengan banyaknya pengetahuan atau value yang masyarakat miliki. Semakin banyak pengetahuan yang terlibat maka akan semakin banyak pertimbangan dan pihak pengambil keputusan dapat sadar bahwa kepentingannya itu berdampak pada banyak pihak. Sehingga dengan adanya modal yang masyarakat punya maka masyarakat menjadi lebih tanggap akan permaslahan yang ada, masyarakat sudah mengerti akan issue-isue yang terjadi diseputar permasalahan itu. Bukan seperti tingkat partisipasi pemberitahuan dimana karena masyarakat tidak mengerti maka pembuat keputusan juga tidak mendapatkan timbal-balik dari masyarakat karena masyarakat tidak tahu ada suatu maslah yang terjadi.

Namun ada hal yang lebih penting dari pada sekedar ilmu pengetahuan, itu adalah sikap kritis yang ditanamkan. Sikap kritis adalah modal dasar yang paling penting dalam partisipasi masyarakat yang majemuk, dan saya melihat ECU juga bergerak dari hal ini. ECU bergerak dengan membawa anak-anak untuk berdiskusi dan memikirkan penyebab-penyebab dari suatu masalah dengan sikap kritis. Adanya sikap kritis membuat semua pihak ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, adanya sikap untuk selalu mempertanyakan sesuatu dan ketika adanya suatu keputusan maka masyarakat siap memberi timbal-balik. Dengan adanya sikap kritis maka masyarakat akan sadar ketika keputusan itu adalah keputusan yang mengeneralisasi dan menghilangkan kemajemukan mereka, sikap kritis itu yang akan bertindak. Sikap kritis yang membuat partisipasi itu lebih berkembang, karena ketika semua orang bersikap kritis maka tidak ada pihak yang lebih berdiri sendiri dan menghilangkan kepentingan yang lain.

Maka dalam masyarakat yang majemuk, dengan adanya sikap kritis dan value yang dibawa partisipasi dapat terjadi dan akan ada suatu keputusan yang bisa diambil dengan melihat masalah itu lebih luas dan merata pada semua pihak. Sehingga identitas bangsa ini tidak hilang karena masyarakatnya sendiri yang tidak siap untuk berpartisipasi.


0 Responses to “Partisipasi Masyarakat dalam Kehidupan Majemuk”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: