26
Oct
09

Partisipasi?

Participatory design is an approach to design that attempts to actively involve the end users in the design process to help ensure that the product designed meets their needs and is usable. It is also used in urban design, architecture, landscape architecture and planning as a way of creating environments that are more responsive and appropriate to their inhabitants and users cultural, emotional, spiritual and practical needs. It is important to understand that this approach is focused on process and is not a design style. (http://en.wikipedia.org/wiki/Participatory_design)

Participation: involvement in an activity (Oxford Learner’s Pocket Dictionary Fourth edition)

Melihat kuotasi di atas, terlihat adanya dua kata kunci yakni involve-involvement yang secara harfiah dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai terlibat-keterlibatan. Dua kata kunci inilah yang akan membawa kita dalam memahami pengertian partisipatif dalam sebuah desain. Seberapa jauhkah kita melibatkan pihak-pihak terkait dalam merancang sebuah karya arsitektural? Lalu, siapakah pihak-pihak tersebut? Pengguna, pengusul gagasan, atau mungkin pemilik kebijakan?

Di sini saya akan coba menceritakan sedikit pengalaman saya dan beberapa teman dalam sebuah proyek perancangan desain partisipatif. Dalam proses perancangan ini, ada tiga pihak utama yang terlibat yakni perancang, pengguna desain, dan juga penggagas/pengusul perancangan. Pada tahap awal, kami berhubungan dengan penggagas perancangan yang memiliki kepentingan khusus dengan terwujudnya rancangan yang akan kami buat. Kami diberitahu mengenai visi yang diusung untuk proyek kali ini yang kebetulan adalah sebuah sekolah. Pada tahap berikutnya, kami pun terjun ke lapangan untuk mengumpulkan data dari penduduk setempat mengenai kultur, keadaan alam, hingga pada pandangan warga ataupun siswa terhadap keberadaan sekolah.

Data-data yang dikumpulkan dan diolah, kembali kami presentasikan di depan warga dan para penggagas untuk mendapatkan masukan tambahan mengenai desain. Dalam tahap ini, kami dibuat bingung terutama oleh penggagas yang tampaknya tidak begitu sepaham dengan metode partisipatif yang dijalankan. Di sini terlihat bahwa semua pihak ingin berbicara. Namun, tidak semua pihak yang dapat dimenangkan. Kami pun pada akhirnya memutuskan untuk memenangkan pengguna desain karena sudah merupakan hakekat berarsitektur di mana pengguna lah yang akan merasakan dampak desain secara langsung.

Hal ini persis seperti yang dijelaskan pada kuliah everyday and architecture mengenai partisipasi. Pihak-pihak yang terkait dalam sebuah perancangan seringkali tidak hanya melibatkan arsitek dan pengguna, tetapi juga pemilik kebijakan atau mungkin pemilik dana. Semua pihak ingin menang, namun hal itu tak mungkin terlaksana. Benarkah demikian? Kalau anda, mana yang akan anda menangkan?

-mando-


0 Responses to “Partisipasi?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: