04
Nov
09

Tukang Gorengan juga Cinta Lingkungan…

Hampir setiap hari saya melihat pedagang gorengan yang berjualan,

di depan pintu kutek (teknik ui) atau tepatnya di depan kosan Pokus…

Hampir seluruh mahasiswa yang ngekos di wilayah kutek tahu akan keberadaan

pedagang gorengan yang sering disebut dengan gorengan pokus ini…

Mungkin dalam keseharian, kita kurang  melihat sisi lain dari apa yang dilakukan pedagang gorengan ini…

Sebagai konsumen, biasanya kita hanya datang, memilih gorengan, membayar, mengambil gorengan,

dan setelah itu pergi meninggalkan pedagang gorengan tersebut…

Apabila kita kembali melihat apa yang di lakukan si pedagang ketika melayani kita saat membeli.

Kita pasti melihat, setelah kita memilih gorengan maka sang pedagang akan langsung

memasukkan gorengan yang kita pilih ke dalam kantung kertas.

Kantung kertas tersebut terbuat dari kertas yang sudah tidak terpakai lagi, lalu di lem

sedemikian rupa sehingga membentuk suatu kantung yang terbuat dari kertas.

Ingatkah? ketika isu Global Warming merebak? penggunaan plastik sebagai kantung,

diduga menjadi suatu hal yang mendukung semakin menjadinya Global Warming tersebut.

Dan penggunaan kantung kertas pun menjadi salah satu solusinya, selain dapat mendaur

ulang kertas bekas yang beredar pada masyarakat, bahan kertas pun dinilai lebih aman

untuk kesehatan tubuh manusia, dan penggunaan kantung plastik pun dapat ditekan.

Nah, tanpa disadari dalam keseharian kita, pedagang gorengan pokus tanpa mereka

sadari sudah turut berpartisipasi dalam gerakan mencintai lingkungan.

Dengan menggunakan kantung kertas daur ulang sebagai wadah gorengan para pembeli.

Namun, sangat disayangkan, mungkin karena sesungguhnya pedagang gorengan ini

belum sadar bahwa mereka telah melakukan hal yang baik dan tepat bagi lingkungan.

Setelah mereka membungkus gorengan dengan kantung kertas, kantung kertas berisi gorengan tersebut

dibungkus ‘LAGI’ dengan kantung plastik. Haha… sungguh sangat disayangkan yaaa….


2 Responses to “Tukang Gorengan juga Cinta Lingkungan…”


  1. 1 iishrynt
    December 6, 2009 at 6:14 pm

    hal-hal kecil terkadang luput dari perhatian kita. memang sayang sekali hal yang dilakukan oleh pedagang gorengan. setelah menggunakan kertas lalu dimasukkan kedalam plastik..
    diperlukan adanya sosialisasi dari pihak lain (contohnya Mahasiswa) untuk mensosialisasikan isu global warming ini. mungkin para mahasiswa arsitektur bisa mendesain sebuah kantung yang terbuat dari kertas daur ulang untuk tukang gorengan ini?? why not?

  2. 2 agungsetyawan89
    December 9, 2009 at 3:18 am

    alasan fungsional, dan murah
    kenapa pakai plastik dan kertas, agar bisa dijinjing, dan minyak dari gorengan tidak mudah menyebar kemana-mana.
    selain itu gorengan[berminyak banyak] akan tercemar jika langsung kena plastik. plastik hitam kan ya? plastik itu terbuat dari minyak bumi, dan tidak tahan terhadap zat yang berminyak.
    kalu mau langsung pake plastik, ada juga plastik yang tahan minyak atau santan. itu yang berwarna bening.
    jika dibandingkan akan jadi lebih murah kertas[bekas] dengan plastik hitam daripada bila menggunakan plastik bening yang tahan minyak. apa lagi kalau cuma untuk sekali pakai.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: