25
Nov
09

Beauty Vs Ugly

Berbicara tentang beauty atau ugly pasti dengan mudahnya kita memilih salah satu diantara keduanya, yaitu “beauty” sebagai salah satu faktor yang membuat sesuatu terlihat lebih ideal. Tetapi kemudian saya mempertanyakannya ketika terlibat sebuah pembicaraan ringan dengan salah satu kontributor untuk web ini yang menggunakan username “holydragon”.

Pembicaraan mengenai mana yang lebih penting antara “beauty” atau “ugly”. Analoginya seperti ini: “Apakah kecantikan seorang wanita itu penting atau ketampanan seorang pria itu penting dalam hal mencari seorang pasangan?”. Mungkin dengan mudahnya akan dijawab faktor itu memang penting, atau sebaliknya dengan mudah menjawab tidak penting, yang lebih penting adalah “inner beauty”. Situasi diatas adalah suatu hal yang pasti selalu terjadi.

Dapat dikatakan bahwa dalam hal ini faktor “beauty” menjadi bukan sebuah masalah. Baru menjadi masalah jika berada dalam bahasan factor “ugly”. Jika ada pertanyaan, “Mau atau tidak mempunyai pasangan yang “jelek”? Semua orang akan berkata tidak.

Dari analogi diatas, saya melihat bahwa faktor “ugly” jauh lebih menjadi hal yang penting daripada “beauty”. Jika kita memiliki pasangan yang tidak “cantik-cantik amat”, mungkin tidak masalah. Baru akan jadi masalah jika pasangan kita “jelek”. Begitu pula yang terjadi pada keseharian kita yang lain. Kita cenderung menganggap yang kita kejar adalah suatu “beauty”, tanpa sadar sebenarnya yang lebih dulu kita lakukan adalah menghindari “ugly”.


2 Responses to “Beauty Vs Ugly”


  1. 1 holy_white_dragoon
    November 28, 2009 at 9:22 am

    Memang benar bahwa seringkali kita kurang memikirkan apa masalah sebenarnya. Apakah kita mempermasalahkan ‘cantik’nya, ataukah ‘jelek’nya?

    Begitupula penerapannya dalam desain. Seringkali, orang-orang terjebak pada menilai ruang arsitektural hanya dari tampilannya semata. Melihat bangunan dengan fasad yang tidak menarik (atau katakanlah biasa-biasa saja dan tidak istimewa), orang-orang langsung menghakiminya sebagai wujud arsitektur yang buruk, tidak pantas, dsb.

    Menurut saya, di sinilah pentingnya domesticity dalam desain. Di mana pengguna akan benar-benar merasakan ruang yang ‘digunakan’ sangat unik terhadap dirinya, di mana segala sesuatu dirancang sesuai dengan kebutuhan ruang bagi dirinya, dst. Lalu, ketika kita merasakan hal tersebut dalam sebuah ruang yang didesain arsitek, pentingkah fasad yang cantik?

    Bagaimana menurut anda?

  2. December 16, 2009 at 3:43 pm

    penampilan luar yang unik dan menarik menurut saya penting karena walaupun ruang dalamnya sudah memenuhi kualitas yang perlu namun jika penampilannya biasa-biasa saja atau umum dilihat maka orang lain yang pada umumnya tidak mengerti tentang arsitektur juga akan malas memasukinya.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: