29
Nov
09

rumah panggung

Rumah adat panggung merupakan bentuk dari rumah yang sudah tidak asing lagi bagi arsitek maupun masyarakat indonesia karena pengenalan rumah adat panggung sudah ada dari jaman dahulu yang hingga kini masih ada secara turun temurun. Rumah adat panggung banyak dijumpai untuk kawasan sumatra, kalimantan, dan sulawesi.

Terkadang terdapat pertanyaan mengapa harus panggung dalam hal bentuk rumah adat di kalimantan, bentuk terkadang dipengaruhi oleh kondisi kawasan/site yang ada disekitar bangunan rumah panggung. seperti rumah adat kaliman (betang) didirikan dengan bentuk yang panggung dikarenakan malihat kawasan yang dataran rendah dari daerah kalimantan yang berpotensi banjir, maka untuk mencari solusi tinggal masyarakat lebih memilih dengan bentuk rumah yang panggung. Dimana juga terdapat fungsi lain dari rumah anggung selain terhindar dari banjir juga lahan/tanah yang tepat berada dibawah rumah dapat digunakan sebagai daerah resapan air.

Jika beberapa aspek dari rumah adat panggung ini diaplikasikan kedalam desain rumah, maka dengan adanya bentuk rumah yang panggung bisa menguragi banjir yang ada denga menambah jumlah daerah/lahan resapan tanpa mengganggu habitat kehidupan masyarakat yang ada khususnya untuk daerah jakarta yang rawan akan banjir.


4 Responses to “rumah panggung”


  1. 1 iishrynt
    December 6, 2009 at 6:35 pm

    rumah panggung bisa menjadi salah satu solusi dari permasalahan banjir di Jakarta.Rumah panggung bisa menjadi solusi dari terhimpitnya lahan-lahan resapan di jakarta yang semakin berkurang. Namun saya berfikir apakah sebuah rumah panggung sesuai dengan kondisi keseharian, sosial, dan budaya di jakarta?
    culture : standardised values (class of everyday-topics:ugly-beautiful)
    jika rumah panggung dijakarta, apa yang terjadi dengan “everyday” mereka? apakah masyarakat jakarta akan kehilangan sebuah “jati diri” yang mereka coba pertahankan dalam keseharian mereka?

    menurut saya, hal ini perlu diperhatikan karena “everydays life” membentuk sebuah jati diri dan nilai dari suatu masyarakat dan akhirnya menjadi sebuah kebiasaan dan kebudayaan. Sehingga desainpun akan sesuai dengan keseharian mereka dan bukan hal yang asing pagi mereka.

  2. 2 agungsetyawan89
    December 9, 2009 at 2:14 am

    di jakarta ada juga lho rumah panggung
    ini karena saya belum lama ini ke daerah pesisir jakarta, marunda.
    disana ada rumah pitung, halamannya ditumbuhi pohon bakau, kalau laut sedang pasang [menurut penuturan warga] air akan menggenangi daerah tersebut. meski kebanyakan rumah warga disekitarnya tidak berupa panggung, tapi lumayan tinggi lantainya dibanding jalan.
    nah rumah panggung bisa disebut kontekstual, dimana air laut pasang sebulan sekali [menurut perhitungan bulan].
    sedangkan kebanyakan warga jakarta yang cerdas ini lebih memilih menggunakan rumah tingkat, dan memindahkan semua barang2nya ke lantai atas pada saat banjir. mungkin ini dianggap lebih praktis dibandingkan harus menaiki tangga setiap hari. kan banjir cuma pada musim penghujan [setahun sekali].
    masalah lahan resapan air.
    jakarta bisa dibilang overload. yang lebih tepat menurut saya adalah rumah susun. atau rumah susun yang panggung?

  3. 3 annisa seffiliya
    December 9, 2009 at 2:36 pm

    mungkin pergeseran rumah panggung menjadi rumah ‘modern’ dengan dinding bata dan lantai beton disebabkan oleh perubahan keseharian penghuninya. setahu saya, rumah panggung sebagian besar tersebar di daerah sumatera dan kalimantan. selain karena adaptif terhadap banjir, bentuk panggung juga sesuai dengan alam mereka yang merupakan hutan tropis basah- takut serangan binatang, menghindari rembesan lembab dari tanah, dan sebagainya. namun bila diperhatikan, bentu-bentuk rumah di jawa tidak berbentuk panggung (harap dikritisi apabila saya salah). kekhasan rumah di jawa terletak pada bentuk atapnya: limasan atau joglo, sementara alasnya bukan level yang ada spesi dari tanah. hal ini disebabkan alamnya yang juga berbeda. jadi, apabila rumah panggung diadopsi ke lingkungan jawa, mungkin justru akan mengubah everyday life mereka dengan memasukkan sesuatu yang ‘baru’.

  4. December 9, 2009 at 8:44 pm

    Saya setuju dengan komentar iishrynt diatas. sebuah hunian memang sangat dipengaruhi oleh “everyday life” seseorang atau kelompok. Bagaimana bentuk hunian harus panggung dan berada di atas air saya rasa hal itu bisa saja karena adanya tuntutan kebutuhan yang sangat vital (sebagai contoh sebuah komunitas yang ingin selalu tinggal dilaut karena laut menyediakan makanan bagi mereka), atau juga karena ingin menghindari hal – hal yang tidak mereka inginkan (misalnya karena ada bencana alam di daratan, peperangan, dsb). Seiring dengan berjalannya waktu aktivitas dan interaksi antar manusia maupun manusia dengan alam dapat menciptakan suatu kebudayaan yang akhirnya menjadi ciri kelompok tersebut.
    Rumah panggung sendiri pada kenyataannya telah menjadi sebuah bagian dari identitas suatu kelompok. Seperti pada komunitas suku Bugis yang ada di Pulau Kelapa Dua Kepulauan Seribu, meskipun telah berada di wilayah perairan Jakarta komunitas ini tetap memakai bangunan rumah panggung sebagai hunian mereka hingga dalam jangka waktu yang telah lewat bentuk hunian mereka kemudian sedikit demi sedikit beralih ke bentuk rumah permanen.

    Dikatakan oleh Deborah Berke “an architecture of the everyday may change as quickly as fashion, but it is not always fashionable”. Masyarakat suku Bugis yang saya sebutkan sebagai contoh diatas mengambil bentuk rumah panggung yang mereka lihat dan gunakan dalam keseharian mereka di kampung halaman mereka di Makassar, bentuk rumah panggung di Makassar merupakan salah satu fashion yang turun temurun. Namun dangan berjalannya waktu rumah panggung tersebut kemudian tergantikan oleh bentuk hunian ‘baru’ yang digunakan karena adanya tuntutan kebutuhan yang baru.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: