24
Dec
09

Architectural Space and Technology

Seiring dengan berkembangnya teknologi, arsitektur ikut berkembang. Seperti pada proyek Sky Ear (Usman Haque) pada 15 sept 2004 di Greenwich Park, London , architectural space menjadi sesuatu yang lain. Sky ear menggunakan instalasi berupa balon-balon yang diisi helium yang terdiri dari 6 ultra brigth LEDs. Instalasi ini mengubah gelombang elektromagnetik menjadi sinyal cahaya. Manusia bisa berinteraksi dengan yang lainnya dan dengan ruang yang terbentuk akibat susunan balon tersebut melalui mobile phone. Mobile phone pada masa sekarang ini pasti tak lepas dari genggaman pemiliknya. Tak lepas dari kehidupan sehari-harinya.

Teknologi informasi pun turut mempengaruhi ruang arsitektural.  Teknologi informasi berupa internet sudah hampir menjadi kebutuhan setiap orang. Website-website semakin beragam, game online semakin disukai. Seperti halnya website secondlife .  Pada website ini memperlihatkan bagaimana real life dan virtual life menjadi sesuatu yang blur.  Aktifitas yang dilakukan seperti halnya di dunia nyata. Settingnya pun hampir sama. Bahkan bangunan-bangunan yang ada di sana, juga dirancang oleh arsitek.  Scope Cleaver adalah salah satu arsitek di secondlife. Ia salah satu bangunan yang ia rancang adalah The Princeton University Gallery of the Arts yang menempati lahan seluas 7 sims (65,536 square meter Regions)di  Second Life. Material dan struktur yang digunakan sama halnya dengan di dunia nyata. Ruang dalamnya pun sudah terpikirkan dengan matang. Ia sudah mempertimbangkan bagaimana “natural light” akan masuk ke ruang tersebut. Tentunya “Natural light” di sini juga merupakan sesuatu yang virtual.  Rancangannya seperti suatu desain proposal dan dalam tahap akan dibangun di dunia nyata.

Hal ini memperlihatkan bagaimana ruang arsitektural juga bisa tercipta di dunia virtual. Teknologi yang semakin berkembang, akan mempengaruhi architectural space. Bahkan pemikiran arsitek pun akan semakin berkembang. Tidak hanya merancang di dunia nyata melainkan juga di dunia virtual, tentunya ia harus bisa memahami konteksnya terlebih dahulu. Apakah anda tertarik menjadi arsitek seperti ini?

http://www.arcspace .com


0 Responses to “Architectural Space and Technology”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: