24
Dec
09

Arsitektur, mengatasi masalah atau membuat masalah . . .

Dari awal kehidupan manusia hingga saat ini, semua karya arsitektur diciptakan dengan tujuan untuk mengatasi masalah – masalah yang ada pada kehidupan. Masalah – masalah itu hadir ketika manusia memilki suatu kebutuhan dalam hidupnya, dan manusia pastilah memiliki kebutuhan dalam hidupnya. Oleh sebab itu, ada yang disebut dengan kebutuhan dasar manusia.

Kehadiran sebuah rumah sebagai contohnya. Pada mulanya manusia membutuhkan rumah sebagai tempat untuk bernaung dari cuaca buruk, yang kemudian ada kebutuhan lain yaitu, untuk berlindung dari binatang buas. Itu sebabnya,  dahulu manusia menciptakan tempat tinggalnya dengan memanfaatkan kekayaan alam sekitar, yakni dengan bernaung dibawah pepohonan yang rindang dan gua – gua, serta ada pula yang betinggal di atas pohon. Saat ini, rumah bukanlah sekedar untuk pemenuhan kebutuhan berlindung saja, tetapi juga kebutuhan yang lainnya, seperti bekerja dan lainnya.

Namun,kehadiran arsitektur tidak lah hanya sebagai pemenuh kebutuhan bertinggal saja, melainkan jugapemenuh kebutuhan hidup manusia yang lain. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah apakah dengan dipenuhinya segala kebutuhan manusia ini, arsitektur akan selamanya menjadi solusi pda kebutuhan manusia. Pasalnya bencana yang saat ini sering terjadi bukanlah karena perilaku alam saja, tetapi juga karena arsitektur yang kemudian hidup bersama manusia.

Contohnya adalah jebolnya tanggul situ gintung yang terjadi di tahun 2009 ini. Awalnya tujuan pembentukan situ (danau) ini adalah sebagai waduk yang berfungsi sebagai tempat penampungan air hujan dan untuk perairan ladang pertanian di sekitarnya, dibuat antara tahun 19321933 dengan luas awal 31 ha. Kapasitas penyimpanannya mencapai 2,1 juta meter kubik. Situ ini adalah bagian dari Daerah Aliran Ci Sadane yang merupakan salah satu sungai utama di Propinsi Banten dan Jawa Barat dengan sumber berasal dari Gunung Salak dan Gunung Pangrango di (Kabupaten Bogor, sebelah selatan Kabupaten Tangerang) yang mengalir ke Laut Jawa, dengan panjang sungai sekitar 80 km dan sebagai bendungan aliran Kali Pesanggrahan. Di tengah-tengah situ terdapat sebuah pulau kecil yang menyambung sampai ke tepi daratan seluas kurang lebih 1,5 ha yang bernama Pulau Situ Gintung beserta hutan tanaman yang berada sekitarnya.

Namun, semenjak tahun 1970-an kawasan pulau dan salah satu tepi Situ Gintung dimanfaatkan sebagai tempat wisata alam dan perairan dimana terdapat restoran,kolam renang,dan outbond. Hingga akhirnya jebol seperti saat ini, yang kemudian menjadi bencana bagi warga sekitar dengan merenggut puluhan nyawa manusia. Dari sini dapatkah kita katakan arsitektur itu akan selamanya menjadi sesuatu yang berguna bagi manusia karena mampu menjawab segala kebutuhan manusia. Ironis bukan, sebuah karya arsitektur yang mulanya dirancang dan diwujudkan untuk pemenuhan kebutuhan hidup khalayak banyak, justru menjadi bomerang bagi diri sendiri yang akhirnya menimbulkan kerugian besar.


0 Responses to “Arsitektur, mengatasi masalah atau membuat masalah . . .”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: