24
Dec
09

Beda Tempat Beda Cara

Setiap tempat mempunyai cara sendiri untuk membuat tempat atau daerah mereka lebih baik. Seperti yang saya lihat sendiri ketika saya berada di kota Kediri ini. Jika di Jakarta masyarakat membatasi rumah mereka dengan pembatas pagar yang bermacam-macam jenisnya. Berbeda dengan di Kecamatan Pare ini, mereka membatasi rumah mereka dengan sebuah pagar pembatas yang sama jenisnya di setiap rumah.

Pagar pembatas mereka berupa gapura kecil yang terbuat dari beton dan ada keterangan-keterangan di dindingnya.

Keterangannya bukan berupa alamat detail rumah mereka sendiri, melainkan slogan slogan yang sengaja dimasukan oleh pemerintah setempat kedalamnya. Seperti gambar diatas merupakan gambar tangan yang mengisyaratkan bahwa warga cukup memiliki dua anak saja. Keterangan-keterangan di dinding juga bukan mengisyaratkan nomer rumah mereka, tapi hanya keterangan berupa Kecamatan dan Desa dimana mereka tinggal  beserta lambang daerahnya yakni Kecamatan Pare Desa Tulungrejo

Asumsi saya mengapa pemerintah setempat berbuat seperti itu, karena mereka menginginkan agar program-program pemerintah selalu lekat di hati masyarakatnya. Mulai dari program dua anak saja sampai tulisan tulisan seperti Pancasila, UUD 45 yang akan menumbuhkan rasa nasionalisme warga. Selain itu keberadaan Desa Tulungrejo sendiri dimana  hampir semua warganya mempunyai gapura seperti itu menjadikan keberadaan mereka lebih nyata.


0 Responses to “Beda Tempat Beda Cara”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: