26
Dec
09

“Ikan Sapu-Sapu” Elemen Arsitektural yang Terlupakan

Pengalaman ini terjadi beberapa tahun silam, ketika saya mendapatkan suatu project dalam kuliah saya dimana project tersebut keberadaannya haruslah berada pada wilayah kampus ui-depok yang masih alami. Selama pencarian site, banyak hal yang saya temui didalam hutan kota yang menjadi bagian dalam wilayah kampus ui ini. Hutan kota yang ada dihiasi oleh pepohonan tinggi, semak belukar, hingga situ (danau buatan) yang membelah.

Karena itulah, tak hanya hanya bagian dalam hutan yang kami sisiri tetap juga sepinggir situ-situ yang ada. Selama menyisiri situ, ada hal yang membuat saya merasa sangat terganggu, yakni bebauan yang berasal dari balik semak belukar disepanjang situ. Bebauan tersebut sungguh menusuk indera penciuman saya dan menggelitik indera penglihatan saya untuk mencari sumber bebauan tersebut. Ternyata bebauan tersebut berasal dari ikan sapu-sapu yang telah mati dan dengan jumlah yang tidak sedikit serta tersebar di sepanjang sisi situ.

Rasa penasaran saya tak berhenti sampai disitu, saya pun mencoba mencari tahu ‘apa’ penyebab kematian ikan sapu-sapu tersebut. Saya akhirnya menjumpai beberapa orang yang sedang beraktifitas di sekitar situ, ternyata aktifitas yang mereka lakukan yakni menjaring dan memancing ikan. Sasaran mereka antara lain ikan mujair/nila, namun apabilayang didapat ialah ikan sapu-sapu, secara ‘spontan’ mereka akan membuangnya ke daratan (tidak mengembalikan kedalam situ-red). Jadilah, disepanjang situ penuh akan ikan sapu-sapu yang mati yang mengeluarkan bau tak sedap dan menjadi sumber penyakit.

Saya kembali teringat memori akan kejadian yang telah lalu, dimana setiap saya membeli ikan hias selalu disertai membeli ikan sapu-sapu. Ikan sapu-sapu merupakan ikan yang sangat menguntungkan bagi para pecinta ikan hias dalam aquarium, karena ikan sapu akan memakan segala kotoran dan lumut yang menempel pada kaca aquarium. Aquarium pun akan terlihat menjadi lebih bersih setiap harinya, sehingga aquarium dan penghuninya menjadi elemen penghias yang indah dan hidup yang dapat mewarnai kehidupan didalam setiap hunian.

Sesungguhnya apabila para petani ikan (pemancing) dapat lebih mengerti akan potensi dari ikan sapu-sapu. Ikan sapu-sapu dapat menjadi ladang pendapatan untuk kehidupan para pemancing. Karena walau bagaimanapun dipasaran ikan hias, ikan sapu-sapu masih memiliki nilai ekonomi tersendiri. Dengan begitu ikan sapu-sapu tak hanya menjadi ‘bangkai’ yang menggangu lingkungan, tetapi juga menjadi pendapatan bagi pemancing dan bagian elemen arsitektural bagi para pecinta ikan hias dalam aquarium.


0 Responses to ““Ikan Sapu-Sapu” Elemen Arsitektural yang Terlupakan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: