26
Dec
09

PKL – Membasmi Jamur di Tempat Lembab

Kaki lima merupakan sebuah fenomena yang biasa saja dan seringkali saya tidak hiraukan. Namun, saya mulai tertarik dengan fenomena ini sejak saya melakukan suatu survei di daerah Kampung Melayu. Pada saat itu saya diharuskan menganalisis sesuatu, dan mulailah saya merasakan bahwa ada sesuatu pada fenomena tersebut.

Kakilima menempati tempat yang sebenarnya tidak diperuntukkan untuk ditempati. Seringkali mereka dirazia dan dibersihkan dari ‘tempat’nya. Apabila mereka sudah dibersihkan dan tempat itu tidak dijaga oleh petugas ketertiban, maka lambat laun mereka akan bermunculan kembali. Ketika mereka muncul, mereka akan diusir kembali. Dan hal ini sebenarnya menjadi hal yang akan terus  berulang.

Fenomena ini menurut saya seperti upaya kita untuk memberantas jamur di tempat lembab tanpa membuat tempat tersebut menjadi kering. Selama masih tetap lembab, mereka akan bermunculan terus menerus. Tempat yang biasa di’hijack’ oleh para pedagang kaki lima sebenarnya memang daerah yang bisa mendatangkan keuntungan bagi mereka dan tempat dimana untuk sementara waktu (sampai mereka belum terusir), mereka aman menjajakan dagangannya. Biasanya tempat tersebut merupakan trotoar di depan sebuah rumah yang tidak terpakai. Berdasarkan teori affordance di mana mereka melihat tempat itu sebagai tempat yang ‘baik’ untuk mereka ‘hijack’, maka mereka akan terus kembali ke tempat itu untuk menjajakan dagangannya.

Hal yang menurut saya membuat saya cukup geli adalah pemerintah yang tidak menyadari hal ini dan tetap melakukan upaya yang sama untuk menghadapi masalah yang sama. Menurut saya, ada empat cara yang dapat dilakukan pemerintah yaitu memfasilitasi mereka, mencari tempat baru yang baik bagi mereka, membuat tempat tersebut menjadi tempat yang tidak sesuai untuk membuat mereka ‘tumbuh’, atau yang terakhir dengan mengeluarkan biaya lebih dengan membayar petugas ketertiban berjaga setiap hari. Selama salah satu dari ketiga cara ini tidak dilakukan, maka hampir bisa diperhatikan usaha pemerintah tidak akan berhasil.

Saya tak berpendapat bahwa pedagang kaki lima itu jelek. Karena sampai saat ini saya dapat memanfaatkan jasa mereka walaupun sesekali mengganggu kenyamanan. Namun saya pikir seharusnya pemerintah lebih bijaksana dalam memerintah dan perancang haruslah lebih memahami fenomena ini. Misalnya saja terminal, tempat ini seharusnya menyediakan ruang untuk pedagang berjualan. Terdapat kebutuhan dari para penumpang untuk makan ataupun minum. Dan juga terdapat kebutuhan pedagang untuk berjualan. Hal inilah yang membuat terminal meskipun tidak dirancang untuk menyediakan tempat berjualan, tetapi pasti akan tetap ada yang berjualan di sana legal ataupun tidak.

Untuk itulah, maka ini adalah tugas bagi para arsitek untuk lebih memperhatikan fenomena seperti ini.


1 Response to “PKL – Membasmi Jamur di Tempat Lembab”


  1. October 26, 2010 at 6:23 pm

    posting yang bagus…
    Pemerintah memang seharusnya berperan besar sebagai pengontrol yang membatasi pkl tersebut menjamur di tempat yang tidak sepantasnya mereka jamuri. Berdasarkan pengalaman saya, di negara tetangga kita, Malaysia, saya juga melihat adanya adegan yang sama. Meskipun pemerintah sudah menjaring para pkl tersebut, setiap minggunya mereka kembali menjamuri area tersebut kembali (padahal sudah hampir setiap minggu pkl di Malaysia dijaring!!).

    Pemerintah seharusnya berperan aktif dalam mengatasi masalah ini, karena meskipun pkl terkadang dibutuhkan, banyak kerugian yang diakibatkannya, seperti: mengganggu kenyamanan pejalan kaki, area tersebut menjadi kotor, dan merusak pemandangan di area tersebut.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: