26
Oct
10

24h(our architecture)

Commuter, cerminan masyarakat perkotaan yang memiliki kebutuhan dalam menempuh jarak dari satu tempat ke tempat lain. Besarnya jarak yang memisahkan tempat-tempat tersebut mengakibatkan adanya kebutuhan-kebutuhan ‘spontan’ yang muncul dalam kurun waktu perpindahan. Upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat commuter inilah yang mengakibatkan adanya potensi arsitektur yang dapat digali lebih mendalam.

Contoh sederhana, pernahkah anda mengalami situasi kurang beruntung, dimana saat sedang berkendara, anda sangat menginginkan membuang air kecil? Apa yang akan anda lakukan? Kemanakah anda akan melaju? Mungkin beberapa dari kita akan menjawab mencari kamar mandi di manapun itu! Masjid, pompa bensin, bahkan numpang kamarmandi restaurant fastfood 24 jam-pun menjadi salah satu alternatifnya! Perilaku ini mengisyaratkan bahwa manusia yang dalam keadaan ‘kepepet’ akan menggunakan naluri paling sederhana untuk mencapai pemenuhan kebutuhan, walau sedang bekendara sekalipun.

Dalam hal ini masjid, SPBU, serta restaurant fastfood, oleh para masyarakat commuter, dinilai dapat menjawab tantangan kebutuhan-kebutuhan ‘spontan’-nya. Masjid yang merupakan tempat ibadah kaum umat muslim cenderung mempunyai ‘lifecycle 24 jam’, tiadanya batas waktu dalam beribadah, mengisyaratkan bahwa ia selalu terbuka bagi siapapun. Sedangkan, SPBU dilain sisi cenderung memiliki jarak tak jauh satu dengan yang lain, dinilai sangat strategis bagi para commuter. Walau mungkin sebagian masyarakat menilai tempat-tempat tersebut hanya sebagai tempat ‘singgah sementara’, sesungguhnya produk-produk arsitektur ini sangat dekat dengan kita.

Diatas dijelaskan bahwa membuang hajat sebagai satu contoh sederhana, disadari atau tidak,menghasilkan pemahaman yang berbeda akan tempat-tempat dengan program yang mungkin sangat sederhana namun sesungguhnya menjadi 24h(our architecture), arsitektur kita, bagi sebagian masyarakat. 24h(our architecture), sebagai sebuah produk arsitektur yang ‘dekat’ dengan kita, ‘ramah’ dengan kita, serta selalu ‘terbuka’ bagi kita. Yakni dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan minimnya batas dalam ruang publik (sehingga kita tidak segan menggunakan fasilitas publik tersebut), lokasi strategis yang memungkinkan bagi commuter, pemanfaatan waktu yang compact dalam proses, serta tak tertinggalkan, menjadi salah satu alternatif bila kita ingin membuang air kecil diperjalanan. Satu contoh kecil, namun nyata, dalam kehidupan masyarakat commuter. Jadi, bila situasi tersebut terjadi pada diri anda, dimanakah anda akan segera singgah? apa makna tempat tersebut bagi anda?


0 Responses to “24h(our architecture)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: