26
Oct
10

Antara cari yang lebih mudah, atau memang tidak terpenuhi kebutuhannya

Antara cari yang lebih mudah, atau memang tidak terpenuhi kebutuhannya

Semenjak pertengahan tahun ini, saya mendapat studio baru untuk menjalani kehidupan belajar perarsitekturan saya. Tepannya, di gedung S lantai 6. Karena berada di lantai 6, saya dan teman-teman saya menjadi cukup malas untuk kemana-mana. Apa lagi lift yang ada hanya satu dan berkapasitas 10 orang. Padahal gedung ini juga digunakan oleh mahasiswa jurusan lain untuk kuliah. Hal ini membuat saya dan teman-teman saya sebisa mungkin melakukan semuanya di lantai 6 ini.

Kegiatan studio memakan waktu seharian. saya pribadi, sebagai seorang muslim, saya harus melewati sholat dzuhur dan ashar setiap harinya ketika sedang studio. pada awal saya mulai menggunakan studio di lantai 6 ini, saya masih sering menggunakan musholah yang disediakan gedung ini. musholah yang disediakan ada di lantai 3. musholah ini hanya berkapasitas sekitar 10 orang dan musholah ini digunakan oleh semua pengguna gedung. di jam-jam sholat terkadang sangat penuh. jarak dan kondisi membuat saya dan teman-teman saya sangat malas untuk menggunakan fasilitas yang disediakan. akhirnya salah satu teman saya dari angkatan 2009 yang juga menggunakan studio di lantai 6, berinisiatif membawa sajadah yang akhirnya dapat digunakan untuk sholat di studio. akhirnya disalah satu spot, diletakan lah sajadah tersebut dan disanalah saya dan teman-teman biasanya sholat. saya pribadi merasa kegiatan sholat saya menjadi lebih mudah. dekat dan praktis. tidak perlu naik turun tangga dan bisa cukup fleksibel. kalau pun harus antri, itu semua yang menggunakan teman-teman saya. jadi sangat merasa tidak terbebani. sekarang, sudah bertambah pula yang membawa sajadah sehingga yang sholat dalam waktu yang sama jadi lebih banyak.

menurut saya, ini adalah salah satu respon terhadap kurang terpenuhinya kebutuhan, dalam hal ini kebutuhan untuk beribadah. selain itu, ini juga merupakan salah satu cara kami untuk dapat membuat kami merasa lebih nyaman dan mudah. lebih mudah karena jaraknya dekat, dan karena dekat, saya bisa sholat kapan saja bahkan di tengah-tengah presentasi. lebih nyaman karena saya merasa itu milik saya dan teman-teman saya. ketika ada perasan memiliki ini tentu saja pasti akan merasa lebih nyaman.

Menurut saya, ini lah salah satu contoh keseharian dalam arsitektur. Terkadang apa yang coba disediakan untuk memenuhi kebutuhan pengguna seperti tidak menjawab kebutuhan tersebut. Yang saya liat, pemaknaan ruang dengan kegiatan lain merupakan kecenderungan respon manusia untuk lebih membuat dirinya nyaman. Walau terlihat seperti disorder, ini lah keseharian dan arsitektur tersebut. Arsitektur adalah tentang bagaimana kebutuhan manusia akan ruang dapat terpenuhi. Pemaknaan ruang dengan kegiatan yang tidak seharusnya disana merupakan suatu bentuk pencarian pemenuhan kebutuhan antara karena arsitektur tidak terpenuhi maupun karena keiinginan manusia akan sesuatu yang lebih mudah.


3 Responses to “Antara cari yang lebih mudah, atau memang tidak terpenuhi kebutuhannya”


  1. October 26, 2010 at 10:09 pm

    setuju. Seiring jalannya waktu, akan tumbuh “jamur-jamur” lain yang tumbuh karena desakan kegiatan yang tidak terfasilitasi di studio lantai 6 di gedung S ini. “Jamur” pertama adalah area solat, mungkin selanjutnya akan ada area makan bersama atau bahkan area kantin koperasi sendiri🙂

  2. 2 niasuryani
    October 26, 2010 at 11:12 pm

    ini yang sering saya temui, banyaknya gedung bertingkat megah namun kebutuhan-kebutuhan utama seperti solat kurang dipikirkan. kadang di pusat perbelanjaan letak mushola selalu ada di lantai paling bawah di dekat tempat parkir, dengan ukuran yang sangat tidak memadai, padahal kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang utama yang kita lakukan di keseharian kita. bukankah arsitektur juga harusnya memenuhi kebutuhan penggunanya?

  3. October 26, 2010 at 11:16 pm

    mungkin karena seharian berkegiatan di studio itu dengan jadwal presentasi sehabis makan siang, kita jadi kelabakan kalo belom sholat tapi presentasi sudah dimulai..jadi kebutuhan untuk tempat sholat yang dekat menjadi penting.
    kalau di jurusan, walaupun mushola di lantai 4, tapi karena itu seperti “wilayah” kita, pergi sholat saat presentasi tidak apa-apa..kesannya kita tidak “meninggalkan” kelas. tapi kalau di gedung S, begitu keluar dari lantai 6, kita seperti keluar dari “wilayah” kita. pergi saat presentasi pun menjadi segan..dengan tersedianya tempat sholat dadakan itu jadi memudahkan kita..


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: