27
Oct
10

catatan perjalanan. keseharian. kupo, cepogo, boyolali.

catatan perjalanan. keseharian. kupo, cepogo, boyolali.

oleh buyunganggi

30 09 2010

. hari pertama…

. sampe rumah pak bayan sekitar jam 11an. Istirahat. Sambil nungguin pak pri, pemilik penginanpan yang sama waktu kita nginep bulan juli kemaren (pas survei data).

. sempet ragu… mau nginep di rumah pak bayan, deket sama warga rt 01, gampang kemana-mana, tapi takut ngrepotin pak bayan. Atau nginep di tempat pak pri (showroom yang ada kamar penginapannya) yang jauh dari pemikiman warga (kurang lebih 200m), susah jika mau berinteraksi sama warga, tapi bisa bebas/begadang dan ngga ngrepotin pak bayan.

. akhirnya mutusin nginep di rumah pak pri.

. jam 5 sore kita diundang ke rumah pak pri di tumang (dukuh yang berbatasan langsung dengan kupo) untuk makan malam. Naek motornya pak bayan.

. sampe sana. Ngobrol. Nonton tv. Makan malem. Pas mau dianterin balik ke penginapan(di kupo), kita minjem sepeda motornya pak pri, buat transportasi nanti. Biar ga repot.

. jam 8 malem ke penginapan. Sekalian ngambilin barang yang kita titipin tadi di rumah pak bayan.

. jam 9 malem sampe penginapan. Istirahat. Sambil nyusun rencana buat sminggu ke depan.

01 10 2010

. bangun kesiangan. Jetleg.

. mandi. Sholat jumat. Ktemu pak rt (kemaren uda di kasitau sama pak bayan).

. ngobrol sama pak rt. Bahas rencana pembangunan ruang komunalnya, sekilas. Beliau bilang “nanti malem aja ngumpulin warganya.” Dan beliau berkenan menyediakan tempatnya, di rumahnya.

. kembali ke penginapan, bersiap presentasi desain dan rencana kerja ke warga.

. jam 7 malem kami berangkat ke rumah pak rt, masi sepi, kami jemput pak bayan dulu. Sambil ngobrol-ngobrol, mengutarakan desain dan rencana kerja awal. Pak bayan menyambut baik dan antusias.

. jam stengah 8 berangkat bareng pak bayan ke rumah pak rt.

. beberapa saat setelah sampe, langsung mulai presentasi. Sebelumnya pak rt meminta maaf karena banyak warga rt 01 yang ijin menjenguk kerabat yang sedang di rmah sakit. Malem ini ada sekitar 20an orang. Termasuk beberapa pemuda perwakilan karang taruna.

. putera presentasi.

. abis itu tanya jawab. Nyusun rencana kerja bareng warga. Pak bayan yang mimpin, tapi kami juga nawarin rencana kerja.

. akhirnya pak rt meminta kesediaan karang taruna untuk menggerakkan anak muda buat bergotong-royong, pak rt ngajakin yang tua-tuanya.

. agenda selanjutnya tentyang lokasi nyai 80 batang bambu.

. ternyata mas sis punya di belakang rumahnya (mas sis: mantan ketua karang taruna, 30 tahun, single). Rencananya besok pagi kita nebang bareng-bareng ke sana.

. musyawarah selesai. Hasilnya: tempat fix di depan rumah pak rt, warga bersedia menyumbangkan tenaga untuk membantu membangun ruang komunal, besok nyari bambu bareng-bareng di belakang rumah mas sis(1 batang rp. 7.000,-).

. warga pulang. Kami masih di rumah pak rt. Bantuin beres-beres, sambil ngliatin hasil penelitian yang di mojosongo ke pemuda-pemuda karang taruna yang klihatannya sangat antusias. Mas sis. Mas haryanto. Mas panut. Mas aris. Dan mas-mas lainnya.

02 10 2010

Jam 6.30 – 8.30

. bangun pagi – setelah semaleman ngitung material, harga, dan jumlah – . beres-beres kamar. Cuci muka. Dan sarapan.

. bertiga (gua, miktha, putera) berangkat menuju lokasi pennebangan bambu. Hutan bambu belakang rumah mas sis.

Jam 8.30 – 10.30

. sampe di lokasi – jurang. Ternyata sudah ada 6 orang (pak rt, pak ?, mas sis, mas juli, mas panut, mas aris) dan beberapabambu yang sudah dipotong ukuran 420 cm (harusnya 450, buat kolom-kolom utama).

. kami pun membantu. Potong-potong. Membersihkan bambu. Angkat-angkat. Poto-poto.

. 19 batang bambu (@rp. 7.000,-) pun berhasil dipotong dan diangkat dari jurang.

.nb: jenis bambu: bambu jawa (legi), warna ijo agak cerah, kekuatan belum diketahui, jarak antar ruas lumayan beraturan, diameter antara 6 – 10 cm.

Jam 10.30 – 11.00

. break. Minum teh. Ngobrol. Ngomongin rencana slanjutnya bareng 6 orang tsb (di rumah mas sis).

. rencana slanjutnya: nglanjutin nebang jam 13.00

Jam 11.00 – 14.00

. balik ke penginapan. Ngecekin jumlah dan harga material sebelum ke pasar cepogo (beli material).

. putera ngutak-atik desain lagi. Ukuran seng yang tersedia: 80 x 300 cm dan 80 x 210 cm.

.ke pasar cepogo, toko material. Nge-fix-in ukuran seng buat nge-fix-in desain atap. Konfirm ke putera. (nb: gua sama miktha yang ke pasar).

. sekalian pesen material buat besok. Pasir. Semen. Paku. Multiplek. Amplas. Tali ijuk. Seng.

. suruh nganter ke rumah pak rt besok pagi.

. nyari tabak (gedek yang kecil dan tipis) ke dalam pasar cepogo. Dapet. Setelah tanya putera (disesuaikan sama desain), akhirnya beli 8 buah yang ukuran 3 x 1,5 m (@rp. 27.500,-). Skalian dianter besok, nitip toko besi.

. beli makanan. Jajan.

. balik ke penginapan. Makan. Sholat. Siap-siap ke lokasi penebangan bambu lagi. Putera ngerjain gambar buat besok (supaya bisa diliat sama warga besok. Di print).

. gua, miktha balik ke lokasi hutan bambu.

Jam 14.00 – 16.30

. sampe di lokasi. Ketemu mas sis, pak rt, mas panut, mas aris. Mereka ngangkutin bambu dari hutan bambu ke depan rumah mas sis. Kami membantu.

.mas sis menyarankan “ga mungkin nebang bambu lagi di tepi jurang, ntar bambunya jatoh ke bawah, kita susah lagi ngangkutnya. Mending besok cari lokasi yang lebih memungkinkan.”

. karena sudah sore, kami tidak melanjutkan nebang (dannjuga karena aasdan yang diungkapkan mas sis). Akhirnya ada temen mas sis yang datang. Lalu mas panut sama temen mas sis tadi minjem mobil bak. Dan bambu pun diangkut ke site (rumah pak rt).

. sampe rumah pak rt. Nurunin bambu. Poto-poto site lagi. Ngobrol. Minum the lagi. Bahas rencana kerja buat besok.

. kata pak rt “dateng jam stengah 8an aja, ntar mas-mas biar bisa ngasih pengarahan ke warga yang mau ngerjain bangunannya.”

03 10 2010

Jam 6.30 – 7.30

. bangun. Cuci muka. Makan roti. Minum kopi. Siap-siap.

. pak rt dateng , mau ngebangunin niatnya. Tapi kami udah bangun. Nelpon toko material buat konfirmasi nganterin bahan-bahan yang udah dibeli kemaren.

. gua sama miktha berangkat. Putera masi ngeberesin gambar bentar.

Jam 7.30 – 12.00

. sampe lokasi. Warga udah lumayan banyak yang dateng. 15an orang kira-kira. Lagi ngeratain tanah, angkatin batu-batu, bersihin bambu.

. gua diskusi sama pak rt bentar, rencana kerja. Sambil nungguin material dateng. Miktha poto-poto.

. ternyata perlu beli solar, buat ngebakar ujung bawah bambu, diawetin, biar ga dimakan hama. Kata pak rt. Gua pun beli solar tapi nyamperin putera dulu, ngambil gambar yang mau di print.

. gua ke pasar cepogo. Beli solar. Ngerprint gambar.

. balik ke penginapan, ngambil putera, menuju ke lokasi lagi.

. sampe lokasi, putera nunjukkin gambar ke warga, ngejelasin. Ternyata ada 2 orang yang lumayan ngerti dan bisa ngebantuin ngarahin warga-warga lainnya. Adalah pak slamet (40 th) dan mas haryanto (25 th) yang mengarahkan dan memimpin proses pendirian kolom-kolom utama.

. kerja rodi ….

. semua material siap. Ada beberapa grup.

(1)    Beberapa pemuda nebang bambu lagi, di awal-awal, langsung bawa ke lokasi.

(2)    Pak rt sama beberapa bapak-bapak ngawtin bambu-bambu yang mau dijadiin kolom utama. Cara ngawetin: ujung bawah bambu yang au ditnam di tanah disiram solar dan dibakar sampe menghitam kulit luarnya. Cara pengawetan ini ditemukan sendiri oleh pak rt atas eksperimen beliau pula.

(3)    Pak slamet, pak bayan, mas haryanto, dan beberapa lainnya(termasuk gua dan putera) mengerjakan kolom-kolom utama. Langkah awalnya, siapin bambu-bambu ukuran besar(diameter 10 cm). setelah diawetin, diukur sepanjang 4500 cm, ambil 4 batang, gotong rame-rame, masukkan ke lbang-pondasi yang telah dibuat sebelumnya. (sebelumnya, grup ini juga telah mengukur lokasi, menandai, menggali lubang untuk kolom-kolom utama). Setelah dimasukkan, diukur, jarak antar 4 bambu(1 kolom utama) tsb, 10 cm. duluruskan. Diberi penyangga, dan dicor(semen, pasir, batu kali).

. break sekitar jam 11an. Makan. Minum. Udah berdiri 1 kolom utama (4 buah bambu, diameter 10 cm, tinggi 4500 cm).

Jam 12.00 – 14.00

. istirahat. Balik ke penginapan. Makan. Rencana awal kembali ke lokasi jam 1an, tapi hujan pun turun.

. ternyata jam 2 kurang dikit hujan reda. Balik ke lokasi.

Jam 14.00 – 17.00

. sampe lokasi baru ada pak slamet sama mas haryanto, bersama pak rt tentunya. Beberapa saat kemudian 5 orang lagi datang.

. kita nglanjutin ngeberdiriin kolom-kolom utama. Masi ada 5 kolom utama lagi.

. sore ini Cuma ada 6-7 orang, sampe jam 5 sore. Akhirnya kami berhasil mendirikan ke-6 kolom utama.

. nb: pelajaran hari ini…

(1)    Pagi-pagi, pas di awal kerja rodi, mas haryanto(lulusan UNS, kerja di PMI, ketua karang taruna) bilang ke putera kalo kemaren dia telah mengajukan proposal ke perpustakaan daerah untuk pengadaan buku-buku yang akan ditempatkan di bangunan ini nantinya.

. warga antusias, menyambut baik niat kami, berinisiatif memberikan sumbangan positif terhadap apa yang kami coba lakukan.

(2)    Pak bayan dan pak rt mengajukan saran  ke kami mengenai sistem pengadaan bambu. Kata mereka, tiap kk di rt 01 disuruh membawa 2 batang bambu(jika punya, tapi kebanyakan punya), biar ga repot. Dan uang hasil tebusan bambu tersebut akan dimasukkan ke kas rt. Warga pun menyambut gembira ide tersebut.

. warga(pak bayan, pak rt) mengeluarkan ide/solusi yang sangat baik ketika kami kesulitan mencari bambu. Respon positif dari warga, niat baik kita direspon dengan cukup baik.

04 10 2010

Jam 6.30 – 8.00

. dibangunin pak rt. Telat bangun. Siap-siap. Ga sempet sarapan.

. menmuju lokasi.

Jam 8.00 – 11.30

. nglanjutin kerja.

. ada dua kelompok pekerja: (1) bapak-bapak membuat rangka atap dan kolom-kolom tambahan, (2) pemudanya nyari tambahan bambu.

. hari ni cukup rame. Kira-kira 15an orang pas pagi-pagi diitung.

. motong bambu, ngkur, ambil tangga, ukur tingginya, naek tangga, paku dan palu, jadi deh rangka atap. Begitu seterusnya.

. pak slamet dkk ternyata sudahcukup tahutentang desainnya. Hari ini ga banyak yang harus putera dan gua jelasin ke warga.

. lebih dari setengah dari keseluruhan rangka atap terpasang sampe siang ini.

Jam 11.30 – 12.00

. break.

. ngobrol-ngobrol, becandaan, ketela rebus, pisang goreng, teh manis.

. nelpon took material, mesen pasir sama semen tambahan.

Jam 12.00 – 13.30

. istirahat ke penginapan. Makan siang. Tiduran bentar.

. belanja kebutuhan sehari-hari di pasar cepogo (sama miktha).

. balik ke penginapan. Beres-beres. Cabut lagi ke lokasi.

Jam 13.30 – 17.00

. mampir ke warung. Beli minuman dan rokok buat pekerja.

. ngerjain lagi. Siang ini ada sekitar 10an orang.

. ada yang motongin bambu sesuai ukuran. Ada yang gali lubang buat kolom tambahan. Ada yang  masang rangka atap dan kolom-kolom tambahan yang belum terpasang(dipimpin pak slamet).

. kehabisan paku. Gua sama putera cabut ke pasar cepogo, beli paku sekaligus cek harga dan ketersediaan kawat(buat tanaman rambat) dan multiplek(buat rak buku).

. pas di cek, multiplek ada (ukuran 1200 x 2400 cm @rp. 125.000,-) tapi kawat 2 cm ga ada. Pikirin ntar malem.

. balik ke lokasi.

. nglanjutin kerja.

. sampe sore, rangka atap terpasang. Kolom tambahan kurang 5 titik(dari 11 titik).

05 10 2010

Jam 7.00 – 9.00

. bangun siap-siap. Miktha beres-beres, dia mau pulang ke depok pagi ni.

. jam stengah 8 putera berangkat dulu ke lokasi, gua nungguin miktha beres-beres lalu mau nganterin dia ke pool bus di pasar cepogo.

. nganterin miktha. Sebelumnya dua sama miktha juga ke rumah pak rt, buat pamitan ke pak rt, pak bayan, dan warga.

. miktha pulang.

. ditelepon putera, suruh beli tali ijuk lagi, kurang.

. beli tali ijuk(di pasar cepogo). Trus langsung ngambil peralatan di penginapan dan menuju lokasi.

Jam 9.00 – 10.30

. sampe di lokasi ada sekitar 10an orang lagi nglanjutin kerjaan.

. ada yang mulai ngiket pertemuan-pertemuan bambu. Ada yang nerusin kolom-kolom tambahan. Ada yang ngukur kolom-kolom kecil buaat pondasi amben(tempat duduk).

. sekitar jam 10an banyak yang ijin karena ada hajatan, tingal 3-4an orang, gua, putera. Akhirnya sisanya nglanjutin ngiket-ngiket. Gua sama putera ke penginapan bentar, mau ngitung multiplek yang dibutuhin dank e pasar lagi.

Jam 10.30 – 13.00

. ke penginapan. Istirahat bentar. Makan. Ngitung jumlah kebutuhan multiplek buat rak buku, nyesuain desain lagi.

. ke pasar cepogo. Beli multilek 2 lembar, tali ijuk 10 iket, varnish 2 kaleng(dulu), sam kuas.

. makan bakso.

. menuju lokasi lagi.

Jam 13.00 – 17.00

. sampe lokasi udah lumayan rame lagi, 10an orang lah.

. nglanjutin kerja.

. mas-mas bagian tali-temali. Bapak-bapak nglanjutin bikin pondasi amben. Kakek-kakek motong-motong bambu sesuai ukuran.

. break bentar sekitar jam 3an. Makan-makan. Minum. Ngerokok. Ngobrol.

. putera tiba-tiba pusing(masuk angin kayaknya). Dia balik bentar ke penginapan, ntar jam 5an balik lagi jemput gua.

. abis break, nglanjutin kerja lagi. O iya, siang ini pak slamet dating setelah pas sesi pagi – siang beliau ga dating karena pergi ke hajatan. Jadi, kerjaan lumayan kepegang lagi. Ga perlu ngarah-ngarahin yang terlalu banyak. Akhir-akhir ini emang warga udah lumayan paham sama desain. Paling kalo agak ragu/belum tahu, mereka baru nanya.

. ada diskusi kecil yang agak panjang sore ini.

(1)    Menurut mereka, jarak pondasi amben(kolom-kolom pendek) yang dibuat putera terlalu deket, boros bambu ntar. Hasil diskusi (masih ada putera) mengerucut ke solusi mereka. Pondasi/klom-kolom pendek yang menopang amben, yang harusnya ada 3 biji tiap satu beam(bambu horizontal, disangga oleh pondasi), brubah jadi 2 biji. Kami memutuskan memakai 2 biji karena memang jarak antar kolom cuma sekitar 80an cm, dengan diameter pondasi yang sekitar 10 cm, kami pikir hal ini cukup aman.

(2)    Mengenai ‘bantalan’ tempat duduk(amben), yaitu bambu-bambu horizontal di atas pondasi. Harusnya ada 3 lapis: bambu-bambu utuh, bambu-bambu separoh, baru alas duduknya(galar, bambu yang diancurin/dipecah kecil-kecil secara vertikal). Tapi mereka maunya langsung aja pake bambu separoh sama alas duduk doang. Akhirnya mereka nurut kali ini, gua jelasin kao cuma bambu-bambu separoh yang dijadiin bantalan, dengan jarak yang cukup longgar, maka di titik-titik tertentu akan rapuh jika diinjek. Jadi lebih aman jika pake yang 3 lapis.

06 10 2010

Jam 6.30 – 7.00

. bangun. Ternyata putera udah bangun dari jam 3an pagi tadi, nyiapin presentasi.

. hari ini ada presentasi tentang apa yang kami kerjain, tentang ruang komunal ini, di kantor bupati boyolali. Putera pergi bareng pak bayan. Jadi, gua sendirian hari ini.

Jam 7.00 – 11.30

. brangkat ke lokasi. Udah rame banget. Parah. Ada 15an orang kali.

. putera pamit sama pak rt dan warga, mau ada presentasi tadi. Dia nyamperin pak bayan ke rumahnya.

. ada banyak orang hari ini. Banyak yang harus dikerjain emang. Ngiket-ngiket bambu. Bikin pondsi amben. Bikin glagar(beam buat amben) dan galar(alas duduk di amben). Masan seng(atap).

. kerjaan banyak. Tapi rame. Pas banget. Gua poto-poto doing hari ini, karena Cuma sendiri, ntar ga ada yang dokumentasiin.

. pagi ini semua lebih fokus ke tempat duduk dulu (pondasi, struktur, maupun alasnya).

. kerja…

. break bentar. Nge-teh. Ngobrol.

. nglanjutin kerja sampe stengah 12an.

Jam 11.30 – 13.00

. pulang ke penginapan. Istirahat. Makan.

. putera pulang dari kantor bupati. Slese presentasi.

. tiduran bentar. Balik lagi ke lokasi.

Jam 13.00 – 17.00

. nglanjutin kerja.

. tepat duduk sedikit lagi. Sambil nglanjutin bikin galar, sebagian pekerja mulai nyicil masang atap seng.

. galar dikerjain sama kakek-kakek yang udah berpengalaman sepertinya. Lumayan memerlukan tangan-tangan yang terampil sepertinya.

. sampe jam 5 sore, tempat duduk slese. Atap seng udah kepasang, tinggal nutup-nutupin bagian yang bolong pake talang seng.

07 10 2010

Jam 6.00 – 7.00

. bangun pagi. Siap-siap. Nge-teh. Cuci muka. Ganti baju kerja.

. brangkat ke lokasi, mampir beli rokok.

Jam 7.00 – 12.00

. kepagian. Baru ada pak rt. Sarapan bihun dulu, disiapin pak rt. Kami bersih-bersih bambu. Pak rt motong bambu lagi di belakang rumahnya. Gua bantuin ngangkat.

. jam 8an pak slamet dating, disusul mas gendut. Nglnjutin masang tiang tambahan buat tanaman rambat.

. putera lagi bereksperimen sama bambu-bambu sisa. Gua lagi nyoba bikin dan masang bambu-bambu separoh buat nahan tampias aer hujan.

. sampe jam 12an cuma gua, putera, pak rt, pak slamet, sama mas gendut. Soalnya hari ini hari pon(penanggalan jawa), makanya orang-orang lagi pada ke pasar buat jual hasil ladangnya.

Jam 12.00 – 14.00

. istirahat. Tidur. Solat. Makan.

. brangkat lagi.

Jam 14.00 –1 7.00

. sampe lokasi udah rame. Ga kayak tdi pagi. Udah pada pulang dari pasar mungkin. Ada sekitar 10an orang.

. soreini targetnya adalah masang instalasi listrik sama tabak(sejenis gedek/anyaman bambu tapi tipis, buat insulator panas, dipasang di bawah atap seng), biar nanti malem bias buat nongkrong.

. gua sama putera belanja dulu. Kabel, saklar, colokan, lampu, talang aer, sama tali ijuk lagi.

. abis belanja langsung pak slamet dkk masang instalasi listriknya. Cobain. Dan nyala.

. mereka nglanjutin masang tabak. Agak ribet dan lama karena si tabak perlu dibikinin struktur dulu baru bias dipasang/dipaku ke rangka atapnya. Jadi, ada yang bikin struktur struktur tabak dan ada yang ngukur-ngukur kebutuhan tabak dulu.

. gua masih nglnjutin masang bambu-bambu penahan tampias.

. putera masih ngumpulin bambu-bambu sisa, pendek, buat dijadiin hiasan/penutup beberapalubang di beberapa area bangunan, sambil poto-poto.

. break bentar. Minum teh. Makan bihun. Gorengan. Lanjut sampe jam 5an.

. jam 5 sore. Listrik udah ada. Tabak kepasang separoh. Penahan tampias juga udah separoh, di 1 tempat(dari 4 tempat).

08 10 2010

Jam 7.30 – 8.00

. bangun kesiangan. Sia-siap. Langsung brangkat.

Jam 8.00 – 11.00

. sampe lokasi udah rame parah. Gua itung ada 15 orang. 17 plus gua sama putera. Mungkin gara-gara sepi kali ya. Pak rt ngabar-ngabarin warga lagi. Mungkin.

. hari ini targetnya nyelesein tabak.

. beberapa orang bikin tali buat struktur tabak. Beberapa lagi bikin strukturnya. Ada yang masang dan nganyam struktu plus tali tadi ke tabaknya. Dan yang utama(pak sungadi dkk) masang tabak ke struktur atap.

. kerja…

. break sekitar jam 9. Sarapan bareng. Soto ayam. Rame. 17 orang makan bareng.

. lanjutin kerja. Sampe jam 11an. Tabak pun udah terpasang. Tinggal ngrapihin aja.

Jam 11.00 – 13.30

. istirahat. Sholat jumat. Makan. Belanja buat stok material karena minggu sore rencananya kami balik ke Jakarta. Jadi, mau beliin semua keperluan. Biar nantinya bias dilanjutin sama warga pas kami pulang.

. semen. Multiplek. Paku. Cat. Varnish. Amplas. Tali ijuk. Dll.

Jam 13.30 – 17.00

. kerja lagi…

. o iya, tadi(sesi pagi-siang) saking ramenya gua ga kebagian kerja. Cuma pot-poto doing. Sekarang gua bias kerja lagi, nglnjutin instalasi pencegah tampias. Siang ini ada sekitar 6-7an orang. Ya mungkin yang udah dateng sesi pagi-siang, sesi siang-sore digunain buat ke lading. Yang tadi ke ladang, gantian sekarang dateng. Pak bayan ngomong gitu.

. pak slamet dateng sore ini. Beliau nglanjutin ngrapihin tabak. Ada yang motong-motong bambu buat instalasi pencegah tampias. Gua yang masang.

. tabak slese dipasang.

. pak slamet nglnjutin motong-motong multiplek buat rak buku. Dibantu yang laen. Dengan pengarahan putera tentunya.

. gua masih dengan instalasi pencegah tampias, sementara putera dengan bambu-bambu sisanya.

. pak rt kerja serabutan. Bantu-bantuin apa aja siapa aja. Tiap hari memang beliau yang paling rajin, paling semangat. Salut.

. jam stengah 5an hujan turun. Kami pun berteduh di bangunan yang hamper slese ini. Lumayan lah. Ga kehujanan, walaupun sedikit tampias. Karena memang penutup tampias baru 1 bagian yang slese dipasang, masih ada 4 bagian lagi.

. gua, putera, mas panut, dan pak rt ngobrol-ngobrol sambil nunggu hujan reda.

09 10 2010

Jam 7.30 – 8.00

. bangun. Siap-siap. Brangkat.

. mampir beli rokok.

Jam 8.00 – 12.00

. sarapan nasi jagung di rumah pak rt (dibeliin pak rt, kemaren uda janji).

. lanjutin kerja…

. ada sekitar 6-7an orang. Ada yang ngrapihin tabak. Motong-motong bambu buat penahan tampias. Masang penahan tampiasnya. Termasuk gua.

. putera nglanjutin motong-motong bambu-bambu sisa, buat hiasan(bambu-bambu sepanjang 20 cm disusun horizontal, dengan frame dari multiplek, dipasang di beberapa spot bangunan).

. break sekitar jam 9. Bubur sumsum. teh manis. Ngobrol-ngobrol.

. nglanjutin kerja sampe jam 12an.

. o iya, pak rt dari tadi pagi gali-gali saluran aer di bagian depan bangunan(selokan). Mau di kasi tangga dri batu kali di bagian depan, jadi harus digali dan dipasangi gorong-gorong. Gua nelpon took material lagi buat mesen semen plus kalsit(campura semen, warna putih, biar ga boros semen). Sementera putera pergi sama pak bayan, beli gorong-gorong.

Jam 12.00 – 13.30

. istirahat. Makan siang.

. cabut ke lokasi lagi.

Jam 13.30 – 17.00

. kerja lagi…

. pak rt masi ngurusi gali-menggali.

. gua sama beberapa mas-mas nglanjutin masang penahan tampias.

. setelah penahan tampias slese, gua, putera, ma saris nglnjutin bikin frame untuk tempat hiasan bambu-bambu sisa yang dipotong-potong sama putera dari kemaren-kemaren.

. kami motong-motong multiplek yang 8 mm sesuai ukuran.

. sampe jam 5 sore, tinggal rak buku, hiasan bambu-bambu bikinan putera, sama hiasan anyaman bambuyang belum di slesein.

. o iya, hari ini pak slamet ga dateng. Jadi, rak buku belum bias dilanjutin.

. sampe hari ini, kira-kira udah 85% bangunan slese. Sebenernya malah bangunannya udah slese, tapi itnggal bikin hiasan-hiasan(fungsional) dan ngrapihin. Amplas juga.

10 10 2010

. hari terakhir….

. bangun. Beres-beres kamar. Packing. Tapi sesi pagi-siang kami akan tetep bantuin warga.

. slese packing langsung cabut ke lokasi.

. hari ini hari paling rame dari 10 hari kami di sini. Ada 20 orang. Karena hari minggu juga mungkin.

. sebagian besar orang ngerjain selokan yang mau dikasi gorong-gorong. Ada yang ngangkut batu kali. Bikin adonan plester. Dan masang batu kalinya ke pinggiran selokan.

. sebagian yang lain bikin rak buku. Kbetulan ada pak slamet. Gua , putera nge-cat frame yang mau dipake buat wadah bambu-bambu hiasan kemaren.

. jam 12 siang gua sama putra balik ke penginapan. Mandi dan siap-siap pulang ke Jakarta.

. abis itu ngangkutin barang-barang ke rumah pak rt dulu. Sambil nungguin sore, masih ngebantuin dikit-dikit.

. jam 3an ke rumah pak pri(yang punya penginapan). Pamitan. Balikin motor.

. jam 4 sore balik ke rumah pak rt.

. sampe sebelum kami pulang. Udah 90% lah. Rak buku udah jadi, tinggal nge-cat. Hiasan bambu-bambuan putera juga uda jadi 1 tempat dari 4 tempat. Sisanya tinggal nambahin anyaman bambu dikit di 2 tempat(hiasan) sama nungguin bambu kering dan diamplas.

. sebelum cabut ke terminal, kami poto-poto dulu bareng warga yang kerja sore itu. Dengan background bangunan kami tentunya.

. jam 5 sore kami pamitan. Ke pak bayan, pak rt, warga. Kami di anter mas sis sama mas panut ke terminal boyolali. Naek motor.

. pulang ke Jakarta….

. tak lupa ucapan terimakasi buat mereka….




0 Responses to “catatan perjalanan. keseharian. kupo, cepogo, boyolali.”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: