27
Oct
10

kamar mandi sarana interaksi

ruang interaksi merupakan kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial. manusia tidak akan lepas dengan kebiasaannya berinteraksi (ngobrol).Tidak tersedianya ruang untuk berinteraksi mengakibatkan individualisme bagi setiap individu atau interaksi yang hanya dengan sesamanya. segala kebutuhan di ringkas, berada dalam satu ruangan. dan menjadi wilayah privat. dan wilayah publik menjadi hal yang minim sehingga kurang terjadi interaksi. hal ini terjadi kos-kos an kutek pada umumnya. kos-kosan di kutek menyediakan kamar-kamar dengan fasilitas yang memadai di dalamnya. minimal kamar tidur lengkap dengan kamar mandinya. dan lebihnya ada televisi bahkan AC. keberadaan segala fasilitas yang berada dalam satu ruangan ini agar penghuni lebih efisien dalam waktu  dan tidak perlu lagi keluar kamar. penghuni hanya keluar untuk membeli makan dan selebihnya dilakukan di dalam kamar. karena mementingkan efisiensi tersebut,hal yang terjadi kebanyakan justru mengakibatkan pengurangan dimensi seperti yang terjadi di kamar mandi, kamar mandi menjadi relatif sempit dan tidak memenuhi standard kenyamanan. saya pernah menemui kamar mandi kos yang berukuran kira-kira 1.5×1.2 m sampai-sampai jongkok pun susah dan bersentuhan dengan dinding-dinding kamarmandi. selain itu pula, karena sebagian besar kebutuhan setiap penghuni telah terpenuhi di dalam kamar, penghuni merasa nyaman di dalam kamar dan malas untuk berinteraksi dengan penghuni lain.

dan ketika ruang publik menjadi hal yang dominan dari pada ruang privat maka interaksi akan lebih terjalin. hal ini terjadi di kos uswatun khasanah kutek. memang jumlah kamar kos ini tidak banyak (17 kamar) tidak seperti kos-kosan kutek lainnya yang jumlahnya melebihi 20 kamar. 17 kamar ini terbagi 2 antara lantai atas lantai dasar.akan  tetapi interaksi tersebut dalat terjalin. di kos an ini, wilayah privat hanyalah kamar tidur. dan kamar mandi menjadi wilayah publik. kamar mandi menjadi zona publik ini ternyata memiliki dampak terhadap interaksi bagi penghuninya. seperti ketika di dalam kamar mandi tersebut ada orang, dan ada orang lain yang akan menggunakan juga maka org trsebut akan berkata paling tidak ” ada orang ya??masi lama g? ” dan lama kelamaan karena menjadi keseharian maka hubungan antar penhuni menjadi semakin akrab tanpa menyinggung hati penghuni lain. Dan dapat dilihat dari perkataannya “woi cepetan woi..lama bgt..kebelet nih”.

dari penjelasan di atas, sebuah interaksi tidak hanya di wujudkan dengan sebuah ruang luas dengan properti yang di gunakan bersama akan tetapi dengan adanya  kamar mandi yang bersifat umum di kos-kosan pun dapat menghasilkan ruang interaksi. selain kamar mandi masih banyak lagi ruang yang dapt mengintervensi penghuni kos sehingga interaksi antar penghuni terjalin.


0 Responses to “kamar mandi sarana interaksi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: