27
Oct
10

Kerinduan dan Ruang Kegiatan Sehari-hari

Hal ini cukup menarik bagi saya, karena saya mengalami hal ini secara langsung dalam beberapa bulan terakhir ini. Saya mengalami sebuah transisi dalam mengalami dan memanfaatkan ruang keseharian di rumah saya. Transisi ini terkait pada sebuah perubahan signifikan yang terjadi dalam keluarga.

Seumur hidup saya, saya selalu tinggal dengan kedua orang tua dan tiga adik saya. Hal-hal tidak pernah berubah selama 20 tahun saya hidup. Setiap anak memiliki kamar masing-masing. Kamar orang tua berada di lantai bawah dan anak-anak di atas. Dengan fasilitas individu dan kepribadian setiap anak yang memiliki kesukaan yang berbeda-beda, perlu diakui bahwa kami berempat tidak terlalu sering berada pada ruang yang sama pada hari-hari biasa. Bahkan masing-masing dari kami memiliki kamar mandi sendiri. Masing-masing anak benar-benar melakukan kegiatan di kamar masing-masing. Saat saya masuk kuliah, komunikasi makin jarang terjadi karena perbedaan jam kegiatan. Dan selama ini, masing-masing dari kami terbilang jarang sekali memasuki dan menginvasi kamar tidur yang lain.

Tahun 2010 menjadi tahun yang cukup besar bagi keluarga kami. Adik perempuan saya masuk kuliah kedokteran dan memutuskan untuk kos karena jarak dan keadaan jalanan tidak memungkinkan untuk pulang pergi setiap hari dan adik laki-laki saya diterima untuk menjalankan program magang di sebuah hotel di Bali untuk 6 bulan. Rumah yang selalu terisi empat anak tiba-tiba berubah menjadi dua anak saja. Empat kamar yang selalu terisi dengan listrik yang menyala setiap saat, tiba-tiba berkurang menjadi dua saja. Rumah menjadi sepi.

Walaupun intensitas komunikasi dan invasi saya terhadap kamar adik-adik saya terbilang sangat rendah, seiring jalannya waktu ternyata rasa kehilangan dan sepi di rumah semakin terasa. Saya mulai tidak nyaman tidur sendiri. Mulai saat itu, saya memutuskan untuk beberapa kali tidur bersama di kamar adik saya yang paling kecil. Karena letaknya yang bersebelahan dengan kamar adik perempuan saya yang kos, saya mulai beberapa kali masuk ke dalamnya untuk sekedar melihat-lihat dan meminjam kamar mandi. Kemudian saya juga beberapa kali masuk ke kamar adik laki-laki saya untuk hanya sekedar menumpang bersantai karena ia memiliki tempat tidur terbesar dan ternyaman diantara kami semua. Saya juga mulai berkegiatan mengerjakan tugas di ruang keluarga, karena di lantai atas suasananya sepi. Tidak ada lagi sayup-sayup suara televisi dari tiga kamar adik-adik yang selalu memasang saluran yang berbeda-beda.

Uniknya, hal-hal di atas tersebut akhirnya menjadi rutinitas saya selama 3 bulan terakhir ini. Saya hampir tidak pernah masuk ke kamar saya sendiri selain untuk mengambil baju dari lemari. Saya tidur setiap hari bersama adik saya yang kecil di kamarnya, mandi di kamar adik perempuan saya yang kos, santai-santai sore di kamar adik lelaki saya dan mengerjakan tugas di ruang keluarga. Ruang kegiatan saya yang tadinya hampir tidak pernah keluar dari satu pintu, sekarang menjadi lebih luas dan sangat beragam. Untuk melakukan alur kegiatan harian, jarak yang saya tempuh lebih jauh dan ruang yang saya alami lebih banyak.

Saya melihat hal ini sebagai fenomena betapa kerinduan terhadap keberadaan seseorang dapat mempengaruhi arsitektur ruang kegiatan sehari-hari. Kerinduan terhadap keberadaan orang-orang dan kegiatan mereka yang terlah menjadi bagian hidup saya. Saya “butuh” ada mereka, maka dari itu saya butuh menggunakan ruang yang biasa mereka gunakan, hanya untuk sekedar merasakan kehadiran dan jejak-jejak kegiatan mereka. Kerinduan terhadap keberadaan ini akhirnya berujung pada terjadinya sebuah perubahan dalam alur kegiatan harian dan lokasi-lokasi kegiatan saya sehari-hari.


0 Responses to “Kerinduan dan Ruang Kegiatan Sehari-hari”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: