27
Oct
10

Manusia dan Arsitektur

Ketertarikan saya untuk mengambil mata kuliah everyday and architecture bermula dari keingintahuan saya tentang beragam fenomena-fenomena kejadian sehari-hari yang sering terlupakan oleh kita semua. Kalau kita kembali merunut apa itu arsitektur, mungkin kita akan menemukan jawabannya. Jika kita memberi pertanyaan orang awam, apa itu arsitektur pasti jawabannya adalah bangunan. Namun menurut saya sebagai mahasiswa arsitektur, sejauh ini saya belajar, arsitektur merupakan ilmu tentang manusia. Bagaimana manusia memperlakukan lingkungannya, berinteraksi dengan sesamanya, dan alam. Setiap tindakan, sebenarnya manusia secara tidak sadar menciptakan ruang dan menjadi fenomena yang bisa terjadi dalam kurun waktu yang sering atau tertentu. Aristektur tidak hanya milik orang yang memiliki banyak uang untuk membuat rumah minimalis dan mewah, bukan milik para developer dengan puluhan proyek perumahannya. Arsitektur milik semua manusia yang bertindak menciptakan ruang.

Saya mencoba menghubungkan fenomena keseharian ruang dengan proyek mata kuliah everyday and architecture, yaitu community center jatinegara. Menurut hasil survey, mereka sering berkumpul di  pinggir jalan. Mereka sebenarnya memproduksi ruang secara tidak sadar. Mungkin mereka memiliki kebutuhan yang tidak mereka tidak sadari padahal mereka melakukannya setiap hari yaitu kebutuhan bersosialisasi. Banyak hal yang membuat mereka mungkin tidak terlalu memikirkan hal itu, seperti golongan ekonomi menangah yang lebih memprioritaskan kebutuhan mencari uang untuk tetap bertahan hidup. Kebutuhan sosialisasi sebenarnya memiliki efek yang cukup signifikan terhadap mereka. Dengan mengolah ruang sosialisasi menjadi lebih efektif mereka dapat menigkatkan taraf kehidupan mereka. Mereka dapat bertukar pikiran,saling membantu dan akhirnya dapat menyelesaikan persoalan–persoalan baik yang terjadi dalam diri mereka sendiri maupun di lingkungan tempat tinggalnya. Pengolahan ruang yang baik  yang diproduksi manusia akan menghasilkan dampak positif bagi peningkatan taraf hidup manusia. Bukankah itu sebenarnya tugas arsitek? Profesi arsitek yang terbilang “keren” dimasyarakat mengisyaratkan seolah-olah arsitek hanya berkecimpung pada proyek kelas mewah. Everyday and architecture mencoba melihat arsitektur secara lebih luas dan dalam arti sebenarnya bahwa arsitektur itu miliki semua golongan manusia.


1 Response to “Manusia dan Arsitektur”


  1. October 6, 2012 at 5:12 pm

    you are good! gonna be a great architect!🙂


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: