27
Oct
10

Pola Keseharian yang Berubah, Image daerah yang Meredup

Manusia selalu hidup dan menjalani kesehariannya. Keseharian yang umumnya terbentuk oleh kebuadayaan serta karakter dari manusia itu sendiri. Keseharian yang memang selalu dilakukan, sehingga menjadi ciri khas tertentu bagi orang ataupun komunitas tertentu.

Kalimantan, merupakan daerah dengan julukan “Pulau Seribu Sungai”. Memang sebuah julukan yang pantas bagi pulau dengan banyaknya air mengalir diatasnya. Mencari sungai hampir sama mudahnya dengan mencari jalan raya. Tentu saja melimpahnya sungai ini menjadi salah satu faktor utama yang membangun pola keseharian masyarakat penduduk Kalimantan.

Bagi masyarakat Kalimantan, Banjarmasin pada khususnya, sungai merupakan bagian hidup yang sudah tidak dapat lagi dipisahkan. Selama beratus-ratus tahun sungai telah menjadi sarana transportasi utama disana. Disinilah terjadi fenomena fungsi sungai yang unik daripada daerah lainnya. Tidak seperti mayoritas kota lain yang menggunakan mobil dan motor, disana Klotok (perahu) dan Jukung (sampan) lah yang menjadi alat transportasi utama. Maka dari itu sungai menjadi ruang sirkulasi dengan tingkat mobilitas yang tinggi pada sehari-harinya.

Manusia, dalam membangun huniannya, hampir selalu berorientasi kepada daerah yang penting. Umumnya, akses utama yang menghubungkan antara ruang dalam dan ruang luar pada suatu hunian terletak pada arah orientasi rumah tersebut. Sungai yang memiliki fungsi sangat penting terhadap kehidupan orang Kalimantan tentu akan menjadi orientasi bagi rumah-rumahnya. Maka dari itu kemudian lahirlah rumah pesisir sungai yang akses hadap utama rumah mengarah kesungai.

Oleh karena bagian depan rumah menghadap sungai, sudah tentu ruangan-ruangan seperti teras serta ruang tamu berada di tepi sungai. Kegiatan yang terlihat pun tipikal, seperti orang-orang yang pamit dari dalam rumah lalu kemudian pergi menggunakan perahu, ibu-ibu yang duduk bermain bersama anaknya sambil menikmati pemandangan sungai, maupun sosok anak SD yang baru pulang dari sekolah dengan perahu kecilnya. Dengan demikian bagian rumah yang merupakan ruang service tentu terletak pada sisi yang berdekatan dengan daratan, “tersembunyi” dari sisi sungainya. Sisi sungai menjadi bagian depan rumah, sementara sisi daratan merupakan bagian belakangnya.

Uploaded with ImageShack.us

Keluarga yang sedang menikmati sisi sungai

Akan tetapi kemudian perubahan yang sangat signifikan mulai terjadi saat pemda setempat mengadakan pembangunan jalan raya. Jalan yang dibangun ternyata menyusuri sungai-sungai, dengan tujuan untuk mengakomodasi transportasi penduduk dari sisi darat. Suatu keputusan yang belakangan disadari keliru, karena justru menciptakan perubahan yang sangat besar bagi kehidupan warganya.

Kemunculan dari jalan darat ini sangat berpengaruh terhadap pola hidup masyarakat Kalimantan sekarang. Kenyataan bahwa transportasi darat yang dinilai jauh lebih praktis, aman, serta cepat daripada transportasi air merubah pemikiran warga. Perlahan, transportasi air mulai ditinggalkan. Saat ini pengguna jalan darat jauh lebih banyak daripada pengguna jalur air.

Oleh karena itu perlahan orientasi hadap rumahpun mulai berubah. Sisi darat, yang tadinya merupakan bagian belakang rumah menjadi bagian depan rumah. Begitu pula sebaliknya sisi sungai menjadi bagian belakang rumah. Maka pemandangan keseharian yang terlihat pada sisi sungaipun berubah. Sesuai dengan fungsi bagian belakang rumah, pemandangannya pun tidak jauh dari aktivitas “service” yang umumnya terjadi di rumah warga. Seperti mencuci, sikat gigi, mandi, bahkan mereka membuat dermaga kecil dengan sebuah gubuk kecil yang ternyata adalah kakus.

Uploaded with ImageShack.us

Kegiatan “servis” yang terlihat di sisi sungai

Perubahan yang terjadi memang cukup mencengangkan, karena telah berhasil menghilangkan image sungai yang khas dan unik, menjadi image sungai yang kumuh. Sangat disayangkan dimana Kalimantan yang memiliki kehidupan tepi sungai yang khas menjadi tidak ada bedanya dengan kehidupan tepi sungai pada pulau lainnya di Indonesia.


0 Responses to “Pola Keseharian yang Berubah, Image daerah yang Meredup”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: