25
Dec
10

duduk dimana ya?

pengalaman menggunakan angkutan umum dari terminal kampung melayu, memungkinkan saya untuk dapat tempat duduk. angkutan umum yang saya gunakan adalah metromini. dengan tempat duduk 2-2 dan menghadap ke depan semua. ada yang dekat jendela dan ada yang tidak. ketika naik, seringnya, tempat duduk belum terisi atau baru 2-3 orang saja yang duduk. kesempatan untuk boleh memilih ini membuat saya berhenti sejenak di depan pintu untuk memutuskan mau duduk dimana. biasanya yang saya pertimbangkan adalah cari yang sendirian, duduk di samping jendela, jangan yang terkena panas matahari, dan jangan terlalu di belakang. yang membuat lama adalah memutuskan sebelah mana yang tidak terkena panas matahari, dugaan saya sering meleset karena ketika metromini sudah berjalan sinar yang datang juga berpindah.
metromini tersebut biasanya akan “ngetem” dulu untuk menunggu sampai penuh, bukan semua bangku terisi, melainkan sampai yang berdiri pun berdesakkan. saat seperti ini biasanya saya jadi memperhatikan penumpang-penumpang yang baru naik. ternyata, fenomena berhenti sejenak di depan pintu tidak hanya terjadi pada saya.

ketika bangku masih banyak yang kosong, orang-orang akan cenderung memilih bangku yang belum ada pasangan duduknya. dan bagian dekat jendela selalu terisi lebih dulu. setelah itu, penumpang berikutnya akan memerlukan waktu sedikit lebih lama untuk memutuskan “duduk disebelah siapa”. biasanya, terjadi pemisahan secara gender, yang wanita duduk dengan wanita, dan yang pria cenderung duduk di bangku paling belakang atau paling depan dekat supir. ketika bangku sudah terisi semua, penumpang berikutnya juga berhenti di depan pintu, dengan muka agak masam, dan biasanya dia akan memutuskan untuk berdiri tak jauh dari pintu. ini yang terjadi jika penumpang datang tidak bergerombol.
jika penumpang datang berbondong-bondong, misalnya ketika kereta ekonomi baru saja tiba. penumpang-penumpang ini tidak akan berhenti sejenak di depan pintu, tapi langsung naik dan berpikir sambil berjalan ke arah tempat duduk. “yang penting dapet duduk dulu”. para wanita kemudian akan mengisi gang antar bangku untuk berdiri, dan para pria di dekat pintu bersama sang kondektur.

disini terlihat jelas fenomena hidden dimension, dimana pada awalnya dia memiliki bubble yang besar dengan dengan duduk sendiri-sendiri, kemudian semakin mengecil dengan bertambahnya penumpang. dan dapat hilang sama sekali ketika dia menjadi penumpang yang berdiri dan berdesakan bersama penumpang yang lain. perasaan aman bagi seorang wanita ketika berdesakan bersama sesama wanita, dan para pria yang memiliki naluri sebagai pelindung akan bergeser di dekat pintu yang posisi berdirinya lebih berbahaya.


0 Responses to “duduk dimana ya?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: