25
Dec
10

intervensi pengamen pada pengemudi kendaraan bermotor

Kita semua tentu saja sudah tidak asing dengan keberadaan pengamen serta peminta-minta di area sekitar lampu lalu lintas. Saat lampu lalu lintas berwarna hijau, mereka berkumpul di trotoar di pinggir jalan, dan ketika lampu berubah menjadi hijau, dengan serempak merekapun mengerubuti kendaraan-kendaraan yang berhenti di hadapannya. Modus yang dilakukan juga bervariasi, mulai dari bermain alat musik seperti gitar kecil atau sekedar botol air mineral yang diisi beras, menepuk tangan sambil bernyanyi, sampai sekedar menunjukkan wajah yang memelas guna menarik simpati para pengendara.

Walaupun hanya beraksi saat lampu lalu lintas menyala merah, tanpa disadari aktivitas meminta-minta ini cukup memberikan intervensi berarti bagi kelancaran lalu lintas dan penggunaan ruang yang dibutuhkan oleh pengendara. Hal ini dapat dilihat saat lampu lalu lintas berubah menjadi hijau dan para pengamen masih setia mencari nafkah diantara kendaraan-kendaraan yang sudah siap menancap gas dan melanjutkan perjalanan. Keberadaan para pengamen di antara kendaraan membuat pengendara harus lebih berhati-hati agar tidak “menyenggol” para pengamen yang berlalu lalang di jalan raya. Tidak jarang para pengamen ini menyeberang seenaknya di hadapan kendaraan yang sedang akan melaju sehingga semakin menghambat lalu lintas pengendara.

Yang lebih mengganggu lalu lintas daripada pengamen yang berlalu lalang adalah para pengemis yang duduk di pinggir jalan dengan menjulurkan kakinya ke jalan raya dan bahkan terkadang duduk di separator busway. Hal ini saya alami sendiri setiap harinya sepulang dari kuliah. Di daerah Pondok Indah terdapat seorang anak kecil yang selalu duduk di separator busway dan meminta-minta kepada kendaraan yang lewat. Aksinya ini membuat saya seringkali kaget dan memperlambat kendaraan mendadak karena takut tidak sengaja melindas kakinya yang terjulur ke jalan raya.

Hal ini sangatlah sederhana namun memberi efek yang cukup besar bagi keseharian para pengguna jalan raya, terutama karena fenomena ini terjadi hampir di seluruh lampu merah yang ada di kota besar ini. Penertiban yang sering dilakukan oleh polisi lalu lintas kepada para pengamen ini sebenarnya selain dikhususkan untuk menimbulkan niat bekerja bagi mereka, juga sangat membantu melancarkan arus lalu lintas pengendara kendaraan bermotor yang melintas.


1 Response to “intervensi pengamen pada pengemudi kendaraan bermotor”


  1. December 25, 2010 at 11:40 pm

    sebenarnya para pengamen dan pengemis itu tidak jauh berbeda dengan pedagang kaki lima, dimana banyak orang, di situ ada mereka. makin banyak orang, makin besar peluang mereka mendapatkan uang. hal serupa saya temukan di pntu keluar tol lebak bulus, tapi yang ini adalah si penjajak topeng monyet, intervensinya sama dengan pengemis dan pengamen tadi, kalau pengemis yang catherine ceritakan di separator jalan, kalau si topeng monyet ini, baik si abangnya mau pun monyetnya dengan asik beraksi di tengah jalan, walaupun aksi si monyet yang mampu membuat pengendara mobil tersenyum-senyum karena lucu, tapi macet yang diakibatkan lumayan membuat saya geleng-geleng kepala, ditambah lagi si monyet yang lincah loncat ke sana kemari, membuat pengendara mobil semakin berhati-hati menyetir, salah salah bisa melindas si monyet.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: