25
Dec
10

ketika apa yang saya pelajari tidak sesuai dengan apa yang saya lihat

Ide untuk postingan saya kali berasal dari pengalaman saya saat mengikuti Ekskursi Banjar. Hal yang saya cermati adalah pemanfaatan air sungai di daerah Banjar ini. Tipe rumah yang saya amati adalah rumah apung atau yang lebih dikenal sebagai rumah lanting di sana. Rumah lanting ini merupakan rumah yang ibarat kata merupakan rumah yang parkir dalam kurun waktu tertentu pada rumah permanen di depannya. Penghuni rumah lanting ini pun biasanya berasal dari keluarga tidak mampu. Apabila diibaratkan rumah lanting ini sama saja dengan rumah yang selama ini kita kenal dengan rumah bedeng, namun bedanya rumah lanting mengapung di atas air. (keterangan : Rumah lanting yang saya temui di daerah Banjar rata-rata sudah banyak yang fungsinya dialihkan menjadi rumah kontrakan atau menjadi ruang berjualan). Akibat letaknya yang berada pada area sungai maka banyak pemenuhan kebutuhan hidupnya (dalam hal ini yang berkaitan dengan air) memanfaatkan keberadaan air sungai ini.

 

Air merupakan elemen penting yang berkaitan dengan kehidupan manusia sehari-hari. Hampir sebagian besar kegiatan kita sehari-hari memerlukan air, lebih tepatnya air bersih. Kegiatan masyarakat Banjar yang bertempat tingal di sungai ini juga pastinya memerlukan air dan sumber mereka untuk pemenuhan kebutuhan air itu adalah dari sungai-sungai dimana rumah mereka mengapung. Contohnya saja kegiatan mandi, buang air, mencuci baju, mencuci bahan masakan, mencuci perabotan rumah tangga, minum; semua kegiatan mereka ini bersumber dari air sungai ini. Bahkan untuk masalah transportasi dan untuk masalah pemenuhan kebutuhan bahan-bahan masakan seperti sayur-sayuran juga dapat tterpenuhi karena adanya kapal-kapal yang disebut kelotok yang lewat di sugai tersebut. Mungkin sekilas dari tadi tidak ada masalah yang terjadi ataupun tidak ada yang aneh dengan kebutuhan akan air dan ruah apung ini. Namun ketika itu semua kegiatan itu menjadi satu di aliran air sungai tadi, menurut saya itu menjadi suatu masalah (setidaknya untuk saya itu suatu masalah). Mungkin bagi masyarakat di sana hal ini tidak masalah ketika air setelah mandi dipakai lagi untuk mencuci bahan masakan atau bahkan ketika ada yan sedang buang air di sungai itu kemudian tidak jauh dari MCK mereka terdapat seorang ibu-ibu yang sedang mencuci bahan masakannya atau sedang sikat gigi misalnya. Hal yang terlintas di kepala saya adalah masalah “sehatkah?” atau “higieniskah?”

Mungkin selama ini saya terlalu dikekang dengan ajaran dan aturan di mana air bersih dan air kotor itu harus dipisahkan salurannya, atau aturan atau kebiasaan seperti grey water hanya dipakai untuk menyiram tanaman, atau bahkan aturan atau kebiasaan di mana black water tidak akan langsnng begitu saja dipakai kembali. Namun apa yang terjadi di Banjar justru sangat amat berbeda, yang terjadi justru orang yang buang air (baik buangair besar ataupun buang air kecil) bisa saja berjarak tidak lebih dari 10 meter dari orang yang sedang mencuci bahan masakannya. Saya masih heran bagaimana orang mencuci baju-orang mandi-orang buang air besar dan kecil-orang sika gigi-orang yang sedang mencuci bahan masakan-orang yang mencuci piringnya bisa berada pada satu garis yang sama pada aliran sungai tersebut. Masyarakat seperti ini tidak mengenal hal-hal seperti grey water atau black water, tidak mengerti masalah pengolahan air sebelum mereka gunakan kembali yang mereka tahu hanya air yang mengalir di depan rumah mereka atau di kawasan mereka dapat mereka gunakan secara bebas. Miris bukan? Ketika semua orang yang berada di naungan institusi belajar sedang sibuk mempelajari dan mengolah bagaimana cara memanfaatkan kembali grey water yang mereka buang namun di suatu tempat ada orang-orang yang langsung saja menggunakan air itu tanpa berpikir panjang lagi. Alasan mereka hanya satu biaya, menurut mereka tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk sekedar air bersih apabila ketika membuka pintu rumah mereka sudah ada air yang mereka langsung gunakan.


0 Responses to “ketika apa yang saya pelajari tidak sesuai dengan apa yang saya lihat”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: