26
Dec
10

Bermain dan Bermain

Kalian pernah bermain? Sudah pasti, bahkan sekarang pun masih sering bermain kan? Manusia senang bermain, karena bermain adalah kegiatan yang khas manusiawi dan universal. Ruang lingkupnya tidak memandang usia maupun gender. Dalam permainan terdapat peran-peran yang harus dilakoni. Misalnya dalam permainan tradisional seperti petak umpet, galasin, kelereng, layangan, gasing, dsb. Begitu pula dengan permainan catur, sepakbola, kartu, dll.

Mengapa kita suka bermain? Coba kita lihat pengalaman kita sehari-hari saat bermain. Ketika bermain, terdapat banyak sekali perasaan yang timbul, kepuasan, keceriaan, kesenangan, kesegaran, kebahagiaan, dan lain-lain. Itulah yang dicari dari melakukan sebuah permainan. Yang menarik adalah, dalam bermain kita dapat – atau bahkan diharuskan – membangun sebuah dunia baru yang berbeda dari dunia sehari-hari.

Maka, kita seolah-olah berada di dunia lain yang dapat kita ciptakan sendiri, dimana dunia ini menghasilkan kepuasan batin bagi kita. Dengan bermain, segala urusan sehari-hari bisa sedikit dialihkan. Permainan sanggup membius orang, menghilangkan kebosanan dan kemonotonan hidup, variatio delectate, “variasi itu menyenangkan orang”. Cara agar dunia lain itu tetap eksis, maka setiap orang yang memainkannya harus serius. Patuh pada aturan-aturan bermain yang ada. Karena bila aturan permainan itu dilanggar maka dunia bermain tersebut akan runtuh dan musnah. Meski dilakukan dengan serius dan sungguh-sungguh, tetapi unsur menyenangkan dalam bermain itu tetap ada. Inilah keunikan dari permainan.

Tujuan bermain adalah mencapai kebahagiaan. Kalah menang tak jadi soal. Lagipula tidak semua permainan memakai prinsip kalah menang, misalnya tarian dan drama. Seringkali kita berpura-pura berada di sebuah dunia lain dan memerankan karakter lain yang kita inginkan. Itulah sebabnya banyak permainan modern yang menerapkan konsep tersebut. Misalnya, permainan di komputer atau online game yang memakai avatar sebagai tokohnya, seperti DotA, Ragnarok Online, Second Life, The Sims, dll

Ruang tempat bermain itu sendiri bisa bermacam-macam, dari ruang kecil sederhana di teras rumah kita (misal, bermain catur, kartu, congklak), sampai di lapangan atau jalanan depan rumah kita (misal, bermain petak umpet, kelereng, layangan). Dengan bermain, kita sekaligus memberi nyawa pada ruang tempat kita bermain. Namun, kini permainan-permainan semacam itu telah sedikit terganti dengan tipe permainan baru yaitu permainan digital seperti game online. Jalan-jalan dan gang-gang tidak sehidup dulu lagi, lapangan sering kosong tanpa pemakai, semua beralih ke ruang kecil bersama komputernya masing-masing dan asyik dengan dunianya sendiri.

Akan tetapi, sampai kapanpun, dalam bentuk apapun, permainan akan tetap eksis dan kita akan tetap senang bermain. Karena kita adalah Homo Ludens (manusia adalah  makhluk yang bermain). Ayo bermain!


0 Responses to “Bermain dan Bermain”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: