11
Jan
11

Facebook ditutup?

 

Facebook sudah benar-benar kebablasan, saya harus mengakhiri semua kegilaan ini. Segala tekanan saat mengelola perusahaan ini telah menghancurkan hidupku.” Mark Zuckerberg

setelah 15 maret, semuanya akan kami tutup. Jika anda ingin melihat kembali foto-foto anda, kami sarankan segera unduh dari internet. Anda tak akan bisa lagi mengambilnya begitu Facebook kami tutup.”Avrat Humarthi, Vice President Technical Affairs Facebook

Sejujurnya ini cara terbaik. Tanpa facebook, orang-orang akan pergi keluar dan menjalin pertemanan yang sesungguhnya. Itu selalu menjadi hal yang baik.” Mark Zuckenberg

Berita menghebohkan datang dari jejaring social dunia Facebook. Pernyataan-pernyataan itu saya dapat dari situs detik.com. kabar bahwa Facebook akan ditutup pada maret 2011 menggemparkan sebagian masyarakat. Untung saja hal tersebut hanyalah hoax, tidak benar.

Facebook yang (menurut saya) telah menjadi cyberspace terbesar di dunia. Facebook menyediakan ruang bagi setiap penggunanya untuk saling berkomunikasi, sharing, baik melalui tulisan maupun gambar dengan cara yang menarik. Di beranda (home) kita dapat menyaksikan aktivitas teman-teman pengguna Facebook, melihat foto-foto yang dipajang ataupun membaca berita dari artis idola kita. Dengan metode berkomunikasi yang menarik itu, membuat Facebook sangat famous dalam beberapa tahun ini. Bahkan ada beberapa orang yang ‘kecanduan’ bermain Facebook. Nah bagaimana jika Facebook benar –benar dihapus seperti yang dikabarkan itu? Sebenarnya apa yang dicari para pengguna Facebook? Melihat foto? Networking? Pernyataan diri? Stalking?

Kemudian saya melakukan survey kecil-kecilan mengenai hal tersebut. Saya tanyakan kepada 40 orang koresponden. Isi surveynya adalah sebagai berikut:

Menurut anda, apabila facebook benar-benar di-non-aktifkan, hal apa yang paling disayangkan? Urutkan berdasarkan prioritas.

  1. Foto/gambar
  2. Kontak (teman, keluarga, dll)
  3. Pernyataan diri
  4. Keberadaan Facebook sebagai hiburan

Kemudian hasilnya adalah sebagai berikut:

2143 18 koresponden

2413 6 koresponden

1243 6 koresponden

4123 4 koresponden

4213 3 koresponden

1234 1 koresponden

2314 1 koresponden

2134 1 koresponden

 

36 koresponden yang menempatkan kontak sebagai prioritas pertama dan kedua

30 koresponden yang menempatkan foto/gambar sebagai prioritas pertama dan kedua

19 koresponden yang menempatkan hiburan sebagai prioritas pertama dan kedua

1 koresponden yang menempatkan pernyataan diri sebagai prioritas pertama dan kedua

 

Ternyata sebagian besar koresponden menyayangkan kontak dan foto/gambar yang ada, apabila Facebook di-non-aktifkan. Kontak atau komunikasi memang tujuan utama dari program social network ini, seperti yang tertera di halaman ketika kita mau log in: “Facebook helps you connect and share with the people in your life”. Sedangkan foto/gambar merupakan salah satu cara dalam menjalin komunikasi tersebut. Cara ini memang menarik dan digemari bagi sebagian orang: meng-upload photo, meng-comment foto, men-stalk foto. Dan rasanya memang sayang ya kalo 1000, 2000. 3000 foto di Facebook jika hangus dalam sekejap.

 


0 Responses to “Facebook ditutup?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: