11
Jan
11

perubahan pada keseharian

Sebelum ini saya sangat terbiasa menaiki angkutan umum. Ke mana pun saya pergi, saya akan menaiki angkutan umum. Saya merasa dengan menaiki angkutan umum saya berperan dalam mengurangi kemacetan maupun isu pemanasan global. Karena itu, saya selalu heran dengan orang lain yang bepergian ke mana-mana menggunakan mobil – dan juga motor. Bahkan untuk ke warung yang jaraknya dapat ditempuh dengan berjalan kaki kurang lebih 10 menit harus menggunakan motor.

Saya juga tidak mengerti mengapa orang-orang tersebut tidak suka menaiki angkutan umum. Misalnya kereta (KRL). Memang dari segi kenyamanan, kereta ekonomi – bahkan sekarang kereta ekonomi AC juga – jelas jauh di bawah mobil pribadi. Namun, saya berpikir selain cepat, tarif kereta juga murah. Dan kalau semakin banyak orang yang naik kereta yang mampu mengangkut ribuan orang ini, maka jumlah kendaraan bermotor di jalan akan berkurang dan mampu mengurangi kemacetan dan emisi karbon yang dihasilkannya. Selain itu, jika kita sering menggunakan angkutan umum, kita dapat melihat-lihat keadaan lingkungan di sepanjang perjalanan kita dan melihat kejadian dan perilaku orang lain ataupun penumpang lainnya. Tentu saja kita akan bertemu orang-orang baru yang mungkin akan memberikan pengalaman baru. Bukankah hal ini menarik? Setidaknya itulah yang saya pikirkan.

Namun, sekarang keluarga saya memiliki mobil. Awalnya saya kurang menyukai keberadaan fasilitas ini. Namun, lama-kelamaan saya mulai sering menggunakan fasilitas ini. Setiap kali saya pergi saya lebih memilih naik mobil ketimbang angkutan umum. Saya sebenarnya tidak suka dengan apa yang saya lakukan ini, namun saya tetap melakukannya. Saat naik mobil, saya jadi kesal melihat ulah supir angkot yang suka berhenti seenaknya. Padahal, dulu saat saya naik angkot saya kesal terhadap tindakan pengendara mobil yang sering mengklakson angkutan umum yang saya tumpangi saat menurunkan penumpang. Memang aneh perilaku saya ini. Namun, setelah saya melihat dari dua sisi ini, saya menyadari bahwa memang tidak mudah untuk merubah perilaku kita saat kita sudah nyaman dengan keadaan kita saat ini. Keberadaan sebuah fasilitas ini (mobil) mampu mengubah pandangan dan kebiasaan saya. Jika saya, sebagai orang yang mengerti perlunya menggunakan angkutan umum ketimbang mobil pribadi, sudah cukup enggan untuk memilih menggunakan angkutan umum, apalagi orang-orang lain yang belum mengerti.

Jadi, apa yang harus saya lakukan? Sepertinya memilih untuk tidak memiliki fasilitas tersebut bukan pilihan yang baik.


0 Responses to “perubahan pada keseharian”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: