25
Oct
11

Keterkaitan antar Indera Manusia dan Ilusi Desain

Dari ilmu biologi kita dapat mempelajari bahwa manusia yang normal dan lengkap secara fisik mempunyai lima indera yaitu mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit. Kelima indera tersebut memiliki fungsinya masing-masing. Mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk mencium, lidah untuk mengecap, dan kulit untuk meraba. Mata dapat melihat sesuatu ketika sesuatu itu terkena cahaya dan cahaya itu dipantulkan ke mata kita; telinga merespon bunyi; hidung merespon bau tertentu; lidah merespon sesuatu yang memiliki rasa (taste) mengenainya; dan kulit merespon tekanan, temperatur, dan nyeri.

Pernyataan-pernyataan di atas tentu tidak asing lagi bagi sebagian besar orang dan dapat diterima dengan mudah. Namun, mungkinkah indera tertentu mampu mendeteksi keberadaan suatu impuls atau ransangan yang bukan merupakan target utamanya? Mungkinkah keberadaan cahaya terdeteksi dari panas yang ditimbulkannya oleh indera kulit? Mungkinkah keberadaan bunyi terdeteksi petikan senar gitar yang terlihat oleh mata? Mungkinkah bau terdeteksi dari bangkai tikus yang terlihat dari kejauhan tertentu namun belum tercium? Mungkinkah rasa manis terdeteksi dari bau es krim coklat atau vanila? Mungkinkah udara segar terdeteksi dari suara angin yang bergemuruh?     Seperti yang kita ketahui, mata sangat penting dalam menangkap informasi dari luar tubuh kita dan sekitar 80% dari informasi yang tertangkap oleh otak yang kemudian diproses berasal dari respon indera penglihatan atau mata. Dengan kata lain, jika mata tidak bekerja dengan baik, maka informasi dari luar tubuh kita yang kita peroleh pun akan sangat sedikit sehingga stimulus yang diberikan oleh tubuh pun menjadi lebih lambat. Walaupun stimulusnya lambat, seseorang yang mempunyai gangguan terhadap penglihatannya masih tetap bisa merespon lingkungannya dalam keadaan sadar dengan indera-indera lain yang dimilikinya.

Impuls atau ransangan baik itu berupa cahaya, bunyi, bau, rasa (taste), tekanan, temperatur, atau pun nyeri tidak ada dengan sendirinya dan keberadaannya terkait dengan hal-hal lainnya secara spesifik. Cahaya tidak hanya menghasilkan terang tetapi juga panas. Bunyi terjadi karena adanya getaran. Bau dihasilkan oleh sesuatu yang terbawa oleh aliran udara. Rasa (taste) dihasilkan oleh sesuatu yang memiliki ciri khas kebendaannya. Tekanan terjadi ketika adanya perbedaan ketinggian, kecepatan, kekuatan, dan lain sebagainya yang berpengaruh terhadap permukaan tubuh. Ransangan temperatur yaitu panas dan dingin menyebabkan perubahan tekanan dan kelembaban. Nyeri terjadi karena adanya tekanan, perbedaan temperatur, kejutan listrik, atau pengaruh zat kimia yang terlalu besar bagi tubuh.

Dari paparan di atas, dapat dikatakan bahwa impuls-impuls yang menjadi respon utama indera-indera tertentu juga dapat terdeteksi oleh indera-indera tertentu lainnya. Namun, pendeteksian tersebut hanya menghasilkan kemungkinan keberadaan impuls tersebut karena yang terdeteksi hanya sebagian dari impuls tertentu tersebut saja. Ada tidaknya keberadaan impuls secara spesifik pada waktu dan tempat tertentu dapat dipastikan ketika indera-indera yang berkaitan langsung bekerja dengan baik. Pembelajaran ini dapat diterapkan dalam mendesain. Dalam desain, kemungkinan-kemungkinan yang terdeteksi tersebut dapat dijadikan sebagai ilusi yang memberikan kesan akan kualitas tertentu walaupun pada kenyataannya mungkin tidak demikian.

Sumber: Saputra, Lyndon. Ed. Pengantar Psikologi terj. Rita L. Atkinson, et al. Batam: Interaksara.


0 Responses to “Keterkaitan antar Indera Manusia dan Ilusi Desain”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: