28
Oct
11

mengerjakan tugas di mana?

Sebagai mahasiswi jurusan arsitektur, saya membutuhkan ruang yang besar untuk mengerjakan tugas maket maupun display. Apalagi jika saya harus bangun sampai larut malam, saya juga membutuhkan ruang yang bisa membuat saya tidak merasa mengantuk atau takut karena merasa sendirian. Dengan kebutuhan-kebutuhan itu, tentu saja belajar di kamar tidak lagi menjadi pilihan saya. Selain karena saya mudah mengantuk jika melihat tempat tidur, ruang yang ada di kamar saya juga tidak membuat saya leluasa untuk bekerja karena ada barang-barang yang berukuran besar seperti lemari, rak, meja, dan tempat tidur.

Karena saya tinggal di rumah, tidak nge-kos seperti sebagian besar teman-teman saya, saya harus pandai-pandai mencari ruang lain di rumah saya untuk mengerjakan tugas. Tentu saja karena saya memiliki tiga orang adik yang masih bersekolah dan juga butuh ruang untuk belajar dan mengerjakan tugas. Selain kami berempat, ada juga ibu dan ayah saya yang berada di rumah saat malam hari. Kegiatan belajar kami berempat memang tidak berlangsung setiap hari dan terkadang tidak semua anak mengerjakan tugas di hari yang sama. Tapi kami harus memastikan bahwa kegiatan mengerjakan tugas kami ini dapat dilakukan tanpa mengganggu aktivitas penghuni rumah yang lain seperti makan, memasak, mandi, menonton televisi, dan lain-lain.

Berbeda dengan saya yang memang membutuhkan ruang yang luas untuk mengerjakan tugas, adik-adik saya yang duduk di tingkat SMA, SMP, dan SD sebenarnya tidak membutuhkan ruang yang luas seperti saya karena mereka belajar hanya dengan buku tulis, buku cetak, dan alat tulis. Menurut perkiraan saya, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi di kamar masing-masing. Dengan belajar di kamar, mereka tidak akan terganggu oleh aktivitas bertinggal yang dilakukan di luar kamar. Apalagi di setiap kamar sudah ada meja yang dapat digunakan untuk belajar. Tapi, pada kenyataannya, adik-adik saya juga menggunakan ruang lain di dalam rumah untuk kegiatan belajar. Jadilah hampir setiap malam, ada ruang-ruang di rumah yang kami intervensi dengan kegiatan belajar yang kami lakukan.

Ruang pertama yang kami intervensi adalah ruang tamu. Ruang yang berada di bagian depan rumah dan seharusnya menjadi tempat untuk menerima tamu ini sebenarnya nyaman digunakan untuk belajar dan mengerjakan tugas. Ada sofa untuk tiga orang yang dapat digunakan untuk duduk selonjoran sambil membaca buku, ada juga ruang yang cukup luas tanpa gangguan kursi dan meja untuk saya mengerjakan tugas. Selain itu, ada juga meja yang dapat digunakan untuk menulis sambil duduk tegak di lantai jika tidak ingin sakit punggung karena terus-terusan menulis sambil membungkuk.

Penataan furnitur yang dilakukan sesuai dengan ruang tamu pada umumnya ternyata malah memfasilitasi kami untuk belajar dan mengerjakan tugas. Begitu pula dengan lampu terang yang dipasang di ruang tamu. Dengan penerangan yang baik, kegiatan belajar dan mengerjakan tugas akan dapat dilakukan dengan nyaman. Lokasi ruang tamu yang berada di bagian depan rumah juga membuat suara penghuni rumah lainnya tidak terlalu terdengar sehingga suasana menjadi lebih nyaman dan tenang dibandingkan dengan ruang-ruang lainnya di rumah.

Ruang kedua adalah ruang keluarga. Meskipun tidak sesering menggunakan ruang tamu, tapi kami juga menggunakan ruang ini untuk mengerjakan tugas. Posisi ruang keluarga yang ada di tengah-tengah rumah mungkin menjadi alasannya. Adik saya yang terakhir masih butuh ditemani saat belajar, dengan belajar di ruang keluarga, jika ia membutuhkan bantuan maka ibu atau salah satu kakaknya dapat dengan cepat menghampirinya. Saya sendiri menggunakan ruang ini jika mengerjakan tugas hingga larut malam. Biasanya saya akan membiarkan tv tetap menyala supaya suasana jadi tidak terlalu sepi. Dengan begini, meskipun tidak ada meja dan penerangan yang tidak seterang ruang tamu, saya merasa nyaman untuk bekerja sampai larut malam.

Pemilihan ruang untuk mengerjakan tugas ini ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh benda-benda dan suasana ruangan tersebut. Adik pertama dan adik kedua saya, misalnya, tidak pernah belajar di satu tempat yang sama karena mereka mudah sekali bertengkar. Sementara adik saya yang terakhir justru akan belajar bersama dengan adik saya yang kedua karena mereka lebih akur. Saya sendiri biasanya menghindari ruangan yang sudah dipakai oleh adik-adik saya karena saya membutuhkan ruang yang dapat membuat saya bergerak dan menaruh barang dengan lebih leluasa.

Begitulah cara kami membagi ruang untuk kegiatan belajar dan mengerjakan tugas di rumah. Dengan memanfaatkan ruang-ruang di dalam rumah yang sesuai dengan keinginan kami masing-masing, kami dapat mengerjakan tugas dan belajar dengan tenang tanpa perlu rebutan tempat atau mengganggu anggota keluarga yang lainnya.


0 Responses to “mengerjakan tugas di mana?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: