29
Oct
11

Blackberry : Apakah telah menjadi Kebutuhan dalam Keseharian?

Fenomena Blackberry memang masih sangat dirasakan di Indonesia. Banyak pengguna Blackberry di Indonesia yang sudah menganggap Blackberry sebagai sebuah kebutuhan. Pasalnya, untuk saat ini Blackberry adalah gadget termurah untuk berkomunikasi jarak jauh di Indonesia.

Lalu apa yang membedakan Blackberry dengan handphone lainnya? Gadget yang satu ini memiliki fasilitas Blackberry Messenger (BBM) yang telah menggantikan posisi Short Messege Services (SMS) pada handphone biasa dan BBM ini hanya bisa diakses oleh handphone Blackberry saja.  Selain daripada itu Blackberry tidak berbeda dengan handphone lainnya.

Nah, di Indonesia, BBM jauh lebih murah daripada SMS. Hal inilah yang membuat demam Blackberry di Indonesia. Berikut beberapa alasan yang saya alami mengapa orang-orang di Indonesia berpindah ke Blackberry:

  1. Karena BBM lebih murah dan cepat dari SMS. Selain itu BBM dapat mengirim pula gambar-gambar dan foto-foto dengan cepat.
  2. Karena orangtua membelikannya sebab sekeluarga menggunakan Blackberry (Mungkin dimaksudkan agar mereka sekeluarga dapat lebih sering berkomunikasi dengan murah)
  3. Karena pengguna Blackberry tidak lagi menggunakan fasilitas SMS, maka kerabat yang tidak menggunakan Blackberry mengalami kesulitan untuk menghubungi para pengguna Blackberry. Maka merekapun ikut berpindah ke Blackberry demi bisa tetap berkomunikasi. (Jujur saya juga sempat sering mengalami kesulitan berkomunikasi dengan pengguna Blackberry)

Dari sini terlihat bahwa ke-ekslusifan pengguna Blackberry dapat mempengaruhi orang lain untuk ikut menjadi pengguna Blackberry. Kasarnya jika anda ingin tetap dapat berkomunikasi dengan pengguna Blackberry, anda juga harus memiliki Blackberry. Lalu apakah hal ini yang menyebabkan Blackberry dianggap menjadi suatu kebutuhan masa kini oleh para penggunanya? Ataukah hanya semacam trend saja?

Banyak kontroversi dan kritik yang muncul menanggapi fenomena ini. Saya menemukan gambar-gambar yang cukup menggelitik mengenai fenomena ini.

Gambar-gambar di atas menunjukkan betapa benda kecil tersebut dapat mengubah pola hidup dan keseharian dari orang banyak. Yang sering terlihat adalah gaya berjalan, duduk, menonton, dan bahkan mengobrol dengan teman berubah semenjak adanya benda ini (semuanya dilakukan sembari memegang dan menatap layar Blackberry).

Hal menarik lain adalah ketika pesawat mendarat di bandara. Para penumpang di dalam pesawat langsung buru-buru menyalakan Blackberry mereka seperti tidak ingin ketinggalan informasi sedikitpun. Padahal pesawat belum berhenti sempurna. Orang-orang seperti kecanduan terhadap benda ini.

Tak jarang saya juga menemui bahwa Blackberry mempengaruhi mood orang-orang di Indonesia. Hal ini disebabkan murahnya fasilitas BBM yang menggunakan koneksi internet di Indonesia mengakibatkan sibuknya jaringan di provider-provider telepon selular Indonesia. Kualitas sinyal dari provider Indonesia yang sebenarnya belum cukup baik untuk BBM menyebabkan sering terjadinya pending pada saat pengiriman pesan BBM. Hal inilah yang sering saya jumpai pada teman-teman saya yang sering marah-marah sendiri karena BBM nya pending.

Artikel ini hanyalah persepsi saya sebagai non-pengguna Blackberry. Mungkin banyak yang beranggapan lain. Bahkan mungkin saja persepsi saya berubah setelah nantinya saya menjadi pengguna Blackberry.

Jadi, apakah anda masih membutuhkan Blackberry?


5 Responses to “Blackberry : Apakah telah menjadi Kebutuhan dalam Keseharian?”


  1. 1 arifrw
    November 2, 2011 at 4:12 am

    menurut saya fenomena penggunaan blackberry di Indonesia ini lebih menjadi sebuah trend daripada kebutuhan penggunanya. Misalnya saja suatu saat saya pernah melihat orang ingin membeli blackberry dan hal yang ditanyakan ke penjualnya adalah: apakah blackberry tersebut memiliki fasilitas kamera dan bbm. Disini terlihat kalau dia ingin memiliki blackberry karena ingin, bukan butuh. Bahkan orang tersebut tidak betul-betul mengerti fungsinya. Kelihatannya kebanyakan orang, tidak semuanya, memiliki blackberry agar ia dapat diterima di komunitasnya, dengan alasan memudahkan komunikasi antar sesama pengguna. Walaupun ada juga yang memang memaksimalkan fungsi blackberry tersebut. Jadi menurut persepsi saya, paling tidak belum semua orang Indonesia butuh blackberry.

  2. November 2, 2011 at 9:17 am

    memang blackberry sekarang ini sudah seperti gagdet yang hampir semua orang miliki. dan banyak alasan orang yang memiliki blackberry dikarenakan lingkungan sekitar yang memakai blackberry untuk berkomunikasi. bahkan orang yang sangat menghindari ‘mainstream’ pun dapat ikut-ikutan memakai blackberry sebagai gadgetnya demi memudahkan berkomunikasi dengan rekan kerjanya. dan hal ini sudah terbukti dari pengalaman teman saya. saya bukan pengguna blackberry, namun sering kali teman-teman lama menghubungi saya hanya untuk meminta pin blackberry meskipun mereka tidak tahu gadget apa yang saya pakai untuk berkomunikasi. dari kejadian tersebut terlihat bahwa orang mempunyai pikiran bahwa hampir semua temannya memakai gadget blackberry untuk berkomunikasi. namun menurut saya tren ini suatu saat akan hilang dan digantikan dengan tren yang baru, seperti salah satunya adalah munculnya aplikasi messanger bernama ‘whatsapp’ dimana aplikasi tersebut dapat menghubungi gadget-gadget berdasarkan OS-nya, seperti Android, Symbian, dan juga Blackberry. dengan aplikasi ini komunikasi dimudahkan bukan hanya antar blackberry namun juga beberapa OS lainnya.

  3. November 2, 2011 at 9:25 am

    Menurut saya, penggunaan smartphone sejenis Blackberry, iPhone, hingga telepon berbasis Android tidak akan mengalami tren sebesar ini tanpa adanya social media yang mendukung. Saya sendiri awalnya membeli ponsel Blackberry karena tertarik dengan fitur Blackberry Messenger-nya. Namun, semenjak saya memiliki akun Twitter (atau social media lainnya seperti Facebook, Tumblr, dan seterusnya) dan ternyata ponsel saya dapat memfasilitasi akses tersebut, rasanya agak sulit untuk berpindah ke ponsel lain. Jika kita perhatikan di halaman Twitter misalnya, hampir 80% dari penggunanya mengakses Twitter via smartphone (Blackberry, iPhone, Android Phone). Bayangkan jika tidak ada fasilitas social media serupa yang ditawarkan oleh ponsel-ponsel itu, apakah tren Blackberry masih akan terjadi?

  4. November 2, 2011 at 9:34 am

    saya secara pribadi setuju dengan pendapat yang diutarakan diatas, saya tidak merasa bahwa menggunakan Blackberry itu suatu keharusan karena jika dibilang bahwa BBM jauh lebih murah dibandingkan sms itu relatif karena saya sendiri tidak menggunakan Blackberry namun pengeluaran saya akan pulsa lebih kecil. lagipula menurut cerita-cerita yang saya dapat, menggunakan Blackberry tidak selalu menyenangkan karena mudah berkomunikasi satu dengan yang lain, teman saya lebih mudah dihubungi oleh bosnya untuk diberikan tugas saat tengah malam. jadi, menurut saya penggunaan BBM tidak selalu positif. Dan juga penggunaan Blackberry saat ini hanya sekedar trend saja karena seolah-oleh orang yang menggunakan Blackberry itu ‘keren’. hal ini bukanlah kebutuhan namun hanya sekedar ingin.

  5. 5 khasyyatikanasher
    December 29, 2011 at 7:48 pm

    Memang banyak opini pro-kontra terhadap gadget yang satu ini, tapi salah satu hal yang membuat saya menggunakan gadget ini adalah makin mudahnya berkomunikasi dengan keluarga saya yang jauh disana. Sebagai anak rantau, hal yang paling menyedihkan adalah saat ingat akan rumah. Tapi dengan ini, saya malah lebih mudah untuk berkomunikasi dengan orang tua dan adik-adik saya yang ada di sumsel, serta adik saya yang ada di jogja. Dengan membuat grup sendiri di salah satu aplikasinya, membuat komunikasi kami berjalan rutin setiap harinya (malam) dan makin mudah karena bisa meng’share’ apa yang terjadi atau ada kejadian yang menarik. Dan bisa berdiskusi secara bersama-sama, berbeda dengan cara menelpon atau bersms. Paling tidak, gadget satu ini bisa bermanfaat dengan baik tidak hanya hadir sebagai suatu trend.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: