29
Oct
11

kehidupan di pagi hari

Sebagai mahasiswa, terutama jurusan arsitektur, keseharian kita seringkali dipadati oleh tugas-tugas dan aktivitas yang menguras otak dan tenaga. Bahkan bagi sebagian mahasiswa, mereka merasa waktu 24 jam dalam sehari tidak cukup untuk menyelesaikan semua aktivitas tersebut. Hal ini yang kemudian berdampak pada ritme kehidupan mahasiswa pada umumnya, dimana malam hari digunakan untuk begadang mengerjakan tugas hingga larut, sementara pagi hari yang singkat digunakan untuk beristirahat. Saya juga tidak jarang mengalami ritme keseharian seperti itu, sehingga terkadang rasa penat dan lelah yang dialami otak kita terasa begitu menumpuk.

Sesekali saya mencoba mencari kegiatan untuk melepaskan penat tersebut dengan mencoba meluruskan ritme keseharian saya. Mencoba untuk tidur lebih awal sebelum tengah malam, kemudian mulai beraktivitas kembali setelah ibadah subuh di pagi hari, yang biasanya saya gunakan untuk istirahat. Dengan berjalan atau jogging di pagi hari di area perumahan tempat tinggal saya, ternyata banyak hal-hal yang baru saya temui ataupun sadari kembali, yang selama ini luput dari perhatian saya. Perumahan yang selama ini saya anggap sangat mati di siang dan malam hari, ternyata menjadi sangat hidup di pagi hari.

Sepasang kakek-nenek yang juga berjalan-jalan pagi, ibu yang sedang membawa bayinya berkeliling, ataupun tukang sayur yang menetap di sebuah area yang hanya bisa saya lihat jika saya melakukan jalan pagi. Hal-hal ini ternyata telah berlangsung setiap hari tanpa saya sadari, karena aktivitas yang saya lakukan sehari-hari seringkali menuntut saya untuk overworking. Setelah mencoba melakukan jalan pagi dengan cukup rutin, saya merasakan bahwa beban penat dan lelah pada otak saya selalu ter-refresh kembali setiap paginya, sehingga saya bisa menjalani aktivitas untuk hari itu dengan lebih bertenaga. Rasa lelah akibat overwork yang dilakukan di siang dan malam hari seperti terbayarkan saat refreshing di pagi hari.

Jika dilihat dari segi kesehatan pun, ternyata udara segar dan pemandangan alam di pagi hari memang baik untuk kesehatan tubuh kita. Oksigen di pagi hari dapat melancarkan peredaran darah dan memberikan energi lebih terutama pada persendian tubuh kita, sehingga apabila kita sering menggerakannya di pagi hari, akan mengurangi kadar kolestrol dalam darah. Tentunya jalan pagi lebih baik jika ditunjang dengan tidur malam yang cukup. Jika tugas yang harus diselesaikan cukup banyak, menyempatkan untuk tidur antara jam 12 hingga jam 4 pagi dapat memberi energi kembali karena terjadi proses de-toxin yang hanya terjadi saat kita tidur. Dengan melakukan hal tersebut, badan akan kembali siap untuk menerima aktivitas di hari tersebut, sehingga work time di siang-sore hari dapat digunakan lebih maksimal.

Sebagai mahasiswa arsitektur, menurut saya berjalan di pagi hari dapat membuka wawasan yang berbeda akan lingkungan society di sekitar kita. Kegiatan sehari-hari yang hanya bisa ditemukan di pagi hari lantas bisa menjadi elemen yang juga patut diperhatikan saat kita akan mendesign. Selain itu, jalan pagi bagi sebagian orang juga menjadi sarana untuk menjernihkan pikiran dan bisa menjadi sumber inspirasi, serta menjadi mood elevator untuk menghadapi aktivitas di hari tersebut.

Jadi, jangan ragu jika ingin memulai rutinitas jalan pagi!😀


0 Responses to “kehidupan di pagi hari”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: