01
Nov
11

“Black” Architect?

Saat eksternal review…
Tiba-tiba masuklah sosok-sosok berbaju hitam, apa yang anda rasakan ketika melihatnya? Menyeramkankah? Elegankah? Atau apa?
Berbicara mengenai warna hitam, sebenarnya apa sih makna dari warna hitam itu? Terutama yang dibicarakan disini adalah pakaian yang berwarna hitam. Warna hitam adalah warna yang kuat dan penuh percaya diri, penuh perlindungan, maskulin, elegan, dramatis, dan misterius. Tapi hitam juga merupakan warna lambang duka dan dapat menimbulkan perasaan tertekan. (sumber: http://www.pinginpintar.com/arti-warna-hitam/ , diunduh tanggal 1 November 2011 pukul 19.37 WIB). Apa benar seperti itu?
Setelah melihat hal tersebut munculah perbincangan ringan diantara saya dan teman-teman saya, ada yang berpendapat bahwa ketika seseorang memakai baju berwarna hitam itu seseorang akan terlihat lebih netral, jadi saat seseorang ingin menilai tentang pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain yang memakai baju berwarna hitam tersebut maka hasil penilaiannya tidak akan terpengaruhi oleh warna dari pakaiannya, orang akan lebih fokus ke pekerjaan yang dihasilkannya. Berbeda dengan orang yang memakai baju selain warna hitam, selain warna yang dipakai oleh orang tersebut dapat menggambarkan karakteristiknya maka warna baju yang dipakai oleh orang tersebut akan mengganggu kefokusan orang lain.
Pernahkah anda berfikir, “wah, hari ini mau pakai baju warna apa ya? Hari ini ada presentasi loh.” Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa pakaian berwarna hitam dapat memancarkan pesona yang elegan sehingga dari tampilannya saja sudah elegan apalagi hasil dari pekerjaanya. Rasa penasaran akan benarnya pendapat itu membuat saya berpikir apakah dari tampilan benar-benar bisa mempengaruhi penilaian orang lain terhadap seseorang bahkan penilaian hasil pekerjannya.
Seringkali saya melihat orang-orang yang berkegiatan di dalam lingkungan arsitektur itu memakai baju berwarna hitam, apa itu termasuk hobi mereka? Atau warna favorit mereka? Atau yang lainnya? Hal ini sangat sering terjadi terutama disaat-saat penting dan bersifat publik seperti presentasi, menyampaikan materi perkuliahan, dan lain sebagainya. Namun ada juga yang berpendapat bahwa bukannya memakai baju yang berwarna hitam itu panas ya 
Ada juga sumber lain yang menuliskan bahwa hitam berarti elegan, kuat, sophisticated. Namun hitam mempunyai reputasi buruk. Warna ini dipakai oleh para penjahat di komik atau film. Hitam juga melambangkan duka dan murung. Tapi, hitam juga punya sisi lain, misalnya saja untuk menyatakan sesuatu yang abadi, klasik, dan secara universal dianggap sebagai warna yang melangsingkan.(sumber: http://nasional.kompas.com/read/2008/10/09/15551015/psikologi.dan.arti.warna diunduh tanggal 1 November 2011 pukul 20.47 WIB). Hal itu tentunya beralih lagi kepada pendapat kita masing-masing, lalu bagaimana pendapat kalian?


7 Responses to ““Black” Architect?”


  1. November 2, 2011 at 9:07 am

    kebiasaan kebanyakan arsitek memakai baju hitam sering dikaitkan dengan posisi sang arsitek yang harusnya netral dalam memberikan pendapat dan gagasannya mengenai desain yang diajukan, beberapa lagi menganggap bahwa berbajuhitam terlihat lebih elegan, lebih karismatik, lebih dapatdihargai, sehinggamenjadi modal seorang arsitek ketika berpresentasi, artinya ketika si arsitek menggunakan baju hitam, dia (merasa) lebih dihargai. wacana ini pernah saya baca di buku milik salah seorang dosen di arsUI, yang berminat mungkin bisa nyari bukunya di internet, kalo ga salah judulnya “Why Do Architects Wear Black?” penulisnya lupa.

    nice post deh, kebetulan syapengguna hitam juga🙂

  2. November 2, 2011 at 4:03 pm

    Saya sependapat dengan fazrin bahwa warna hitam memiliki kesan netral, sehingga mengurangi prejudice serta pandangan awal yang aneh-aneh terhadap sang arsitek. Namun terkadang beberapa orang malah menganggap fenomena ‘black outfit’ ini sebagai sebuah stereotype untuk seorang arsitek, seolah-olah menggunakan baju hitam hanya seperti ‘ikut-ikutan’ para arsitek terkenal (yang juga sering menggunakan black outfit). Jadi hal ini menurut saya menjadi sangat subjektif, karena setiap arsitek mempunyai alasannya masing-masing saat menggunakan baju hitam.
    Saya sendiri menggunakan baju berwarna hitam saat saya ingin memberi kesan ‘netral dan profesional’, terutama jika saat presentasi dsb.😀

  3. November 2, 2011 at 5:25 pm

    Tanpa kita sadari warna itu sebenarnya memberikan prejudice kepada otak kita. Setaw saya, saat melihat sesuatu, yang pertama kali otak kita tangkap itu warna dan warna itu sendiri memberikan efek psikologis yang berbeda-beda pada setiap orang, walaupun secara umum ada warna yang memberikan efek yang sama pada setiap orang.
    Nah, kalau menurut saya kenapa orang memilih baju hitam karena dia memiliki pandangan baik tentang warna hitam tersebut, misalnya seperti yang dikatakan fazrin dan mezano, netral dan elegan, yang merupakan first impression yang baik saat sedang mempresentasikan atau menjual desain kita.
    Apalagi saat kita mempresentasikan desain ke orang yang belum kita kenal, first impression ini menjadi sangat dipikirkan oleh kita. Kalau mau dibandingkan mungkin saat kita presentasi internal dan eksternal. Saat internal, kita taw kita maw presentasi, namun di satu sisi kita tidak terlalu memperhatikan first impression, jadi masih ada yang pakai baju kasual dan sejenisnya, namun saat eksternal, semua orang pakai kemeja.
    Pandangan dan persepsi orang tentang warna ini yang mempengaruhi kenapa orang menggunakan warna tertentu saat ingin membangun first impression. Arsitek sendiri kan tipe orang sering presentasi di depan client yang biasanya baru pertama kali kita kenal, makanya first impression ini jadi penting.
    Seperti halnya, saat kita mendengar baju keberuntungan, orang cenderung menggunakan baju “andalan”nya saat presentasi, karena ia yakin kalau baju itu bisa memberikan kesan yang baik saat menjual sesuatu

    Saya sendiri tidak banyak baju hitam karena ibu saya tidak suka, bahkan saya pernah mendengar dar ibu saya kalau misalnya mau ketemu client (saat dia berbicara dengan adiknya) kalau bisa jangan pakai baju gelap, soalnya menimbulkan kesan buruk ke client nya. Nah, dari sini kita bisa melihat betapa berbedanya pandangan itu. Dari sini juga saya menjadi jarang menggunakan baju gelap saat ingin presentasi. :p

  4. 5 meirisyananda
    November 2, 2011 at 7:29 pm

    Jika memang benar menurut teman-teman sekalian bahwa warna hitam memiliki kesan netral, lantas bagaimana dengan warna putih? bukankah itu juga netral? apa mungkin jika memakai warna putih akan terlihat seperti dokter atau profesi lainnya?

    Saya juga pernah mendengar seseorang yang berkata bahwa saat ia memakai baju hitam, warna tersebut seperti mensugestinya merasakan feeling yang tidak bagus, sehingga moodnya pun ikut tidak bagus. Akhirnya sampai saat ini, ia hampir tidak pernah terlihat memakai baju berwarna hitam. Saya jadi ingin membayangkan bagaimana suasana studio saat presentasi jika semua orang memakai baju berwarna hitam.

  5. November 2, 2011 at 11:27 pm

    nice! saya bahkan sering melupakan memakai baju warna khusus untuk situasi khusus seperti internal-external.menarik.sepertinya saya lebih setuju menggunakan warna hitam,karena akan terkesan lebih berani dan percaya diri, meskipun sedikit ‘buas’😀. jadi warna hitam baik digunakan untuk mengatakan bahwa Anda siap ‘dibantai’ dan baik juga untuk bahwa anda siap ‘membantai’ (ini hanya prediksi saya).
    mengutip dari teman, “hitam itu lebih dari sekedar indah, paling jujur dan tegas menentukan warnanya sendiri”😀

  6. 7 fitriaisyah
    November 3, 2011 at 8:08 am

    orang yang menggunakan warna hitam memang sering terlihat sophisticated dan elegan. Tapi kadang-kadang saya juga suka merasa takut melihat orang menggunakan pakaian warna hitam karena seperti yang Nanda bilang, kalau di film atau komik, warna tersebut memang identik dengan sesuatu yang jahat dan misterius. Mungkin impresi orang terhadap suatu warna bisa jadi terkait dengan pengalaman yang pernah ia alami sendiri.

    kalau satu studio pakai warna hitam semua kayaknya studio bakal kelihatan terlalu serius. hehehe


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: