01
Nov
11

Fenomena Toilet Duduk dan Jongkok

Toilet duduk dan toilet jongkok sudah menjadi fenomena dalam kehidupan sehari-hari. Keduanya tentu memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri sehingga masyarakat juga pasti mempunyai preferensi masing-masing untuk lebih menyukai toilet duduk atau jongkok.

Bagi masyarakat Indonesia mungkin sudah lebih terbiasa dengan toilet jongkok. Dari sudut desa hingga mall di kota besar yang sudah modern pun dapat kita temui toilet jongkok yang masih lebih populer dari toilet duduk. Tetapi tentunya ada saja sebagian orang yang memilih toilet jongkok untuk alasan-alasan tertentu. Sebagai contoh nyatanya, di rumah saya sendiri, hanya saya dan ayah saya yang memilih toilet duduk sedangkan anggota keluarga lainnya memakai toilet jongkok.

Jika dilihat kelebihannya, toilet duduk memang lebih nyaman daripada toilet jongkok, tentu saja karena posisi jongkok terlalu lama tidak baik bagi peredaran darah. Kekurangannya, toilet duduk lebih mahal. Selain itu karena ada bidang duduk yang langsung bersentuhan dengan tubuh kita maka kuman dapat berpindah dengan mudah sehingga menjadikan toilet duduk kurang higienis. Apalagi di mall atau toilet umum lainnya yang dipakai bersama, toilet duduk menjadi sangat riskan sebagai medium penyebaran kuman penyakit.

Saya memang memiliki preferensi terhadap toilet duduk. Namun mengingat kurang higienisnya, saya lebih memilih toilet jongkok apabila berada di tempat umum. Toilet duduk hanya saya gunakan di rumah saya saja. Namun bagaimana bila di tempat umum hanya ada toilet duduk? Langkah yang saya lakukan adalah j0ngkok diatas toilet duduk tersebut dan memakainya seakan-akan toilet jongkok.

Hal ini juga termasuk salah satu fenomena yang ada di masyarakat kita yang lebih terbiasa dengan toilet jongkok. Mereka jongkok diatas toilet duduk walaupun sangat berisiko kecelakaan atau jatuh karena toilet licin. Tetapi saya tetap melakukannya untuk alasan sanitasi/kebersihan, bahkan di kontrakan saya di daerah Kukusan Teknik, dimana saya tinggal bersama teman-teman saya. Kontrakan saya memiliki toilet duduk di seluruh kamar mandi dan kami memakainya bersama-sama. Walaupun toilet di kontrakan dapat dikategorikan sebagai toilet pribadi, namun mengingat penggunanya adalah saya bersama orang lain maka saya memperlakukannya sama seperti toilet umum. Saya hampir tidak pernah duduk diatasnya dan mengabaikan resiko jatuh/terpeleset.

Tentu ini fenomena toilet yang saya rasakan sendiri. Bagaimanakah dengan anda? Tentunya masing-masing memiliki preferensi tersendiri dan cara-cara unik lainnya ketika memakai toilet, pastinya dengan macam-macam pertimbangan seperti kenyamanan, keamanan, dan kebersihan.


4 Responses to “Fenomena Toilet Duduk dan Jongkok”


  1. 1 joejoesensei
    November 2, 2011 at 10:55 am

    Saya sendiri lebih memilih toilet duduk untuk pribadi. Hal ini karena saya seringkali menggunakan toilet sambil membaca sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama di kamar mandi. Namun saya mengenal teman saya yang lebih menyukai toilet jongkok karena lebih memudahkan aktivitas di sana. Masalah toilet ini sangat beragam jawabannya tergantung dengan kebutuhan penggunanya sendiri.

    • November 2, 2011 at 2:32 pm

      Ingin menambahkan bahwa secara kesehatan toilet jongkok lebih baik dari toilet duduk karena posisi jongkok membantu melancarkan pembuangan di mana otot-otot usus besar menjadi lebih nyaman bekerja dengan terbantu peregangan dari otot paha. Hal ini dapat membantu berkurangnya potensi seseorang terjangkit hernia.

  2. November 3, 2011 at 9:36 am

    Juga menambahkan, walaupun toilet jongkok lebih sehat menurut beberapa hasil penelitian, tetapi juga dapat meningkatkan tekanan pada lutut jika posisinya salah. Selain itu, toilet jongkok tidak dapat digunakan oleh seluruh kalangan, misalnya orang yang sudah tua, orang cacat, dan orang obesitas karena tentunya akan sangat tidak nyaman.

  3. November 3, 2011 at 10:02 am

    banyak memang orang menggunakan toilet duduk dengan cara jongkok. alasannya bisa bermacam-macam, bisa karena sudah terbiasa dengan toilet jongkok sehingga memperlakukan toilet duduk serupa. atau mungkin karena pendapat kurang higienisnya toilet duduk seperti yang anda lakukan.
    saya sendiri jujur, selalu menggunakan tolet duduk dengan cara berjongkok di atasnya.

    yang menjadi menarik di sini justru adalah perlakuan orang-orang yang saya katakan tadi. jika banyak yang melakukan hal seperti yang kita lakukan, apakah mungkin sebenarnya toilet duduk tidak pantas digunakan oleh masyarakat kita yang sudah terbiasa dengan toilet jongkok?


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: