01
Nov
11

Kamar pembantu mau diletakkan dimana??

Mungkin pertanyaan ini yang sering menjadi masalah ketika ingin mendesain rumah tinggal. Sudah beberapa bulan saya mendesain ulang rumah tinggal saya yang ingin dirombak ulang sebab ingin digabungkan dengan rumah sebelahnya. Selama proses mendesain, berkali-kali desain berubah diakibatkan pemindahan peletakan kamar pembantu. Apalagi mengingat luas lahan yang sempit. Dan banyaknya kemauan dari penghuni rumah (dalam hal ini keluarga saya sendiri)

Ketika pertama kali mendesain, kamar pembantu ingin diletakkan di tempat yang mudah terjangkau namun teritori nya terpisah dari teritori kegiatan keluarga. Maka diletakkan di lantai 1 pojok belakang. Namun hal itu membuat ruang keluarga di lantai satu tampak sempit dan mengganggu pandangan para tamu di lantai 1.

Kemudian dicoba untuk meletakkan kamar pembantu di lantai 2. Namun timbul masalah lagi dimana meletakkan kamar mandi pembantu. Jika diletakkan di lantai 3 terlalu jauh bagi sang pembantu namun jika diletakkan di lantai 2 maka pembantu dikhawatirkan menggunakan kamar mandi lain yang tidak diperuntukkan bagi mereka.

Tidak habis akal akhirnya kamar pembantu berikut kamar mandinya diletakkan di lantai 3 dimana di lantai itu hanya ada dak beton untuk menjemur pakaian. Untuk saat ini itulah alternatif yang diterima oleh keluarga saya dan masih sangat dimungkinkan untuk berubah kembali.

Tentunya masih banyak pertimbangan-pertimbangan lain dari keputusan proses-proses di atas. Namun dari proses di atas terlihat bahwa sesuatu yang kecil yang mungkin sehari-hari kita tidak begitu memikirkannya (seperti kamar pembantu misalkan) ternyata sangat mempengaruhi desain dari sesuatu yang besar. Dalam hal ini perubahan-perubahan desain rumah saya banyak diakibatkan oleh pemindahan peletakan kamar pembantu dan kamar mandi pembantu. Dari proses pertama , kedua , dan ketiga tampak bahwa teritori pembantu semakin dibuat menjauh dari teritori kegiatan keluarga. Hal ini menunjukkan betapa hierarki dalam suatu dwelling begitu berperan besar dalam proses pembentukan dwelling itu sendiri.

Saya pun bertanya-tanya kembali apakah hierarki atau apapun namanya itu menjadi sesuatu yang utama dalam kasus ini? Atau adakah hal lain yang sebenarnya lebih penting untuk dipikirkan kembali?

Ada yang mengatakan bahwa kalau kita membangun rumah tidak mungkin bisa sempurna. Pasti sesuatu yang kita anggap baik saat ini belum tentu akan kita anggap baik besok dan seterusnya. Jika diikuti terus maka pembangunan rumah tidak akan dapat selesai hingga puluhan tahun. Benarkah demikian? saya juga tidak tahu namun mungkin hal ini pula lah yang menyebabkan berubah-ubahnya desain rumah saya.

Jadi, dimanakah anda ingin meletakkan kamar pembantu anda?


1 Response to “Kamar pembantu mau diletakkan dimana??”


  1. November 2, 2011 at 1:30 pm

    menurut saya kamar pembantu seharusnya diletakkan dimana pembantu tersebut sering beraktifitas sehingga si pembantu bisa dengan mudah melakukan aktifitasnya. Biasanya kamar pembantu berdekatan dengan dapur dan ruang cuci/ jemur. Di rumah saya (2lantai) kamar pembantu terletak di pojok belakang yang berdekatan dengan dapur, dan disediakan ruang yang juga tempat menaruh barang barang yang biasa dipakai oleh pembantu di ruangan ini juga ada kamar mandi yang “dikhususkan” untuk pembantu. Sedangkan ruang cuci/jemur ada di lantai 2.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: