01
Nov
11

privat?

Kebiasaan dirumah saya adalah kami sekeluarga, papa, mama, kakak laki-laki, dan perempuan beserta saya, semuanya senang berkumpul dikamar orang tua. Begitu bangun tidur, kami kekamar orang tua, begitu makan kami kekamar orang tua, setelah mandi pun kami kekamar orang tua. Hal ini sudah menjadi kebiasaan bagi kami untuk kekamar orang tua setiap harinya. Begitu kekamar , kami sudah memiliki spot-spot tersendiri, entah di pojokan kamar, diatas kasur atau bahkan diatas lantai. Kegiatan yang kami lakukanpun beragam, entah menonton, makan, ngobrol, sampai bengong. Pada awalnya saya tidak merasa aneh dan beranggapan bahwa hal tersebut merupakan hal biasa dan umum dilakukan disetiap rumah. Namun dari hasil pembicaraan saya dengan pihak lain, dikatakan bahwa hal ini tidak lazim dilakukan karena bisa dibilang bahwa hal ini seperti merampas ruang privat orang tua. Orang tua tidak memiliki privasi bagi diri mereka sendiri. Yang saya bingungkan apakah hal ini merupakan hal yang aneh? Apakah kamar memang harus dibuat privat sehingga ada batasan antara si penghuni kamar dan yang bukan? Karena disini menurut saya sudah tidak ada batasan antara diri saya dengan orang tua saya sebagai penghuni kamar dan ‘penyusup’.


2 Responses to “privat?”


  1. 1 joejoesensei
    November 2, 2011 at 1:12 am

    Masalah privat dan publik di sini mungkin sangat subjektif karena kepribadian setiap keluarga berbeda-beda. Orang tua saya sendiri lebih menyukai kami sekeluarga menonton di kamarnya sementara saya mengetahui keluarga yang kurang membolehkan anaknya beraktifitas di dalam kamar orangtua. Ini berhubungan selaing dengan kebiasaan, juga dengan kultur, ruang atau space yang tersedia dan tentunya fasilitas. Mungkin saja orangtua Anda menaruh televisi di kamar tidak hanya untuk mereka menonton tetapi juga anak-anaknya. beberapa keluarga sengaja menaruh televisi di ruang keluarga untuk memusatkan kegiatan keluarga disana. Pada ujungnya, ini hanya masalah persetujuan orangtua sendiri akan boleh atau tidak, keberatan atau tidaknya menginvasi kamar mereka.

  2. November 2, 2011 at 10:10 am

    Setuju dengan joejoesensei, batasan privat dengan publik tentu berlainan antara satu orang dengan orang lain, antara satu keluarga dengan keluarga lain. Mungkin untuk keluarga anda, batasan ruang privat antar anggota keluarga tergolong intim. Bahkan dapat dikatakan orang tua anda dan anda sendiri sudah tidak punya batasan privat sehingga ruang tersebut menjadi ruang ‘publik’ bagi keluarga anda. Maka saya tidak setuju dengan pendapat bahwa anda seakan-akan menginvasi ruang privat mereka.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: