01
Nov
11

Ruang Tunggu Dadakan

Apakah kalian pernah menunggu ? Tentu saja kita sering melakukan hal ini menunggu bus, menunggu teman, menunggu waktu, menunggu antrian, menunggu macet dan lain-lain.
Apakah itu membosankan ? Mungkin kebanyakan orang tidak menyukai menunggu, tapi ada juga orang-orang yang sengaja memilih untuk menunggu. Contohnya, si A membuat janji bertemu si B jam 08.00 WIB. Dan pada hari yang telah ditentukan, si A datang jam 07.30 WIB dengan alasan agar pertemuan tersebut tepat waktu (sesuai janji).
Dari kejadian-kejadian pada saat si A ataupun semua orang saat menunggu, muncul pertanyaan “Apa yang biasa dilakukan saat menunggu ?”
Banyak kegiatan yang dlakukan orang saat menunggu, yaitu membaca, mendengarkan musik, main game, buka internet, ngemil, telponan, sms-an, berbincang dengan teman, berdiam diri, tidur, melihat-lihat sekitar serta iseng.
Pada beberapa kawasan, ruang tunggu sudah ditampakkan, sehingga orang-orang yang menunggu bisa menggunakan tempat tersebut. Seperti ruang tunggu pasien, ruang tunggu di bandara, ruang tunggu sopir, shelter busway serta halte-halte yang digunakan sebagai ruang tunggu kendaraan umum, ruang tunggu di kantor dan lain-lain.
Tapi bagaimana dengan kegiatan menunggu yang dilakukan ditempat yang tidak tampak? Kejadian ini mungkin sering terjadi di kehidupan kita. Yaitu menunggu saat reviewer datang saat presentasi PA.
Pada presentasi eksternal PA 3 ini, tiap kelompok memiliki jam presentasi yang berbeda. Ada yang pagi dan ada yang siang. Kebetulan saya mendapat reviewer yang datang siang, sehingga saya punya waktu bebas sampai jam 13.00 WIB (4 jam).
Awalnya saya dan beberapa orang, memilih untuk makan dulu di kantin. Lalu kembali ke studio, ikut mendengarkan kelompok-kelompok lain yag sedang presentasi (ini juga dilakukan oleh teman-teman lainnya). Sampai akhirnya, saya ikut duduk menunggu sampai jam satu di sebuah spot kelompok lain yang dibatas panel dan tidak ada presentasi (ada 2 spot yang bersebelahan yang diisi oleh anak-anak yang menunggu presentasi).
Secara tidak sengaja, spot yang kosong (tidak ada presentasi) ini menjadi ruang tunggu anak-anak yang belum presentasi. Serta aktivitas yang terjadi antara satu dan yang lainnya berbeda. Mulai dari berdiskusi/bercerita/sharing, tidur, ‘menggalau’, sampai ada yang memegang kamera hanya utnuk iseng memotret temannya.
Disini saya melihat, saat kita menunggu banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengisi waktu renggang tersebut. Tidak hanya kegiatan untuk menghilangkan kebosanan tapi juga kegiatan yang bermanfaat. Sehingga dari kegiatan ini, membuat sebuah ruang dadakan yang ditujukan untuk menunggu.


0 Responses to “Ruang Tunggu Dadakan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: