01
Nov
11

Sikat Gigi Dimana-mana

Sikat gigi adalah barang yang sering kita gunakan sehari-hari dan berukuran sangat kecil, namun keberadaannya sangatlah berarti dan berpengaruh besar bagi kualitas hidup kita. Coba bayangkan jika kita tidak melakukan kegiatan membersihkan gigi kita selama hidup kita??? Bagaimana rupa kita jika dunia tidak menemukan alat seperti sikat gigi?? Dapatkah kita membayangkannya???

Mungkinkah rupa kita sehari-harinya seperti ini,

  

Walaupun wajah kita cantik atau ganteng akan terlihat mengerikan dengan gigi yang tidak terawat. Atau mungkinkah kita akan seperti ini,

Menutup mulut kita dengan masker dan duduk berjauhan dengan orang-orang karena minder dengan gigi yang jelek dan mengeluarkan bau mulut. Tidak ada senyum yang menghiasi wajah orang-orang. Atau mungkin kita tidak dapat menikmati hidup yang panjang karena hidup kita terenggut dengan penyakit yang ditimbulkan dari gigi kita. Bahkan mungkin kita tidak dapat berciuman dengan pasangan kita karena gigi kita yang tidak mendukung, padahal hal ini merupakan kegiatan intim yang sangat penting. Dan banyak lagi kemungkinan yang bisa terjadi jika hidup kita tanpa sikat gigi.

Sikat gigi merupakan alat yang sangat berkaitan erat dengan gigi. Keberadaan gigi memberikan manusia banyak sekali manfaat. Dengan gigi kita dapat menikmati makanan yang nikmat dan lezat. Dengan gigi yang bersih kita dapat meningkatkan percaya diri untuk tampil di depan publik,  dan banyak lagi manfaat lainnya. Dengan keberadaan gigi pada tubuh kita, apakah kita mendapatkan manfaatnya dengan cuma-cuma? Tentu saja tidak. Untuk mendapatkan manfaat dari gigi kita harus menjaga dan merawat gigi dengan baik, dan dari sinilah timbul kegiatan menyikat gigi.

Kegiatan merawat gigi salah satunya adalah menyikat gigi dan pastinya memerlukan sikat gigi. Dalam hal ini sikat gigi memegang peranan yang sangat penting. Dalam keseharian, setiap orang pastinya melakukan kegiatan menyikat gigi. Tapi tahukah anda dimana tepatnya kegiatan ini biasanya dilakukan? Atau dimanakah kegiatan ini paling sering dilakukan? Atau dimanakah kegiatan ini paling harusnya dilakukan?

Setelah kegiatan menyikat gigi dilakukan, dimana kita menaruh sikat giginya? Dimana paling sering kita letakkan? Atau dimana seharusnya kita meletakkan sikat giginya?

Setiap orang memiliki waktu menyikat gigi yang berbeda-beda, memiliki tempat menyikat gigi yang beda-beda juga, dan memiliki caranya sendiri memperlakukan sikat gigi mereka. Ada yang sikat gigi dua kali sehari (pagi dan malam), ada yang satu kali sehari (menjelang tidur), dan ada juga yang jarang sikat gigi. Mereka juga ada yang menyikat gigi di dalam kamar mandi, ruang keluarga sambil nonton tv, atau sambil jalan-jalan ke halaman depan, dan setelah selesai ada yang menaruhnya didalam wadah sikat gigi, didalam lemari wastafel, didalam wadah peralatan mandi, atau bahkan diletakkan diatas meja apapun atau tempat yang menurut mereka aman dan bersih.

          

Sikat gigi merupakan barang kecil yang kadang sering kita lupakan, padahal barang kecil ini dapat menimbulkan dampak yang besar jika kita tidak memperhatikannya. Hal yang paling sering terjadi adalah kita tidak tahu bagaimana kebersihan sika gigi kita yang akhirnya menyebabkan timbulnya berbagai penyakit mulut. Jika hal ini terjadi, maka pasti akan sangat berpengaruh pada kualitas hidup kita sehari-hari.

Apakah dalam merancang sebuah ruang dan berarsitektur, keberadaan sikat gigi telah diperhitungkan? Adakah ruang yang disediakan untuk melakukan kegiatan menyikat gigi? Atau untuk menyimpan sikat gigi? Atau mengarahkan orang untuk melakukan kegiatan menyikat gigi dan menyimpan sikat gigi di tempat yang seharusnya? Tempat ideal seperti apa yang dapat menyimpan sikat ini?

Gambaran yang muncul pertama kali ketika memikirkan tempat ideal untuk sikat gigi dan menyikat gigi adalah westafel. Namun, hampir sebagian besar rumah di indonesia tidak memiliki wastafel, lantas apakah hal ini menjadi tidak baik. Apa yang sebenarnya membuat watafel menjadi tempat yang baik untuk menyimpan sikat gigi? Coba kita bayangkan, sehabis kita menggunakan sikat gigi yang basah kemudian kita langsung menyimpannya didalam wastafel, maka sikat gigi yang dalam keadaan lembab sangat cepat sekali menjadi tempat bakteri berkembangbiak, apalagi jika wastafel tersebut berada didalam toilet juga, maka bakteri dalam toilet juga ikut mengontaminasi sikat gigi kita. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Charles P. Gerba, PhD, dari University of Arizona Departemen of Soil, Water and Enviroment tahun 1970, bahwa cipratan air saat menggelontorkan toilet menyebabkan udara sekitarnya terkontaminasi virus dan bakteri yang akan bertahan memenuhi udara sekitarnya hingga dua jam setelahnya, hingga pada akhirnya mendarat di permukaan-permukaan yang ada termasuk sikat gigi kita. Karena itu, tempatkanlah sikat gigi ditempat yang sirkulasi udaranya baik, tapi sebelumnya keringkanlah terlebih dahulu dan jangan menempatkannya dikamar mandi atau toilet. Selain hal tersebut, gantilah selalu sikat gigi setiap kita baru sembuh dari suatu penyakit dan tutuplah toilet pada saat menggelontornya.

Kegiatan menyikat gigi merupakan bagian dari ritual membersihkan diri yang setiap hari kita lakukan. Setiap orang memiliki bermacam-macam proses yang berbeda dalam melaksanakan kegiatan ini. Dan setiap orang juga memiliki cara dan pandangan yang berbeda bagaimana memperlakukan sikat gigi mereka. Hal ini juga tidak terlepas dari pengaruh kebiasaan, keadaan dan aturan di dalam rumah serta pengetahuan dari pribadi masing-masing. Sikat gigi dan menyikat gigi yang menjadi keseharian kita semua, sehingga baiknya kita harus peka dengan kegiatan ini walaupun kegiatan ini dilakukan sebentar dengan alat yang kecil, karena dengan kegiatan yang kita lakukan secara berulang-ulang mengkomunikasikan betapa pentingnya kegiatan ini, bahkan kita sangat tergantung dan membutuhkannya. Kita yang nantinya menjadi seorang arsitek sebaiknya mengenal dan mencermati  lebih mendalam bagaimana dalam merancang ruang untuk melakukan kegiatan menyikat gigi, hal ini menjadi sangat penting karena kegiatan menyikat gigi menjadi bagian dari keseharian kita.

Sumber foto :

www.google.com


1 Response to “Sikat Gigi Dimana-mana”


  1. November 2, 2011 at 10:30 pm

    Sikat gigi memang sangat berguna bagi kita dalam kaitannya dengan kegiatan membersihkan diri, namun jika ditanya “Bagaimana rupa kita jika dunia tidak menemukan alat seperti sikat gigi?? Dapatkah kita membayangkannya???”
    Sayapun membayangkan kehidupan orang jaman dahulu dimana alat ini belum ditemukan. Orang-orang jaman dahulu ternyata tetap dapat melangsungkan kehidupannya degan normal tanpa harus menutupi mulut mereka dengan masker. Mereka tetap melakukan interaksi dengan orang lain layaknya kita di kehidupan sehari-hari. Menurut saya, hal ini mungkin terjadi karena mereka telah terbiasa dengan tidak menyikat gigi mereka. suatu hal yang telah terjadi terus menerus akan menjadi suatu kebiasaan dan orang yang menjalaninya pun akan terbiasa dengan hal tersebut.
    Atau mungkin bisa jadi, alat yang digunakan pada jaman dahulu untuk membersihkan gigi berupa benda lain yang masih bersifat tradisional, seperti siwak atau sirih. Sehingga mungkin sebenarnya sikat gigi adalah sebuah alat yang diciptakan dengan teknologi sebagai pengganti benda-benda tersebut. Jadi jika ditanya bagaimana jika di dunia tidak ditemukan sikat gigi, maka jawaban saya adalah kehidupan akan tetap sama saja, karena menyikat gigi sekarang merupakan sebuah kebiasaan dan jika alat tersebut tidak ditemukan maka kebiasaan manusia pun akan seperti keadaan yang saya ceritakan sebelumnya .


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: