02
Nov
11

Apakah Lift ini rusak?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sehari-hari saya beraktivitas di studio perancangan arsitektur V yang berlokasi di Lantai 6 ,Gedung S, Fakultas Teknik. Yang menarik adalah lantai 6 dari gedung ini hanya dihuni oleh mahasiswa arsitektur. Sedangkan lantai-lantai lainnya merupakan ruangan kuliah bagi semua jurusan di fakultas teknik.

Karena studio saya di lantai 6 (cukup tinggi), maka saya sering menggunakan lift untuk naik. Dan kebetulan di gedung 6 lantai ini hanya memiliki satu buah lift. Daya tampung lift inipun sangat kecil (hanya 680 kg / ± 10 orang). Sehingga sering terjadi antrian yang cukup banyak di depan pintu lift lantai 1.

Di jam-jam tertentu jika berada di atas lantai 1 (misal 2,3,4,dst.) dan ingin naik ke lantai yang lebih tinggi tentunya sering tidak bisa memasuki lift yang penuh sesak oleh orang-orang yang naik dari lantai 1.

Begitu pula jika berada di bawah lantai 6 (misal 5,4,3,dst.) jika ingin turun ke bawah (biasanya turun ke lantai 1) sering tidak dapat masuk karena sudah penuh oleh orang-orang dari lantai 6. Padahal di lantai 6 hanyalah mahasiswa arsitektur.

Karena kondisi lift yang demikian, maka banyak orang yang sering tidak kebagian tempat untuk masuk ke dalam lift melakukan beberapa trik-trik yang cukup menjengkelkan. Yaitu:

  1. Jika ingin turun ke lantai 1, mahasiswa dari lantai 3,4,5 menekan tombol naik terlebih dahulu sehingga mereka dapat masuk lift lebih dahulu sebelum mahasiswa lantai 6 yang ingin turun ke lantai 1.
  2. Jika naik ke lantai 6, mahasiswa dari lantai 2,3,4 menekan tombol turun terlebih dahulu sehingga mereka dapat masuk lebih dahulu sebelum mahasiswa lantai 1 yang ingin naik ke lantai 6.

Trik ini sebenarnya sering juga saya temui di KRL (Kereta Rel Listrik) dimana untuk mendapatkan tempat duduk, orang-orang yang ingin ke Bogor menaiki kereta Bogor ke arah Kota terlebih dahulu sehingga mereka bisa duduk lebih dahulu sebelum orang-orang yang sudah menunggu di stasiun Kota.

Trik-trik yang dilakukan ini memang cukup menjengkelkan bagi yang tidak melakukan. Namun hal ini memang suatu bentuk manipulasi penggunaan sistem untuk mendapatkan yang kita inginkan. Dan hal itu sah-sah saja.

Saat ini pintu lift lantai 6 tidak dapat digunakan sehingga anak-anak mahasiswa ars harus naik lift hingga lantai 5 saja kemudian dilanjutkan dengan menggunakan tangga. Begitu pula ketika hendak turun. Entah pintu lift ini betul-betul rusak atau sengaja dimatikan saya juga tidak tahu. Namun yang pasti ini membawa dampak cukup besar terhadap sistem di dalamnya.

Sebelum pintu lift lantai 6 padam, mahasiswa-mahasiswa di lantai 5 dan 4 yang sore hari hendak turun dan pulang ke lantai 1 selalu jengkel sebab tidak dapat masuk lift karena dipenuhi oleh para mahasiswa arsitektur dari lantai 6. Kini, mahasiswa arsitektur yang hendak turun ke lantai 1 harus ikut mengantri bersama para mahasiswa dari lantai 5 untuk masuk ke dalam lift.

Tampaknya sistem ini cukup efektif sebab yang berlokasi di lantai 6 hanyalah mahasiswa arsitektur saja. Namun perubahan ini membawa efek samping lain yaitu semakin malas bergeraknya (MaGer) mahasiswa arsitektur untuk turun ke bawah. Entah ini efek yang baik atau efek yang buruk..😀


0 Responses to “Apakah Lift ini rusak?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: